Nadin Amizah, penyanyi muda berbakat Indonesia ini selalu bisa memukau para pendengar musik dengan lagu-lagunya yang indah. Salah satu lagunya yang sedang viral di TikTok, berjudul "Tapi Diterima". Dirilis pada tahun 2023 lalu, lagu ini merupakan bagian dari album yang bertajuk Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya.
Lagu "Tapi Diterima" oleh Nadin Amizah mengangkat tema tentang sebuah penerimaan diri yang mendalam. Di setiap liriknya, para pendengar diajak untuk merenungkan tentang bagaimana cara untuk menerima segala ketidaksempurnaan diri yang menjadi langkah penting dalam proses perjalanan hidup seorang manusia.
Makna Lagu "Tapi Diterima" Nadin Amizah
Melalui lirik lagunya yang puitis, Nadin menggambarkan perjalanan hidup yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Dirinya seolah mengajak pendengar untuk memahami bahwa ketidaksempurnaan adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dihindari. Alih-alih sedih dan menyesalinya, lagu ini menyoroti betapa pentingnya melihat ketidaksempurnaan sebagai peluang untuk berkembang dan bertumbuh. Pertumbuhan ini terjadi ketika seseorang bisa merangkul dan menerima dirinya apa adanya, sambil terus berusaha untuk menjadi lebih baik.
Selain itu, lagu ini juga mengandung pesan cinta yang tidak bersyarat. Lewat ungkapan-ungkapan dalam liriknya, Nadin memberitahukan bahwa cinta sejati tidak memerlukan syarat. Penerimaan yang tulus terhadap diri sendiri dan orang lain, merupakan inti dari cinta yang sebenarnya. Dengan bisa menyampaikan pesan tentang cinta yang tanpa syarat, Nadin memberikan harapan bagi banyak orang untuk lebih menghargai mereka yang ada di sekitar, dengan segala kekurangan yang dimiliki.
Lirik Lagu "Tapi Diterima" Nadin Amizah
Tanganku yang berapi-api
Diciumnya tanpa banyak pikir
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu
Tapi di tanganku engkau tumbuh
Jika dilucuti yang indahnya
Buruk kotorku ada di sana
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu
Tapi di pelukku engkau tumbuh
Sebuah bejana yang selalu menungguku
Mengisinya penuh
Entah dengan air, entah dengan tangis
Terkadang cairan yang terlanjur basi
Banyak waktu racun tapi diterima
Siapa pun aku, kau tangan yang terbuka
Sempurna saat sedang mencoba
Menjadi semua yang kuminta
Belum pernah aku berusaha sebegitu
Tapi di tanganmu aku tumbuh
Sebuah bejana yang selalu menungguku
Mengisinya penuh
Entah dengan air, entah dengan tangis
Terkadang cairan yang terlanjur basi
Banyak waktu racun tapi diterima
Siapa pun aku, kau tangan yang terbuka
Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita
Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua
Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita
Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua
Untuk aku, untuk semua
