Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), Jimly Asshiddiqie mengungkapkan beberapa poin penting terkait pemeriksaan etik yang dilakukan terhadap sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam wawancara dengan wartawan di Jakarta, Jumat (3/11/2023), Jimly menyiratkan bahwa Ketua MK Anwar Usman, sebagai hakim yang paling banyak dilaporkan, telah terbukti melakukan kesalahan.
"Apa artinya yang sangat bermasalah ini terbukti bersalah?" tanya wartawan merujuk sosok Anwar Usman.
"Iya lah," jawab Jimly mengamini.
Menyinggung independensi para hakim MK saat memutuskan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang syarat usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang berbuntut kontroversi, Jimly menuturkan, "jadi independensi para hakim yang bersembilan ini tentu kan bisa kita nilai satu persatu. Nah cuma yang paling banyak masalah ya itu yang paling banyak dilaporkan (Anwar Usman) gitu, Tapi yang lain-lain tuh ada sumbangannya masing-masing terhadap kisruh ini."
Jimly juga menambahkan bahwa putusan MKMK yang akan dibacakan tanggal 7 November nanti diharapkan akan memberikan jawaban terhadap berbagai tuntutan, termasuk pengaruhnya terhadap pendaftaran capres.
Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan MKMK membatalkan perkara 90 yang berdampak pada Gibran Rakabuming Raka, Jimly memilih untuk menahan jawabannya hingga putusan resmi dibacakan.
"Makanya saya jangan sebut dulu biar biar nanti dibaca," ujar Jimly, mengisyaratkan adanya kemungkinan hasil putusan MKMK bisa menganulir putusan sebelumnya.
Selanjutnya, Jimly membeberkan bahwa proses pemeriksaan etik yang seharusnya memakan waktu 30 hari, dapat diselesaikan dalam 15 hari saja. Meski demikian, ia menegaskan bahwa merumuskan putusan butuh waktu karena semua laporan harus dijawab satu persatu.
Wartawan kembali mengejar apakah ada kemungkinan hasil putusan MKMK akan menganulir putusan sebelumnya, namun Jimly memilih untuk menahan jawabannya hingga hari Selasa.
"Ya itulah salah satu yang ditunggu-tunggu jangan dijawab sekarang dijawabnya hari Selasa," tutup Jimly.
