Advertisement

Marissa Haque Meninggal, Peraih Gelar Doktor yang Pernah Jadi Politikus PDIP, PPP, PAN, Hingga Cawagub Banten

02 October 2024 13:41 WIB

thumbnail-article

Marissa Haque lulus doktor Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada, foto diambil dari Instagram Marissahaque/ Kapanlagi.com-Aditia Saputra .

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Kabar duka datang dari artis senior sekaligus politikus Indonesia, Marissa Haque, yang berpulang pada Rabu (2/10/2024) dini hari dalam usia 61 tahun. Marissa dikenal sebagai sosok yang aktif tidak hanya dalam dunia seni peran, tetapi juga memiliki rekam jejak yang panjang di politik dan pendidikan Indonesia.

Ia meninggalkan suaminya, penyanyi Ikang Fawzi, serta dua putri mereka, Bella Fawzi dan Chiki Fawzi.Marissa berpulang meninggalkan suaminya yang seorang penyanyi Ikang Fawzi, serta dua anak perempuannya Bella Fawzi dan Chiki Fawzi.

Jejak Politik Marissa Haque:

Marissa dikenal sebagai sosok yang aktif tidak hanya dalam dunia seni peran, tetapi juga memiliki rekam jejak yang panjang di politik dan pendidikan Indonesia. Ia meninggalkan suaminya, penyanyi Ikang Fawzi, serta dua putri mereka, Bella Fawzi dan Chiki Fawzi.

- Anggota DPR RI 2004-2009:

Karier politik Marissa dimulai pada 2004 ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), mewakili daerah pemilihan Jawa Barat II. Selama masa jabatannya, ia dikenal aktif memperjuangkan isu-isu lingkungan hidup, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan, mencerminkan komitmennya terhadap pembangunan sosial dan advokasi hak-hak masyarakat yang terpinggirkan.

- Pencalonan sebagai Wakil Gubernur Banten 2006:

Pada tahun 2006, Marissa membuat langkah politik besar dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur (cawagub) Banten mendampingi Zulkieflimansyah. Ia diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI).

Keputusannya mencalonkan diri ini menimbulkan kontroversi di internal PDIP, yang saat itu mendukung pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Mohammad Masduki yang kemudian memenangkan pemilihan. Marissa pun diminta mundur dari DPR oleh Sekretaris Jenderal PDIP kala itu, Pramono Anung, yang mengakibatkan berakhirnya masa jabatannya di DPR.

Meskipun tidak terpilih, pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Banten memperkuat posisi Marissa sebagai salah satu politikus perempuan yang berpengaruh di Banten.

- Bergabung dengan PPP pada 2007:

Pada 7 Oktober 2007, Marissa Haque bersama suaminya, Ikang Fawzi, dan Paula Onky Alexander resmi bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selama menjadi kader PPP, Marissa aktif dalam kegiatan politik, terutama yang terkait dengan kampanye dan advokasi di wilayah Banten. Namun, perjalanan politiknya di PPP tidak berlangsung lama.

- Pindah ke PAN pada 2014:

Pada 4 Oktober 2014, Marissa memutuskan untuk pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN), dengan alasan prinsip. Perpindahan antar partai ini mencerminkan dinamika dan fleksibilitas Marissa dalam mencari platform politik yang selaras dengan pandangan dan perjuangannya. Di PAN, ia tetap berkontribusi pada isu-isu sosial dan politik, memperkuat posisinya sebagai figur perempuan yang aktif dalam dunia politik nasional.

Jejak Pendidikan dan Akademis:

Marissa Haque memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dan kaya:

- Sarjana Hukum: Marissa menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, yang menjadi pondasi akademiknya.

- S2 Bahasa Anak Tuna Rungu: Ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Katolik Atmajaya dengan fokus pada bahasa anak tuna rungu, menandakan kepeduliannya pada isu-isu inklusivitas dan disabilitas.

- Magister Administrasi Bisnis (MBA): Gelar MBA diraihnya dari Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, memperluas wawasan dan keterampilannya dalam bidang bisnis dan administrasi.

- Gelar Doktor: Pada Februari 2012, Marissa meraih gelar doktor dari Pusat Studi Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan dedikasi intelektualnya dan kontribusi dalam studi lingkungan.

Di luar politik, Marissa mengajar di STIE Indonesia Banking School dan aktif berbagi pengetahuan di media sosial, menegaskan peran pentingnya sebagai seorang akademisi dan influencer pendidikan.

Belasungkawa dari Anies Baswedan:

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram kepada putri Marissa, Chiki Fawzi. Ia memuji Marissa sebagai sosok yang banyak memberikan teladan bagi masyarakat, terutama dalam komitmen terhadap bangsa dan kegigihannya dalam memperjuangkan prinsip yang diyakininya.

Menurut Anies, Marissa selalu antusias dalam diskusi mengenai isu perempuan, kesehatan, dan kelompok masyarakat termarjinalkan. Ucapan Anies ditutup dengan doa agar Marissa mendapatkan tempat terbaik di sisi Sang Pencipta.

Kronologi Wafatnya Marissa Haque:

Menurut Soraya Haque, adik kandung Marissa, ia tidak menunjukkan gejala sakit sebelumnya. Pada Rabu dini hari pukul 00:43 WIB, Marissa ditemukan tidak merespons di rumahnya di Bintaro, Tangerang Selatan. Marissa kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Premiere Bintaro, namun setelah pemeriksaan, ia dinyatakan telah meninggal dunia.

"Kalau menurut keluarga, terutama Ikang, suaminya itu (Marissa) tidak pakai gejala apa-apa. Jadi seperti biasa, mereka beraktivitas, kemudian pulang ke rumah, kemudian pada malam hari mereka bertemu di ruangan atas, dan menurut info, kakak saya sudah tidak bergerak lagi," kata Soraya dikutip Antara.

Soraya menuturkan, "Kepergian Marissa begitu mendadak, tanpa gejala sakit apa pun. Pada malam harinya, Marissa ditemukan tidak bergerak, dan segera dibawa ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya." Kepergian Marissa yang tiba-tiba tanpa ada tanda sakit ini membawa duka mendalam bagi keluarga, terutama suami dan kedua putrinya.

Mendiang Marissa Haque akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir selepas Ashar, sekitar pukul 15:00 WIB. Prosesi pemakaman akan dihadiri oleh keluarga besar, teman, dan kerabat untuk memberikan penghormatan terakhir baginya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement