Rupiah Kian Melemah Hampir Sentuh Rp16 ribu, Apa Pengaruhnya Bagi RI?

25 Oktober 2023 10:10 WIB

Narasi TV

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Sumber: Antara.

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada awal pekan ini. 

Berdasarkan data Bloomberg, per Selasa (24/10/2023) siang ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.880 per dolar AS. 

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (23/10/2023) mencapai Rp15.883 per dolar AS, nyaris menyentuh angka Rp16.000. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan dampak dari berbagai kondisi global terkini, antara lain inflasi yang cukup tinggi di Amerika dan kondisi ekonomi yang masih kuat. 

Kondisi itu juga menyebabkan indeks dolar AS (DXY) menguat di angka 106. Padahal sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut indeks dolar AS berada di angka 93. 

"Berarti dolar menguat secara global," ujar Menkeu Sri Mulyani pada Senin (23/10/2023).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal serupa. Airlangga menilai kuatnya indeks dolar AS terefleksikan dari depresiasi yang dialami oleh mata uang banyak negara lainnya. 

"Ini bukan rupiah melemah, dolar AS menguat. Karena itu ke semua negara," kata Airlangga pada Selasa (24/10/2023) seperti dilansir dari Kompas.com

Sinkronisasi kebijakan moneter

Untuk meminimalisasi dampak dari kondisi di Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan akan terus melakukan sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal. 

"Kita akan terus menyinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemacunya adalah negara seperti AS, dampaknya bisa kita mitigasi dan kita minimalkan baik terhadap nilai tukar, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sistem keuangan. Itu akan terus kita lakukan secara intensif," kata Menkeu. 

Pada kesempatan terpisah, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat terdepresiasi pada Senin kemarin tidak mengganggu sektor riil dan keuangan dalam negeri. 

Menurut Jokowi, Indonesia justru patut bersyukur sebab pertumbuhan ekonomi masih berada di atas 5 persen di tengah kondisi perekonomian global yang melemah. 

"Kemudian kalau kita lihat persentase depresiasi mata uang kita, juga masih aman. Aman untuk sektor riil untuk sektor keuangan, dan aman untuk inflasi," kata Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Investor's Daily Summit 2023 di jakarta,Senin (23/10/2023).

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR