Advertisement

Lirik dan Makna Lagu "Tapi Diterima" Nadin Amizah: Tentang Perjalanan Penerimaan Diri

31 January 2025 11:25 WIB

thumbnail-article

Nadin Amizah hadirkan album baru "Untuk Dunia,Cinta, dan Kotornya". ANTARA/HO. .

Penulis: Tasya Salsabilla Dirgantari

Editor: Tasya Salsabilla Dirgantari

Nadin Amizah, penyanyi muda berbakat Indonesia ini selalu bisa memukau para pendengar musik dengan lagu-lagunya yang indah. Salah satu lagunya yang sedang viral di TikTok, berjudul "Tapi Diterima". Dirilis pada tahun 2023 lalu, lagu ini merupakan bagian dari album yang bertajuk Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya.

Lagu "Tapi Diterima" oleh Nadin Amizah mengangkat tema tentang sebuah penerimaan diri yang mendalam. Di setiap liriknya, para pendengar diajak untuk merenungkan tentang bagaimana cara untuk menerima segala ketidaksempurnaan diri yang menjadi langkah penting dalam proses perjalanan hidup seorang manusia.

Makna Lagu "Tapi Diterima" Nadin Amizah

Melalui lirik lagunya yang puitis, Nadin menggambarkan perjalanan hidup yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Dirinya seolah mengajak pendengar untuk memahami bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Alih-alih sedih dan menyesalinya, lagu ini menyoroti betapa pentingnya melihat ketidaksempurnaan sebagai peluang untuk berkembang dan bertumbuh. Pertumbuhan ini terjadi ketika seseorang bisa merangkul dan menerima dirinya apa adanya, sambil terus berusaha untuk menjadi lebih baik.

Selain itu, lagu ini juga mengandung pesan cinta yang tidak bersyarat. Lewat ungkapan-ungkapan dalam liriknya, Nadin memberitahukan bahwa cinta sejati tidak memerlukan syarat. Penerimaan yang tulus terhadap diri sendiri dan orang lain, merupakan inti dari cinta yang sebenarnya. Dengan bisa menyampaikan pesan tentang cinta yang tanpa syarat, Nadin memberikan harapan bagi banyak orang untuk lebih menghargai mereka yang ada di sekitar, dengan segala kekurangan yang dimiliki.

Lirik Lagu "Tapi Diterima" Nadin Amizah

Tanganku yang berapi-api

Diciumnya tanpa banyak pikir

Belum pernah aku menghidupkan sesuatu

Tapi di tanganku engkau tumbuh

 

Jika dilucuti yang indahnya

Buruk kotorku ada di sana

Belum pernah aku menghidupkan sesuatu

Tapi di pelukku engkau tumbuh

 

Sebuah bejana yang selalu menungguku

Mengisinya penuh

 

Entah dengan air, entah dengan tangis

Terkadang cairan yang terlanjur basi

Banyak waktu racun tapi diterima

Siapa pun aku, kau tangan yang terbuka

 

Sempurna saat sedang mencoba

Menjadi semua yang kuminta

Belum pernah aku berusaha sebegitu

Tapi di tanganmu aku tumbuh

 

Sebuah bejana yang selalu menungguku

Mengisinya penuh

 

Entah dengan air, entah dengan tangis

Terkadang cairan yang terlanjur basi

Banyak waktu racun tapi diterima

Siapa pun aku, kau tangan yang terbuka

 

Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita

Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua

Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita

Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua

Untuk aku, untuk semua

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement