Megawati Tertawa Dengar Dirinya Diwacanakan Hadir Jadi Saksi Sidang PHPU Pilpres 2024 di MK, Begini Katanya

2 April 2024 21:04 WIB

Narasi TV

Presiden Joko Widodo saat silaturahmi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Minggu (8/5/2022). ANTARA/HO-Instagram/Puan Maharani/am.

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Otto Hasibuan, Wakil Ketua Tim Hukum Prabowo-Gibran sempat menyeret-nyeret nama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Otto mengatakan tim kuasa hukum Prabowo-Gibran bisa saja meminta majelis hakim MK memanggil Megawati ke persidangan sebagai respons atas permintaan kubu tim hukum Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin yang meminta sejumlah menteri Jokowi dipanggil dalam sidang.

"Kalau dia minta menteri, kami juga minta Ibu Megawati dipanggil, mau tidak? Kan begitu masalahnya kan," kata Otto seusai sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (28/4/2024).

Pernyataan Otto rupanya diteruskan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto kepada Megawati. Hasto menyebut Megawati sempat tertawa saat mendengar hal tersebut.

"Ketika itu saya sampaikan kepada Ibu Mega, beliau tertawa dan kemudian dia mengatakan 'loh kalau saya dipanggil sebagai saksi di MK, saya akan dengan sangat senang hati untuk menanggapi itu'," kata Hasto dikutip Antara di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Selain itu, dia juga sudah menyampaikan kesiapan Megawati untuk hadir di MK kepada para saksi Ganjar-Mahfud. Menurut Hasto, para saksi justru mengapresiasi hal itu. Mereka bahkan menilai Megawati memberikan spirit kepada para saksi untuk berjuang menegakkan konstitusi dan demokrasi di Indonesia.

"Tadi malam saya sampaikan kepada para saksi yang hari ini dihadirkan di MK, mereka mengatakan 'loh, kalah Ibu Mega juga punya spirit yang memberikan spirit bagi kita untuk menjadi saksi," ujarnya.

"Kita semua akan berjuang demi tegak-nya konstitusi. Demi tegak-nya demokrasi," sambung dia.

Hasto menuturkan langkah tersebut untuk memastikan agar kedaulatan rakyat tetap bisa menyuarakan terhadap pemimpin yang terbaik.

"Jadi ibu Mega siap, sekiranya dihadirkan. Beliau akan datang dan kami akan mengawal dengan sebaik-baiknya," ucap Hasto.

Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis juga mengatakan Megawati siap hadir jika majelis hakim MK memanggil sebagai saksi dalam sidang perkara PHPU Pilpres.

"Ibu Megawati bersedia untuk hadir sebagai saksi kalau dipanggil oleh MK. Kita sudah mendapat konfirmasi dari Bu Megawati. Bu Megawati sama sekali tidak menolak," kata Todung dikutip Antara usai sidang lanjutan perkara PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Ia menilai, MK juga perlu menghadirkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai saksi.

“Minimal, hadirkan juga Kapolri untuk bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai lingkup pelanggaran dan kecurangan yang terjadi selama kampanye, pencoblosan, dan penghitungan suara," ujarnya.

Selain itu, ia juga ingin melihat bagaimana bentuk netralitas dalam Pemilu 2024 yang telah dilakukan oleh pejabat, terutama aparat kepolisian dan militer. Todung berharap apabila nantinya MK memanggil Kapolri, yang bersangkutan akan datang karena timnya telah mencoba beberapa kali menemui, namun hasilnya nihil.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR