Palestina telah secara resmi mengajukan pendaftaran untuk bergabung dengan BRICS, sebuah kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Duta Besar Palestina untuk Rusia, Abdel-Hafiz Nofal, mengonfirmasi bahwa Otoritas Palestina (PA) telah mengajukan permohonan tersebut dan sampai saat ini belum menerima respons resmi.
"Kami telah mengajukan permohonan, tetapi seperti yang Anda ketahui, Palestina memiliki persyaratan tertentu," ujar Nofal kepada media di Rusia, dikutip dari Hindustan Times.
"Saya yakin Palestina akan berpartisipasi dalam asosiasi ini sebagai tamu hingga persyaratan memungkinkannya menjadi anggota penuh. Kami belum menerima balasan," tambahnya.
Palestina berharap untuk dapat berpartisipasi dalam BRICS sebagai negara undangan sampai berbagai persyaratan untuk menjadi anggota penuh dipenuhi.
Pengajuan Palestina untuk bergabung dengan BRICS terjadi setelah sejumlah negara Barat, termasuk Prancis, Inggris, Australia, dan Kanada, menyatakan pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina. Pengakuan ini penting dalam konteks keberlanjutan bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza, di mana agresi Israel telah mengakibatkan lebih dari 65.000 kehilangan nyawa, mayoritasnya merupakan perempuan dan anak-anak.
Meskipun demikian, pengakuan dari negara-negara tersebut telah mendapat penolakan keras dari pemerintah Israel, yang melihatnya sebagai ancaman terhadap klaim teritorialnya.
Signifikansi BRICS dalam Politik Global
BRICS didirikan sebagai forum untuk menyeimbangkan pengaruh negara-negara Barat dalam urusan global. Kelompok ini bertujuan untuk menciptakan alternatif bagi negara-negara berkembang dan memberikan suara yang lebih besar kepada negara-negara Global South.
Sejak 2024, BRICS telah menambah anggota baru, termasuk Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran. Indonesia juga telah diterima sebagai anggota pada Januari 2025. Dengan keanggotaan Palestina, BRICS dapat memperkuat posisinya sebagai kekuatan multipolar di arena internasional, menanggapi tantangan dari dominasi negara-negara Barat.
Sambutan Positif dari China
China menyambut positif pendaftaran Palestina di BRICS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan dukungannya dan menyebut BRICS sebagai platform penting bagi kerja sama antara negara-negara berkembang.
China menegaskan komitmennya untuk membantu Palestina dalam kerangka kerja sama internasional ini. Guo juga menekankan bahwa BRICS mewakili sumber dorongan bagi multipolaritas dan demokrasi yang lebih besar di hubungan internasional.
