Lagu "Bento" karya Iwan Fals, yang dirilis pada tahun 1989, memiliki sejarah yang unik dan makna yang mendalam.
Istilah "Bento" berasal dari bahasa Surabaya yang berarti "tidak waras". Pemilihan nama ini oleh Iwan Fals mencerminkan keinginannya untuk menggunakan simbol yang kuat untuk menggambarkan kondisi sosial politik saat itu.
Sebagai salah satu ikon musik Indonesia, Iwan Fals telah lama dikenal sebagai penyanyi yang vokal dalam mengkritik berbagai isu sosial. Lagu-lagunya sering kali mencerminkan suara rakyat dan kondisi sosial yang memprihatinkan.
"Bento" adalah salah satu dari banyak karyanya yang menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib masyarakat dan ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya.
Kondisi Politik yang Diangkat dalam Lagu "Bento"
Pada masa itu, Indonesia berada di bawah pemerintahan Orde Baru yang keras, di mana banyak tindakan represif terhadap kritik sosial. Lagu "Bento" muncul sebagai respon terhadap korupsi dan ketidakadilan yang melanda negara saat itu.
Iwan Fals mengekspresikan kekesalannya terhadap pejabat yang serakah dan tidak peduli pada masyarakat, menjadikan lagu ini sebagai salah satu bentuk protes yang kuat.
Musik memiliki peranan penting sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial. Melalui lagu-lagu seperti "Bento", pesan kritis dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Sebagai salah satu ikon musik Indonesia, Iwan Fals telah lama dikenal sebagai penyanyi yang vokal dalam mengkritik berbagai isu sosial. Lagu-lagunya sering kali mencerminkan suara rakyat dan kondisi sosial yang memprihatinkan.
"Bento" adalah salah satu dari banyak karyanya yang menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib masyarakat dan ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya.
Selain "Bento", banyak lagu lain juga mengusung tema serupa. Misalnya, lagu "Bayar Polisi" oleh band Sukatani yang mengkritik korupsi di kepolisian, menunjukkan bahwa musik terus menjadi medium yang relevan untuk kritik sosial di berbagai generasi.
Kedua lagu ini memperlihatkan bagaimana musik digunakan sebagai alat untuk mengekspresikan protes dan kekesalan terhadap berbagai isu yang terjadi.
Makna Lagu "Bento"
Lirik "Bento" jelas mencerminkan kritik tajam terhadap kehidupan sosial ekonomi. Dalam liriknya, Iwan menggambarkan kehidupan seseorang yang bergelimang harta tetapi terjebak dalam keserakahan dan ketidakpedulian.
Tema ini menjadi pusat dari kritiknya terhadap elit politik dan pengusaha yang mengabaikan kondisi masyarakat bawah.
Penggunaan simbol dalam lirik "Bento" sangat kuat. Karakter Bento sendiri merupakan representasi dari orang-orang yang dianggap sukses secara materi, tetapi secara moral tampak kehilangan arah.
Lirik yang menggambarkan perilaku korup dan manipulatif mengkritik mereka yang mengejar kekuasaan tanpa mempertimbangkan dampak sosial dari tindakan mereka.
Lirik Lagu "Bento"
Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku boss eksekutif
Tokoh papan atas atas segalanya
Asyik
Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang
Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik
Sekali lagi
Asyik
Khotbah soal moral omong keadilan
Sarapan pagiku
Aksi tipu tipu lobying dan upeti
Woow jagonya
Maling kelas teri bandit kelas coro
Itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku Bento Bento Bento
Asyik
