Pandemi dan Biang Keladi Ambruknya Kepatuhan Hukum di Berbagai Negara

28 Oktober 2022 09:52

Narasi TV

Ilustrasi neraca keadilan/ Reuters

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Akbar Wijaya

World Justice Project (WJP) merilis indeks "Rule of Law" atau kepatuhan hukum di 140 negara dunia. Hasilnya, 61% negara mengalami penurunan dalam 5 tahun berturut-turut.

“Rule of Law” melihat keadilan hukum. Hal ini menyangkut akuntabilitas penegak hukum serta kesetaraan dan kebebasan hak-hak sipil. Maka, pada dasarnya, ‘Rule of Law’ menjadi kunci demokrasi.

WJP menerapkan 44 indikator "Rule of Law" yang dikerucutkan ke dalam delapan nilai indeks: Pembatasan kekuasaan pemerintah, absensi korupsi, pemerintahan terbuka, hak-hak fundamental, ketertiban dan keamanan, penegakkan aturan, keadilan sipil, dan keadilan pidana. Skor sebuah negara dihitung dari gabungan nilai indikator-indikator tersebut.

Dua dari tiga negara mengalami penurunan “Rule of Law” di 2022 bahkan setelah mengalami penurunan di tahun 2021. 

Terjadi pelemahan akuntabilitas kekuatan eksekutif. Indikator “Pembatasan Kekuatan Pemerintah” dan sistem akuntabilitas penegak hukum juga menurun dalam 58% negara tahun ini.

Efeknya, hak asasi manusia ikut menurun. Indeks “hak-hak fundamental” menurun di dua dari tiga negara. “keadilan sipil” jatuh di 61% negara. Hal ini juga disebabkan oleh ketidakadilan penegakkan hukum serta diskriminasi dalam sistem keadilan sebuah negara. 

Pasalnya, penurunan “Rule of Law” paling drastis terjadi berkaitan dengan penigkatan otoritarianisme. Pembatasan kekuasaan bagi pemerintah dan penegak hukum jatuh di dua dari tiga negara. Hal ini menyangkut kelalaian akuntabilitas oleh yudisial, legislasi, dan juga media.

Dipengaruhi Pandemi

Pandemi COVID-19 menjadi salah satu pengaruh dalam tingkat aturan hukum. Aturan yang diterapkan mengatasi COVID-19, seperti lockdown, banyak menurunkan kepatutan hukum yang terjadi.

Misalnya, pembatasan darurat banyak membatasi kebebasan sipil dan bersifat menekan. Efeknya, keluarnya beberapa negara dari pandemi, "Rule of Law" pun relatif meningkat walaupun tren global tetap menunjukkan adanya penurunan.

Walaupun pembatasan hak-hak dan kebebasan sipil relatif meningkat dengan melonggarnya pembatasan pandemi COVID-19, tren penurunan "Rule of Law" terus terjadi.

Menurut Direktur Eksekutif WJP Elizabeth Andersen, tren pemerintahan otoriter terus-menerus menggerus aturan hukum bahkan sebelum pandemi.

“Kita keluar dari krisis kesehatan, tetapi tidak dari krisis pemerintahan. Hari ini, 4.4 juta orang tinggal di negara dimana ‘Rule of Law’ lebih lemah daripada tahun lalu” kata Andersen, Rabu (26/10/22).

Posisi Terendah dan Tertinggi

Laporan tahun 2022 mencatat skor terendah ‘Rule of Law’ yakni Sudan, Myanmar, Haiti, Afghanistan dan Nicaragua.

Posisi Myanmar bisa dikaitkan dengan jatuhnya kekuasaan Auu San Suu Kyi ke tangan junta militer sejak Februari 2022. Tahun 2022 juga merupakan tahun kedua pemerintahan Sudan mengalami transisi pemerintahan.

Human Rights Watch (22/07/22) juga mencatat bahwa kegagalan pemerintah dalam melindungi warga sipil dalam penyerangan di West Darfur, Sudan, pada Juni lalu menghasilkan 33,000 terusir dari rumahnya.

Pada ranking teratas, WJP mencatat Denmark, Norwegia, Finlandia, Swedia dan Belanda.Di sisi lain, Honduras, Kosovo, Belize, Moldova dan Amerika Serikat mengalami kenaikan skor ‘Rule of Law’ saat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemajuan ini menyangkut pergantian administrasi pemerintah setelah proses pemilihan yang terjadi. 

Posisi Indonesia

Tahun ini, skor ‘Rule of Law’ Indonesia tegolong menengah, menempati ranking ke 64 dari 140 negara dengan skor 0.53. Di antara negara-negara Asia Timur dan Pasifik, Indonesia menempati negara ke-9 dari 15 negara. Sedangkan, Singapur menempati posisi ke-4 dengan skor 0.78.

Indonesia mendapati ranking ke 93 dari 140 negara dalam indikator keadilan sipil. Selain itu, Indonesia tercatat sebeagai salah satu negara dengan korupsi terbesar, yaitu posisi 94 dari 140 negara dalam peringkat indikator absensi korupsi. 

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

KPK Tahan Hakim Agung Gazalba Saleh

TEKS

Jejak Teror Agus Sujatno Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Bandung

TEKS

Mentan Sebut Impor Beras Saat Stok Aman Bukan Persoalan

TEKS

Polisi Selidiki Motor Biru Berstiker ISIS dengan Tulisan KUHP Hukum Syirik di Polsek Astananyar Bandung

TEKS

Fakta-Fakta Seputar Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung

TEKS

Baru Pamer Penghargaan Swasembada, Kok Pemerintah Malah Impor Ratusan Ribu Ton Beras?

VIDEO TERKAIT

02:51

Sosok Calon Panglima TNI Yudo Margono yang Bakal Gantikan Andika Perkasa

02:42

Mahfud MD: Batal SP3, Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dilanjutkan

04:39

Jokowi Cemas Indonesia akan Kena Krisis Energi dan Lahirlah Aturan Ini

05:04

Piala Dunia Qatar 2022: Korupsi, Pelanggaran HAM & Seruan Boikot

04:07

Donald Trump Nyapres Lagi, Gimana Peluangnya?

08:02

Viral Ismail Bolong: Industri Tambang Lahan Korupsi

15:50

Akun WA Yosua Tiba-tiba Aktif, Lalu Keluar dari Grup Keluarga

01:42

140 Lebih Anak Diduga Tewas karena Keracunan Obat, Pakar: Gimana Pengawasan BPOM?

01:20

Laporan Polisi Bocor, Ratu Kripto Buronan FBI Kabur Bawa Rp60 Triliun

02:33

PRT Cianjur Disiksa, Disiram Air Cabai & Ditelanjangi Majikan. Pelaku Diduga ASN

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya