Perbedaan Peringatan Wafat dan Kenaikan Yesus Kristus

7 Mei 2024 18:05 WIB

Narasi TV

Ilustrasi kenaikan Yesus Kristus. Sumber: ANTARA.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Peringatan Kenaikan Yesus Kristus tinggal menghitung hari. Hari raya umat Kristiani tersebut masih termasuk dalam rangkaian 40 hari setelah Paskah. Lantas, apa perbedaan peringatan Wafat Yesus Kristus dan Kenaikan Yesus Kristus?

Sepanjang Maret-Mei 2024, umat Kristiani memperingati rangkaian hari Paskah dan Pentakosta (kenaikan Yesus Kristus). Rangkaian tersebut merupakan sejarah iman umat Kristiani yang saling berhubungan satu sama lain.

Pada Jumat, 29 Maret 2024, umat Kristiani memperingati Hari Raya Jumat Agung. Kemudian pada Minggu, 31 Maret 2024 diperingati sebagai Hari Raya Paskah. 40 hari setelah itu, umat Kristiani akan memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Masing-masing hari memiliki definisi dan arti penting yang berbeda. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa ada yang masih bingung terkait perbedaannya. Berikut penjelasan perbedaan antara hari wafat, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus.

Perbedaan Wafat dan Kenaikan Yesus Kristus

Wafatnya Yesus Kristus diperingati sebagai Jumat Agung oleh umat Kristiani. Setelah diadili di hadapan Pontius Pilatus, Yesus harus berjalan sambil memikul kayu salib ke Bukit Golgota. Sesampainya di sana, Yesus disalibkan bersama dua penjahat.

Ia wafat di hari yang sama setelah mengalami gagal jantung. Air dan darahnya mengucur akibat luka yang timbul dari tombak salah seorang prajurit Romawi. Ia menusukkan tombak tersebut tepat di lambung Yesus. Setelah itu, Yesus diturunkan dan dimakamkan di sebuah goa. 

Pada hari Minggu, Maria Magdalena berkunjung ke makam Yesus. Betapa terkejutnya Maria mendapai kubur yang kosong dan batu yang terguling. Tubuh Yesus tidak ada di sana.

Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga,” (Lukas 24:6-7).

Kebangkitan Yesus tersebut diperingati sebagai Minggu Paskah. Ia bangkit, melakukan mujizat, dan menampakkan wujud-Nya di hadapan para murid-Nya. 

Kedatangan Yesus disambut sukacita. Ini menjadi bukti bahwa Yesus berhasil melawan alam maut. Para murid pun semangat dan semakin yakin akan kuasa Tuhan. Sayangnya, peristiwa ini hanya terjadi selama 40 hari saja.

Yesus berpesan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan kembali ke Surga. Mereka berpisah setelah para murid dibawa keluar Kota Yerusalem hingga dekat Betania. Sebelum berpisah, Yesus memberkati para murid.

Peristiwa inilah yang disebut sebagai Kenaikan Yesus Kristus. Ia kembali ke Surga, tempat-Nya berada bersama orang-orang yang percaya kepada-Nya. Hal ini tertulis dalam Yohanes 14:3 yang berbunyi:

“Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada,”.

Kenaikan Yesus Kristus menjadikan ibadah umat-Nya semakin bermakna. Mereka percaya akan kuasa Allah dan bertekad mewartakan Injil kepada sesama dengan penuh tanggung jawab.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR