Peluang TikTok Shop Bekerja Sama dengan GOTO, Punya Kans Kembali Beroperasi

25 Oktober 2023 18:10 WIB

Narasi TV

Warga menonton siaran langsung pedagang yang menawarkan produk melalui media sosial Tiktok di Jakarta, Selasa (26/9/2023). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Perwakilan TikTok Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait peluang kemitraan dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam industri e-commerce di Indonesia. Pernyataan ini muncul setelah spekulasi oleh MayBank Sekuritas Indonesia.

"Kami belum memiliki tanggapan resmi saat ini," demikian pernyataan TikTok Indonesia dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (24/10/2023).

Perlu diingat, TikTok baru-baru ini menutup layanan TikTok Shop pada aplikasi mereka mulai 4 Oktober pukul 17.00 WIB. 

Meskipun demikian, TikTok menyatakan kesiapannya untuk berkonsultasi dengan Pemerintah Indonesia tentang rencana perusahaan di masa depan.

Menurut MayBank Sekuritas Indonesia, TikTok berpotensi untuk tetap beroperasi dalam bisnis e-commerce di Indonesia karena pasar di negeri ini sangat menguntungkan. Pandangan ini diperkuat oleh Jono Syafei, seorang analis dari Henan Putihrai Sekuritas.

“Tentu ada peluang besar bagi TikTok Shop untuk kembali beroperasi, tetapi mungkin akan melibatkan proses perizinan sesuai dengan regulasi yang berlaku," jelas Jono. 

CEO TikTok Shou Zi Chew sebelumnya telah mengungkapkan potensi besar pasar Indonesia saat kunjungannya ke Indonesia pada Juni.

Dalam kunjungan tersebut, Chew menyatakan, "Kami menganggap Indonesia sebagai rumah kami, bukan sekadar tujuan yang jauh. Oleh karena itu, kami ingin berinvestasi sesuai dengan peluang yang ada."

Dalam perkembangan terbaru, Chew dijadwalkan untuk bertemu dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki untuk membahas rencana bisnis TikTok di Indonesia. 

Namun, belum ada kejelasan apakah TikTok akan membuka platform e-commerce baru atau berinvestasi dalam platform e-commerce lokal, seperti Tokopedia.

Ada tiga opsi yang dapat diambil oleh TikTok untuk melakukan "comeback" di industri e-commerce, yaitu berkolaborasi dengan pemain yang sudah ada melalui API (Application Programming Interface), membangun platform e-commerce mereka sendiri, atau mengakuisisi pemain yang sudah ada.

Secara khusus, MayBank Sekuritas Indonesia lebih mendorong opsi kolaborasi dengan mitra yang sudah ada, dan GOTO dianggap sebagai mitra kolaborator yang ideal.

"Kami berpikir bahwa cara tercepat bagi TikTok Shop untuk kembali beroperasi adalah melalui kemitraan dengan pemain yang sudah ada," demikian pendapat MayBank.

Selain itu, GOTO mengalami penurunan harga saham karena rencana penjualan saham oleh tiga mantan petinggi Gojek Tokopedia, yaitu CEO Andre Sulistyo, co-founder Kevin Aluwi, dan co-founder serta Komisaris William Tanujaya. Situasi ini telah mempengaruhi harga saham GOTO.

Penurunan saham yang terjadi dua pekan lalu merupakan pencapaian terburuk dan bahkan hampir mencapai level terendah sepanjang masa, hampir mencapai Rp50. 

Kini, para analis pasar menyarankan para investor untuk menunggu dan melihat perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil tindakan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR