Bakal calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Prabowo Subianto dan bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan hadir dalam agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Jambi, Rabu (26/7/2023).
Pada acara tersebut Anies dan Prabowo berbagi gagasan dan pikiran mengenai desa.
Prabowo mengingatkan para kepala desa tentang berbagai potensi sumber daya alam di Indonesia, termasuk sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Menurutnya, bila potensi itu dikelola secara maksimal dan diperuntukkan untuk masyarakat, kesejahteraan bakal dirasakan. Ia juga menyebut Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan transisi energi.
"Harus waspada energi tidak boleh tergantung BBM dari luar. Kita akan swasembada energi pangan dan mengelola kekayaan di dalam negeri supaya masyarakat dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk generasi yang akan datang," kata Prabowo.
Prabowo juga sempat klaim bahwa ia dan Apdesi merupakan kawan seperjuangan, lantaran keduanya telah memperjuangkan hak desa sejak belasan tahun lalu. Lebih lanjut, Ketua Umum Gerindra itu juga mengingatkan para peserta yang hadir bahwa dirinya memperjuangkan komitmen dana desa sejak lama.
"Kalau saudara ingat sejak 2009-2010 terus kita perjuangkan dana Rp1 miliar 1 desa. Pada 2013 saya menandatangani piagam komitmen kepada Apdesi untuk memperjuangkan dana desa," ujar Prabowo.
Ia juga mengaku bersyukur ketika UU Desa disahkan pada 2014 silam. Ia mengaku, demikian itu tak lepas dari andil yang dipelopori partainya. Dalam pidatonya, Prabowo juga turut mengapresiasi Apdesi yang telah mengundang 3 bakal calon presiden, yakni dirinya, Anies, dan Ganjar untuk menyuarakan pendapat soal desa.
"Kita tiga-tiganya belum jadi capres. Akan tetapi, kami bertiga adalah anak bangsa, patriot, cinta Tanah Air," ucapnya.
Menteri Pertahanan ini juga meminta seluruh pihak harus selalu menjaga kerukunan dan persatuan. Sebab, ia yakin bahwa semua partai politik adalah pecinta tanah air dan pembela rakyat.
"Karena itu demokrasi kita harus lain dari negara lain dan kekeluargaan tidak boleh pecah, rusuh, dan ribut. Kita adalah satu keluarga besar," ujar Prabowo.
Sementara itu, Anies mengungkapkan bahwa desa-desa di Jambi bisa membawa Indonesia jadi lumbung pangan bila dimajukan dan dikembangkan. Namun, menurutnya, belakangan ini penduduk desa terus berkurang. Begitu pula persawahan yang ia sebut terus menyusut.
"Dengan melihat situasi seperti ini kita tidak bisa mendiamkan desa berjuang sendirian. Negara harus melakukan intervensi menyelamatkan agar desa tumbuh, berkembang, bertahan, dan bisa menjadi penopang," kata Anies.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, bila kondisi itu terus terjadi, Indonesia akan dilanda masalah pangan yang serius.
"Bapak ibu bayangkan kalau penduduk kota meningkat, sedangkan penduduk desa menurun, jumlah sawah menurun, tentu ketahanan pangan kita menjadi tantangan," ucapnya.
Dengan demikian, Anies menginginkan agar desa juga turut dimajukan dan dikembangkan. Ia juga menerangkan bahwa masyarakat harus diberikan akses seluas-luasnya untuk mengelola sumber daya alam.
"Jangan hanya berbicara desa dan kota di Indonesia bagaimana. Desa dimajukan supaya Indonesia bisa menjadi lumbung pangan Asia sehingga kekuatan Desa itu tumbuhnya lebih besar," ujar Anies.
Anies menilai desa-desa yang ada tak perlu berharap memiliki struktur lingkungan seperti perkotaan. Menurutnya, desa punya lingkungan yang sehat dan baik.
"Tidak harus struktur lingkungannya menjadi seperti kota. Akan tetapi, desa harus sehat dan warganya merasakan kemajuan, kebahagiaan, dari basisnya yang tetap pedesaan," katanya.
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berharap agar desa bisa menjadi pusat pelestarian dan pengembangan budaya, bukan sekadar sebagai kawasan yang berada di luar dari kota. Ia tak ingin desa dianggap sebagai masa lalu yang tak berkembang dan tak dilestarikan.
"Desa harus bisa menjadi tempat pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Kita tahu desa juga tempat sumber potensi alam dan lingkungan kita," ujar Anies.
Selain itu, Anies menyebut kekayaan alam desa tak boleh terpapar dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di perkotaan.
"Desa harus menjadi pertahanan lingkungan. Karena itu, kita harus membuat desa menjadi paru-paru Indonesia. Tempat hadirnya air dan udara yang bersih," tuturnya.
Lebih lanjut Anies juga berharap kemiskinan di desa bisa berkurang secara nasional. Sebab menurutnya, penduduk miskin di desa masih tersisa 12 persen sedangkan di kota 7 persen.
"Ini tidak boleh diteruskan kita harus kurangi. Angka kesejahteraannya di desa justru harus meningkat dan menurun angka kemiskinannya," ujarnya.
Anies lantas membeberkan kunci penting agar desa bisa sejahtera. Di antaranya adalah terpenuhinya pendidikan, kesehatan, dan air bersih; akses sanitasi seperti MCK, dan lain-lain.
"Makin hari sudah menjadi kebutuhan. Karena itu kita melihat ke depan, kita harus membayangkan desa yang sehat," kata Anies.
Diketahui, tiga bakal capres untuk Pilpres 2024 diundang berbicara dalam Rakernas Apdesi. Meski begitu, bacapres dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo absen dalam acara yang digelar di Balairung Universitas Jambi tersebut.
Terkait ketidakhadiran Ganjar, Ketua DPD Apdesi Provinsi Jambi Samsul Fuad menduga tidak hadirnya Gubernur Jawa Tengah itu lantaran ada agenda lain yang perlu dihadiri.
Sementara itu, Ketua PDIP Jambi Edi Purwanto menyebut alasan Ganjar tak bisa hadir lantaran acara Rakernas Apdesi digelar saat hari kerja.
"Beliau [Ganjar Pranowo] tidak hadir karena kan memang acara Apdesi ini dilaksanakan di hari kerja dan jam kerja. Sementara kan kita ketahui bersama pak Ganjar ini sebagai Gubernur Jawa Tengah yang tentu tidak mungkin untuk meninggalkan tugas beliau," kata Edi Purwanto, Rabu (26/7/2023).
Menurutnya, Ganjar Pranowo hanya akan melakukan kunjungan ke luar daerah, jika agenda tersebut berada di luar jam kerja sebagai gubernur. Ia juga meminta agar masyarakat memaklumi ketidakhadiran Ganjar dalam Rakernas Apdesi di Jambi.
