Aktris Nikita Willy belum lama ini melahirkan putra keduanya, Nael Idrissa Djokosoetono, di Amerika Serikat. Tak seperti persalinan pada umumnya, Nikita memilih menggunakan metode water birth.
Water birth atau persalinan di dalam air merupakan metode yang belakangan populer lantaran disebut dapat mengurangi rasa sakit.
Metode ini sangat berbeda dengan persalinan konvensional yang mengharuskan ibu hamil untuk berbaring. Saat melakukan persalinan dengan metode water birth, ibu hamil akan mengejan di dalam air hangat dengan posisi duduk, jongkok, atau posisi lainnya yang dirasa nyaman.
Metode persalinan water birth memiliki sejumlah manfaat dan keuntungan. Meski demikian, water birth juga dapat menimbulkan sejumlah risiko.
Simak penjelasan tentang keunggulan, risiko, hingga biaya persalinan water birth berikut ini.
Keunggulan water birth
Salah satu hal yang paling menarik bagi saya mengenai metode water birth adalah kemampuannya untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Ketika saya pertama kali mendengar tentang apa itu water birth, saya langsung tertarik.
Salah satu hal yang paling menarik dari metode water birth adalah kemampuannya untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan.
Melahirkan dalam air hangat membuat tubuh menjadi lebih relaks, seperti saat sedang berendam dalam bak mandi. Hal ini akan membantu ibu hamil bernapas dengan lebih teratur, yang pada akhirnya dapat meredakan nyeri kontraksi.
Selain itu, water birth juga menawarkan kenyamanan bagi ibu hamil. Posisi terendam air membuat tubuh terasa lebih ringan dan memungkinkan ibu hamil untuk bergerak dan mencari posisi yang paling nyaman.
Dengan water birth, proses persalinan juga dapat berjalan lebih cepat. Keleluasaan saat bergerak dalam air memungkinkan ibu hamil untuk mengejan dengan lebih efisien, sehingga proses persalinan terasa lebih alami dan nyaman.
Risikowater birth
Meski memiliki banyak manfaat, metode persalinan water birth juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Salah satu risiko water birth adalah potensi infeksi selama proses melahirkan.
Oleh sebab itu, air yang digunakan untuk berendam harus selalu bersih untuk menghindari kontaminasi. Sebab, air yang terkontaminasi dapat meningkatkan risiko infeksi bagi ibu maupun bayi.
Tenggelam menjadi risiko lainnya yang mengkhawatirkan dari metode water birth. Saat bayi dilahirkan di dalam air, ada kemungkinan bayi akan terjebak terlalu lama di dalam air, yang tentunya bisa berakibat buruk.
Oleh karena itu, posisi dan pengawasan yang baik sangat penting untuk memastikan agar bayi segera diangkat ke permukaan setelah lahir.
Pendarahan pasca persalinan juga harus menjadi perhatian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko pendarahan pasca melahirkan mungkin lebih tinggi pada mereka yang melahirkan dengan metode ini.
Namun, dengan pengawasan medis yang baik, risiko-risiko ini tentunya dapat diminimalisasi.
Kriteria dan persyaratan water birth
Sebelum memutuskan untuk melakukan water birth, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama dan paling utama, kondisi kesehatan ibu harus dalam keadaan baik.
Ibu hamil harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa tidak kondisi medis yang dapat memperburuk proses persalinan.
Jumlah bayi yang akan dilahirkan juga menjadi faktor penting. Water birth tidak dianjurkan untuk ibu yang melahirkan lebih dari satu bayi sekaligus.
Selain itu, usia dan posisi bayi dalam kandungan juga tak boleh diabaikan. Bayi dengan posisi sungsang atau yang mengalami kondisi lain mungkin tidak cocok untuk dilahirkan melalui metode ini.
Berapa biaya water birth?
Biaya melahirkan dengan metode water birth tentunya bervariasi di setiap negara. Melansir WebMD, biaya water birth di rumah dengan memanggil jasa bidang atau perawat biasanya berkisar antara 2.000 hingga 6.000 dolar AS (sekitar Rp32 juta hingga Rp97 juta).
Selain biaya jasa, praktik water birth juga membutuhkan bak atau kolam yang bisa disewa seharga 200 sampai dengan 400 dolar AS (sekitar Rp3,2 juta sampai Rp6,5 juta).
Sementara itu, jika persalinan dilakukan di rumah sakit, biaya yang dikenakan biasanya sudah mencakup sewa bak dan jasa perawat. Biayanya berkisar di angka 3.000-4.000 dolar AS (sekitar Rp48-65 juta).
