Siapa di sini yang pernah mendengar istilah red flag? Istilah tersebut sering ditemui dalam hubungan asmara maupun pertemanan. Selain red flag, ada pula istilah green flag dan beige flag. Apa pengertian dan perbedaan dari masing-masing istilah tersebut?
Baik red flag, green flag, dan beige flag, semuanya digunakan untuk mendeskripsikan kondisi suatu hubungan yang sehat dan tidak sehat. Biasanya masing-masing istilah tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda sesuai dengan pengertiannya.
Simak penjelasan berikut ini agar kamu mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari masing-masing istilah.
Red flag
Red flag adalah pola atau perilaku tidak sehat yang dimiliki individu dalam sebuah hubungan. Biasanya, seseorang tidak menyadari perilaku tersebut lantaran dibutakan oleh cinta.
Red flag identik dengan perilaku kasar dan agresif yang ditunjukkan oleh pasangan. Bahkan terkadang emosinya pun tidak stabil. Perilaku tersebut tentu akan membuat seseorang merasa tertekan, terintimidasi, tidak berharga, dan serba salah.
Berikut ciri-ciri red flag dalam hubungan yang harus kamu waspadai:
- Love bombing atau memberikan perhatian dan afeksi berlebihan dalam waktu cepat.
- Kekerasan verbal dengan mengejek, mengucapkan kata-kata kasar, hingga body shaming.
- Kekerasan fisik seperti memukul, menampar, dan lain sebagainya.
- Kekerasan emosional dengan membuatmu merasa terintimidasi, terancam, hingga ketakutan berlebih.
- Memiliki riwayat selingkuh dalam hubungan.
- Cemburu berlebihan hingga menjadi posesif.
- Sering gaslighting dengan menuduh atau memutarbalikkan fakta.
- Merendahkan pasangan.
- Sering memanfaatkan.
- Sering tarik ulur dalam hubungan.
- Silent treatment ketika ada masalah.
Beige flag
Pada dasarnya, beige flag adalah sebutan untuk hubungan yang berada di antara red flag dan green flag. Maka, beige flag ini dapat disebut sebagai perilaku yang tidak baik, tetapi juga tidak buruk alias netral.
Beige flag ini seringkali dicap aneh dan dipertanyakan, meskipun tidak mengganggu hubungan dan dapat ditoleransi. Pasalnya, beige flag bukan menjadi alasan putusnya sebuah hubungan, tetapi juga tidak menjadi nilai tambah dalam memperkuat hubungan.
Meski begitu, bukan berarti kita tidak bisa melihat ciri-ciri beige flag. Berikut ini cara untuk memahami beige flag dalam hubungan:
- Perhatikan perilakunya
Orang-orang dengan beige flag cenderung akan merespons percakapan yang disukainya. Ia akan menunjukkan gestur tidak suka jika berada dalam percakapan yang tidak sesuai minatnya. Bahkan, terkadang ia tidak akan merespons percakapan tersebut.
- Perhatikan kebiasaan atau gaya hidupnya
Kebiasaan juga bisa menjadi cara untuk melihat beige flag-nya. Misalnya, ketika pasanganmu hanya bisa menikmati makanan yang pedas. Ketika ia makan sesuatu yang tidak pedas, maka ia tidak menikmati makanan tersebut meskipun tetap ia makan.
- Terlalu sering memposting foto di sosial media
Terkadang terlalu sering memposting foto selfie di sosial media menunjukkan dirinya tidak memiliki kegiatan yang menyenangkan. Hal tersebut lantaran anggapan orang-orang bahwa foto selfie adalah kegiatan untuk mengisi waktu luang.
- Percakapan membosankan
Seseorang dengan beige flag juga sering membahas sesuatu yang membosankan karena topiknya hanya itu-itu saja. Bahkan, ia hanya mau membahas sesuatu di permukaannya saja, tidak memberi informasi lebih jauh untuk mempertahankan percakapan.
- Hobi yang umum
Tanda-tanda beige flag juga dapat dilihat dari seseorang yang mengikuti hobi sesuai tren. Ia terkesan tidak memiliki hobi tetap untuk menunjukkan karakternya.
Green flag
Green flag adalah pola atau perilaku positif yang dapat membuat hubungan menjadi sehat. Tak heran jika seseorang yang memiliki green flag ini dapat menumbuhkan kesan positif dalam hubungan.
Green flag menunjukkan bahwa pasangan memiliki kematangan emosional sehingga dapat menciptakan keharmonisan dalam hubungan. Dengan begitu, kamu bisa lebih menghargai pasangan dan saling mendukung.
Berikut ciri-ciri green flag dalam hubungan:
- Memiliki keterampilan komunikasi yang baik dengan pasangan.
- Menghargai uang, pekerjaan, dan waktu.
- Merasa aman ketika bersama orang tersebut.
- Menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri maupun pasangan.
- Memberi perhatian.
- Memiliki kepercayaan penuh kepada pasangan.
- Menghargai keputusan pasangan.
- Jujur dalam menjalani hubungan.
- Saling terbuka satu sama lain.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk kalian bisa membina relasi romantik yang sehat.
