Debat panas yang melibatkan Adian Napitupulu dari PDI Perjuangan dan Fahri Hamzah dari Partai Gelora terjadi di episode terbaru Mata Najwa: Debat di Makan Siang yang tayang di Youtube Najwa Shihab.
Adian dan Fahri berdebat soal siapa pihak yang diuntungkan dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah aturan batas usia pencalonan presiden dan wakil presiden.
Fahri Hamzah membuka argumentasinya dengan menegaskan bahwa aturan batas usia adalah pembatasan hak dan harus dihapus.
"Apapun akibatnya, itu soal lain," ujarnya Fahri menyambut baik pembatalan syarat yang dianggapnya sebagai manipulasi politik.
Sementara itu, Adian Napitupulu langsung menyerang dengan klaim bahwa perubahan tersebut hanya menguntungkan Gibran sebagai putra sulung Jokowi. "Perubahan itu tidak untuk siapa-siapa selain anaknya."
Adian menuduh adanya konspirasi di balik putusan MK.
Fahri mempertanyakan siapa yang sebenarnya salah dalam proses ini, apakah yang menggugat atau yang mengambil keputusan, sambil mengingatkan bahwa sebelumnya MK juga pernah mengeluarkan putusan yang kontroversial.
Fahri menyatakan bahwa keputusan MK soal batas usia capres cawapres tidak hanya menguntungkan satu orang tapi juga memberi kesempatan bagi politisi muda.
"Persidangan MK itu yang diuji adalah norma, norma ini akan berlaku pada semua orang tanpa diskriminasi," jelas Fahri.
"Kesempatan pada anak muda dengan merubah usia itu dalam menambahkan satu frasa baru kenapa kita tidak bilang kesempatan dan anak muda itu dalam membuka peluang pendidikan seluas-luasnya."
Tonton selengkapnya perdebatan mereka di program Mata Najwa: Debat Makan Siang di Youtube Najwa Shihab.
