Kamu mungkin sering mendengar istilah multitasking ketika sedang mengerjakan sesuatu. Multitasking biasanya disematkan pada orang yang mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Namun, ada juga istilah monotasking sebagai lawan dari multitasking. Lalu, mana yang lebih baik antara monotasking vs multitasking?
Definisi dan perbedaan
Secara definisi tentu monotasking dan multitasking berbeda. Monotasking adalah istilah bagi orang yang melakukan satu aktivitas dalam satu waktu. Hal ini tentu berbeda dengan multitasking yang berarti orang yang melakukan lebih dari satu aktivitas dalam satu waktu.
Multitasking biasanya dilakukan dengan tujuan agar semua pekerjaan bisa selesai dalam satu waktu atau tidak terlalu menghabiskan waktu yang banyak. Terkadang multitasking memang dianggap suatu kelebihan lantaran dianggap produktif, berprestasi, dan hebat. Namun, multitasking bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan.
Lain halnya dengan monotasking. Seseorang yang monotasking cenderung lebih bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi. Hal tersebut karena monotasking akan mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu sehingga waktu tidak terbuang sia-sia dan hasil lebih maksimal.
Kelebihan dan kekurangan
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan multitasking dan monotasking:
Kelebihan dan kekurangan monotasking
- Daya konsentrasi meningkat
- Lebih disiplin
- Lebih fokus pada satu tujuan
- Membutuhkan waktu sedikit lebih lama
- Mudah bosan
- Sulit mengatasi deadline
- Sulit beradaptasi
Kelebihan dan kekurangan multitasking
- Lebih hemat waktu
- Pekerjaan lebih cepat selesai
- Kreatif
- Dapat menyebabkan stress
- Kualitas pekerjaan menurun
- Daya ingat menurun
Tips melatih monotasking
Walaupun kamu termasuk orang yang bisa bekerja secara multitasking, namun ada satu titik dimana nantinya kamu harus menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu. Maka, berikut cara untuk melatih monotasking:
- Hindari distraksi dan cobalah untuk berkonsentrasi
Ketika akan mengerjakan sesuatu, kamu pasti membutuhkan ketenangan dan konsentrasi. Maka, kamu bisa memilih tempat kerja yang aman dan nyaman sehingga distraksi yang menghambat fokus dapat diminimalisir.
- Jadikan waktu istirahat lebih berkualitas
Istirahat yang cukup dapat meningkatkan performa kerja. Maka, manfaatkan waktu istirahat dengan baik agar kamu dapat bekerja kembali dengan fisik dan pikiran yang segar.
- Alokasikan waktu dengan jelas
Buat jadwal pekerjaan berdasar prioritas agar kamu dapat menyelesaikan pekerjaan yang lebih urgent atau penting. Terkadang mengerjakan sesuatu yang sulit terlebih dulu justru tidak baik karena kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga di sana.
Tips melatih multitasking
Bagi kamu yang terbiasa monotasking, tidak ada salahnya untuk mencoba multitasking agar pekerjaanmu bisa lebih cepat selesai. Berikut tips melatih multitasking:
- Buat to do list
Dengan menetapkan to do list, maka kamu akan mudah menata pekerjaan dan menyelesaikan satu per satu sesuai deadline yang sudah ditentukan.
- Tetapkan deadline
Deadline memudahkan kamu untuk mengerjakan sesuatu sesuai prioritas utama. Selain itu, kamu juga bisa menentukan batas waktu dalam mengerjakan setiap pekerjaan sehingga kamu tidak terlalu lama dalam menyelesaikannya.
- Sediakan waktu istirahat
Tidak bisa dipungkiri bahwa multitasking justru akan membuatmu cepat lelah. Kamu lebih mudah burnout sehingga dapat berpengaruh pada kualitas kerja. Maka, jika ada waktu untuk beristirahat, gunakan waktu tersebut dengan baik.
