Apa Itu Anemia Aplastik, Penyakit Autoimun yang Diderita Mendiang Babe Cabita

9 April 2024 20:04 WIB

Narasi TV

Ilustrasi sel darah merah yang jadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam anemia aplastik. (Sumber: Freepik/kjpargeter)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Dunia komedi Indonesia meratapi kepergian komika terkenal Babe Cabita yang meninggal pada Selasa (9/04/2024) akibat anemia aplastik, penyakit langka yang dihadapinya.

“Keluarga besar Standupindo turut berduka cita atas wafatnya Priya Prayogha Pratama bin Irsyad Tanjung/Babe Cabita. Terima kasih atas canda dan tawanya, semoga almarhum husnul khatimah dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tulis akun komunitas Standup Indo di X.

Almarhum Babe Cabita akan dimakamkan setelah shalat Ashar di TPPU Cirendeu, Tangerang Banten, hari ini, Selasa. Keluarga mengucapkan permohonan maaf dan meminta doa untuk arwah Babe Cabita.

Babe Cabita meraih popularitas setelah menjadi juara di program kejuaraan "Stand Up Comedy Indonesia" musim ketiga pada 2013.

Apa itu anemia aplastik?

Anemia aplastik adalah penyakit autoimun yang langka, menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan darah. Kondisi ini berbahaya karena sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah merah.

Melansir Centre for Clinical Haematology, kondisi ketidakmampuan tubuh menghasilkan sel darah tersebut membuat penderitanya merasakan lelah dan risiko perdarahan serta infeksi yang tidak terkontrol.

Penyebab umum dari anemia aplastik adalah kelainan sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang dan merusak sel induk di sumsum tulang belakang penderitanya.

Akibatnya, sel punca yang rusak tidak mampu memproduksi sel darah dan membuat sumsum tulang belakang menjadi kosong (aplastik) atau mengandung sel darah yang tak mencukupi (hipoplastik).

Akan tetapi, terdapat pula faktor lain yang dapat memicu anemia aplastik, seperti keturunan atau kondisi kesehatan selama hidup, seperti:

  • Penyakit autoimun: Sistem kekebalan tubuh menyerang sel sehat, termasuk pada sumsum tulang.
  • Perawatan kanker: Radioterapi atau kemoterapi dapat merusak sel sehat dalam tubuh.
  • Obat-obatan tertentu: Penggunaan antibiotik, obat rheumatoid arthritis, dan lainnya dapat memicu kondisi ini.
  • Infeksi virus: Virus seperti HIV, hepatitis, cytomegalovirus, Epstein-Barr, dan lainnya juga dapat menjadi penyebab.
  • Paparan bahan kimia berbahaya: Paparan pestisida, benzene, dan zat kimia berbahaya lainnya secara berkepanjangan juga berisiko.
  • Kehamilan: Masa kehamilan bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu menyerang sel pada sumsum tulang.

Menukil Great Ormond Street Hospital for Children, anemia aplastik merupakan penyakit yang langka dan dapat menyerang manusia dengan segala usia.

Kasus terbanyak anemia aplastik ditemukan pada anak-anak dan lansia di atas 60 tahun.

Anemia aplastik bisa berkembang dengan cepat atau lambat pada setiap individu, dan pengenalan faktor penyebabnya penting untuk pencegahan dan penanganan yang tepat.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR