Memiliki berat badan ideal tentu menjadi dambaan setiap orang. Tak hanya mempercantik penampilan, memiliki berat badan ideal juga baik untuk kesehatan tubuh. Salah satu cara mendapatkan berat badan ideal adalah dengan mengonsumsi makanan untuk menambah berat badan.
Terdapat sejumlah makanan sehat yang baik dikonsumsi untuk menambah berat badan, di antaranya buah alpukat, kentang, daging merah, hingga ikan salmon. Berikut penjelasannya.
Makanan sehari-hari yang ternyata berisiko
Nasi: sumber karbohidrat tinggi
Nasi adalah makanan pokok di banyak negara, termasuk Indonesia. Menyediakan karbohidrat yang tinggi, nasi dapat dengan mudah menyebabkan penambahan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah yang lebih dari porsi yang dianjurkan. Dalam satu centong nasi putih, terdapat kira-kira 129 kalori. Banyak orang cenderung mengonsumsi lebih dari satu centong dalam satu kali makan, terutama ketika ditambah dengan lauk-pauk yang juga tinggi kalori.
Susu: kebaikan yang berisiko
Susu dikenal sebagai sumber protein yang baik dan penting untuk membangun massa otot. Namun, konsumsi susu yang berlebihan bisa menjadi masalah. Satu gelas susu (250 ml) bisa mengandung banyak kalori, dan jika tidak diimbangi dengan pembakaran kalori yang cukup melalui aktivitas fisik, berat badan dapat meningkat dengan cepat akibat kelebihan kalori dari susu. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kapan dan berapa banyak susu yang dikonsumsi.
Daging merah: protein dengan kalori tinggi
Daging merah, meskipun kaya akan protein, juga tinggi kalori dan lemak. Misalnya, dalam 170 gram steak, terdapat sekitar 456 kalori. Jika konsumsi daging merah tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai, ini dapat memicu kenaikan berat badan. Selain itu, lemak jenuh yang tinggi dalam daging merah dapat meningkatkan kadar kolesterol, menambah risiko masalah kesehatan di kemudian hari.
Camilan populer yang bikin gendut
Keripik kentang: gaya hidup sehat terancam
Keripik kentang, meskipun enak dan mudah ditemukan, mengandung kalori dan garam yang sangat tinggi. Biasanya, satu porsi kecil keripik bisa berisi banyak kalori dari lemak dan karbohidrat yang diproses, yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Sebagai alternatif, kacang panggang atau sayuran segar bisa menjadi camilan yang lebih baik dan sehat.
Cokelat: kesukaan yang harus dibatasi
Cokelat adalah salah satu camilan manis yang paling disukai banyak orang. Namun, cokelat, terutama jenis yang mengandung banyak gula dan lemak, dapat menambah kalori secara signifikan. Meski cokelat hitam memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti antioksidan, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak mengalami penambahan berat badan yang tak terduga.
Kudapan manis: pesona yang menggoda
Kudapan manis seperti donat, kue, dan brownies sering kali bisa sangat menggoda. Biasanya, kudapan ini mengandung gula, tepung, dan lemak yang tinggi, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan jika dimakan secara berlebihan. Disarankan untuk memilih kudapan yang lebih sehat, seperti buah segar atau makanan yang rendah gula.
Makanan dan minuman yang mengandung gula
Es krim: kesegaran yang penuh kalori
Es krim merupakan makanan penutup favorit banyak orang, tetapi sering kali mengandung gula dan lemak yang tinggi. Makan es krim dalam jumlah besar bisa memberikan banyak kalori tambahan tanpa disadari. Jika ingin menikmati es krim, memilih varian rendah gula dan mengonsumsinya dalam porsi kecil bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Yoghurt: pilihan sehat yang berisiko
Yoghurt sering dianggap sebagai makanan sehat, terutama yang mengandung probiotik. Namun, yoghurt yang tinggi lemak dan gula bisa mengandung kalori lebih banyak dari yang diperkirakan. Sebaiknya pilih yogurt yang rendah lemak dan tambahan dengan buah-buahan segar untuk meningkatkan nutrisi tanpa menambah kalori secara berlebihan.
Buah kering: manis yang menyembunyikan kalori
Buah kering seperti kismis sering dianggap sebagai pilihan sehat, tetapi mengandung lebih banyak kalori dibandingkan buah segar. Satu cangkir buah kering bisa mengandung 5 hingga 8 kali lebih banyak kalori dibandingkan dengan satu cangkir buah segar. Oleh karena itu, meskipun buah kering mengandung vitamin dan antioksidan, konsumsinya harus dilakukan dengan bijak.
Makanan olahan dan cepat saji
Makanan olahan: kalori tersembunyi
Makanan olahan, seperti sosis dan nugget, seringkali tinggi kalori, lemak, dan garam. Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan ini bisa menambah berat badan secara cepat jika dikonsumsi berlebihan. Memasak makanan segar di rumah dan membatasi konsumsi makanan olahan bisa membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Fast food: sebuah kebiasaan berbahaya
Makanan cepat saji sering menjadi pilihan karena kepraktisannya. Namun, kebanyakan makanan cepat saji memiliki kandungan kalori, lemak trans, garam, dan gula yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi fast food secara teratur dapat menyebabkan peningkatan risiko obesitas dan berbagai penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Pasta: karbohidrat yang tak terduga
Pasta merupakan sumber karbohidrat yang umum dikonsumsi, tetapi seringkali menyimpan kalori tinggi, terutama jika ditambahkan dengan saus yang kaya lemak dan kalori. Mengonsumsi pasta dalam jumlah besar tanpa mengimbangi dengan aktivitas fisik dapat menyumbang pada penambahan berat badan. Pilihan pasta sehat dan kontrol porsi sangat penting dalam menjaga berat badan yang sehat.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai makanan yang tampaknya sehat tetapi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, individu diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam pola makan mereka. Memperhatikan konsumsi kalori dan membatasi makanan yang berisiko, sembari menjaga gaya hidup aktif, adalah langkah penting untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan yang baik.
