Menstruasi sudah menjadi kodrat perempuan yang harus dijalani. Peristiwa luruhnya dinding rahim karena tidak dibuahi oleh sel sperma ini dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis perempuan. Tak sedikit perempuan yang merasa kram perut selama menstruasi.
Studi terbaru menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan tingkat kram menstruasi. Penelitian ini mengungkap bahwa makanan yang memiliki sifat inflamasi seperti daging, gula, dan garam dapat meningkatkan rasa sakit selama periode menstruasi.
Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dihindari saat menstruasi?
Makanan yang dihindari saat menstruasi
Berikut sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari perempuan saat menstruasi:
-
Makanan pedas
Salah satu mitos yang umum beredar adalah bahwa makanan pedas harus dihindari saat menstruasi. Meskipun beberapa wanita merasa sensasi panas atau tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan pedas, pandangan ini dipandang subjektif. Jadi, penting untuk setiap individu mengenali reaksi tubuh masing-masing.
-
Makanan tinggi gula dan garam
Makanan tinggi gula dan garam harus dibatasi karena dapat meningkatkan gejala PMS (pre-menstruasi syndrome) yang lebih buruk.
Contohnya, konsumsi gula yang berlebihan bisa menyebabkan lonjakan dan penurunan tajam kadar gula darah. Hal ini dapat berpengaruh negatif pada mood. Sebagai alternatif, mengonsumsi buah-buahan berfungsi untuk memuaskan hasrat akan makanan manis tanpa efek samping yang merugikan.
-
Kafein
Kafein adalah salah satu makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat menstruasi. Zat ini dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang berpotensi memperburuk gejala PMS. Selain kafein, makanan berlemak juga berkontribusi kepada kram serta membuat perut merasa tidak nyaman.
-
Makanan siap saji
Makanan siap saji dan olahan harus dihindari karena mengandung bahan pengawet dan tambahan gula yang tinggi. Hal ini bisa memperparah gejala menstruasi, terutama pada wanita yang sudah rentan terhadap nyeri saat haid. Memilih makanan yang segar dan alami lebih disarankan untuk menjaga kesehatan saat menstruasi.
-
Produk susu
Produk susu juga harus dihindari. Kandungan asam arakidonat dalam produk ini dapat memicu kram menstruasi. Selain itu, asupan makanan dengan kadar garam tinggi perlu dibatasi untuk mencegah kembung dan retensi cairan.
Di samping makanan yang disebutkan di atas, ada beberapa makanan lain yang perlu dihindari saat menstruasi. Ini termasuk makanan beku dan siap saji yang sering kali mengandung bahan pengawet dan tinggi kalori tanpa nutrisinya. Misalnya sosis dan bakso bisa memperburuk ketidaknyamanan selama menstruasi.
Alternatif makanan yang bisa dikonsumsi saat menstruasi
Perempuan yang menstruasi disarankan untuk mengonsumsi makanan seperti sayur rebus, buah segar, dan biji-bijian. Harapannya ini dapat mengurangi gejala tidak nyaman saat menstruasi.
Bagi perempuan yang mengalami kram saat menstruasi, sebaiknya beralih ke pola makan yang lebih sehat seperti mengonsumsi oatmeal, yogurt rendah lemak, dan smoothie buah-buahan. Selain itu, perbanyak minum air untuk tetap terhidrasi dan mengurangi perasaan kembung.
Olahraga ringan juga terbukti efektif dalam meredakan gejala PMS. Dengan perpaduan diet yang tepat dan aktivitas fisik, dapat membantu wanita menjalani masa menstruasi dengan lebih nyaman.
