Megawati Kritik Revisi UU Penyiaran, Kenapa Kebebasan Pers Penting?

25 Mei 2024 14:05 WIB

Narasi TV

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik saat pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). ANTARA/HO-PDIP/aa.

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyampaikan kritik tajam terkait revisi Undang-Undang Penyiaran yang melarang penayangan konten investigasi eksklusif. Dalam pidatonya di acara Rakernas V PDI Perjuangan, 4 Mei 2024 di Jakartam Megawati menyoroti pentingnya kebebasan pers dan peran media dalam demokrasi.

Poin Utama:

  • Kritik Terhadap UU Penyiaran: Megawati mempertanyakan logika di balik pelarangan konten investigasi eksklusif dalam UU Penyiaran. "Belum lagi ada pelanggaran produk jurnalistik investigasi dalam undang-undang penyiaran loh, untuk apa ada media?" ujarnya.

  • Pentingnya Kode Etik Jurnalistik: Ia mengingatkan para wartawan tentang keberadaan Dewan Pers dan pentingnya mengikuti kode etik jurnalistik. "Makanya saya selalu mengatakan eh kamu kamu tuh [wartawan] ada Dewan Pers loh, harus mengikuti yang namanya kode etik jurnalistik," tegas Megawati.

  • Kenangan Bersama Wartawan: Megawati mengenang masa-masa bersama para wartawan muda saat awal berdirinya PDI, di mana mereka sering makan lesehan bersama di Kebayoran. "Saya banyak teman dulu kan waktu PDI saya sama pers itu suka makan lesehan di Kebayoran, nasi uduk enak banget."

  • Suara Rakyat adalah Suara Tuhan: Megawati menegaskan bahwa solusi atas anomali demokrasi bukanlah dengan mencabut hak rakyat, tetapi dengan menghargai suara rakyat sebagai suara Tuhan. "Pilihannya bukanlah dengan mencabut hak rakyat dan mengembalikannya ke dalam tangan MPR RI. Pilihan yang lebih bijak adalah percaya pada adagium Vox Populi Vox Dei bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan."

Kenapa Ini Penting:

  • Kebebasan Pers Terancam: Larangan terhadap konten investigasi eksklusif bisa mengancam kebebasan pers dan mengurangi kemampuan media untuk mengungkap kebenaran.

  • Demokrasi Sehat: Kritik Megawati menggarisbawahi pentingnya peran media dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berfungsi dengan baik.

  • Suara Rakyat: Megawati mengingatkan bahwa demokrasi harus berpijak pada suara rakyat, bukan kekuasaan yang otoriter.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR