Sebanyak 179.378 pemudik meninggalkan Pulau Bali menuju ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang sepanjang 15-18 April 2023. Angka tersebut dicatat oleh PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Angka tersebut menjadi patokan bagi ASDP Ketapang-Gilimanuk untuk mengatasi kepadatan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2023. Pihaknya memprediksi kepadatan akan terus terjadi hingga H-1 Lebaran.
Kepadatan tersebut terbukti ketika lonjakan pemudik dari Bali ke Jawa rupanya melebihi angka yang diprediksi oleh ASDP sebelumnya yang hanya sekitar 20-40 ribu orang. Kepadatan ini biasanya terjadi pada malam hingga dini hari lantaran pemudik menghindari antrean di bawah panas terik matahari siang hari.
Banyak armada disiagakan
Hingga 18 April 2023, Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sudah mengoperasikan 30 dari 49 armada yang disiagakan sebagai angkutan mudik lebaran. Hal tersebut mengingat bahwa jumlah penumpang akan terus mengalami peningkatan, baik penumpang pejalan kaki maupun dalam kendaraan.
“Ada tujuh dermaga yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, yakni tiga dermaga movable bridge atau dermaga gegerak, satu dermaga ponton, dan satu dermaga LCM (Landing Craft Machine),”jelas General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang, Muhammad Yasin, dilansir dari Antara.
Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP Ketapang pun mengoperasikan KMP Jatra II yang mampu mengangkut lebih banyak penumpang. Kapal ini disebut sebagai kapal sapu jagat milik PT Indonesia Ferry (ASDP). Oleh karena kapasitasnya yang tiga kali lebih besar dari kapal ferry biasa, pada kondisi normal KMP Jatra II melayani rute Ketapang, Banyuwangi-Lembar, Lombok.
Penambahan kapal sapu jagat juga turut menambah jumlah trip penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Bahkan jadwal bongkar muat kapal juga dipercepat agar bisa beroperasi kembali.
Disarankan memesan tiket secara online
Selain itu, pihak ASDP Ketapang juga menyarankan agar pemudik dapat memesan tiket secara online terlebih dulu. Hal tersebut untuk mengurangi penumpukan kendaraan di area Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.
Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry, Junia Satriawan menyebut bahwa pemudik bisa memanfaatkan aplikasi Ferizy untuk memesan tiket penyeberangan. Bahkan pemudik bisa memesannya 60 hari sebelum waktu penyeberangan.
Menurutnya, saat ini banyak sekali pemudik yang membeli tiket beberapa jam sebelum keberangkatan. Hal tersebut tentu menyulitkan ASDP untuk mengantisipasi kepadatan, baik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun Gilimanuk Bali.
