Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) adalah salah satu tahapan dalam CPNS. Tahapan ini terdiri dari SKB CAT (Computer Assisted Test) dan SKB non-CAT.
Perbedaan tes SKB CAT dan SKB non-CAT terletak pada sistem yang digunakan dalam memproses hasil tes.
Tes SKB CAT menggunakan sistem berbasis komputer yang dikembangkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memproses hasil tes.
Dalam metode ini, peserta CPNS dapat langsung mengetahui hasil tes setelah menyelesaikan ujian.
Sementara itu, SKB non-CAT tidak menggunakan sistem komputer dan lebih bersifat tradisional.
SKB non-CAT biasanya melibatkan berbagai jenis tes, seperti wawancara, ujian praktik, serta tes kesehatan fisik dan mental.
Pelaksanaan SKB CAT dan non-CAT
Proses pelaksanaan SKB CAT melibatkan beberapa tahapan. Pertama, peserta harus mendaftar dan memilih jadwal serta lokasi ujian melalui sistem online.
Selanjutnya, peserta akan diberikan akses untuk mengikuti tes sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Setiap peserta akan memiliki waktu tertentu untuk menyelesaikan soal, dan segera setelah ujian selesai, hasil akan langsung ditampilkan di layar.
Sementara itu, prosedur dalam SKB Non-CAT lebih beragam tergantung jenis tes yang diadakan.
Peserta biasanya harus mengikuti tahapan pendaftaran yang sama, namun pelaksanaan tes dapat mencakup sesi wawancara, ujian praktik, dan penilaian kesehatan.
Setiap instansi memiliki kebijakan tersendiri mengenai pelaksanaan tes dan penilaian, yang sering kali membutuhkan waktu lebih panjang untuk mendapatkan hasil.
Waktu dan lokasi pelaksanaan SKB juga biasanya berbeda antara CAT dan Non-CAT. SKB CAT biasanya dijadwalkan oleh BKN, dengan lokasi yang tersebar di berbagai daerah untuk memudahkan peserta.
Namun, jadwal dan lokasi SKB non-CAT dapat bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing instansi dan jenis jabatan yang dilamar.
Bobot penilaian dalam SKB CAT dan non-CAT
Pembobotan nilai dalam SKB CAT dan non-CAT juga berbeda, berikut ulasannya:
Struktur bobot nilai SKB CAT
Dalam SKB CAT, struktur bobot penilaian ditentukan oleh BKN. Umumnya, nilai dari SKB CAT memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan tes lainnya yang mungkin diadakan dalam rangka SKB.
Total bobot untuk SKB CAT bisa mencapai 60% dari total nilai yang diperlukan untuk kelulusan.
Penjelasan bobot SKB non-CAT
Bobot penilaian untuk SKB non-CAT juga diatur sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi.
Namun, umumnya, SKB Non-CAT memberikan bobot penilaian yang berbeda seperti bobot maksimum sebesar 50% dari total penilaian.
Setiap jenis tes dalam SKB Non-CAT memiliki bobot yang diatur sesuai dengan kompleksitas dan relevansinya terhadap jabatan yang dilamar, termasuk kemungkinan evaluasi terhadap kemampuan wawancara dan praktik kerja.
Perbandingan bobot antara SKB CAT dan SKB Non-CAT menunjukkan bahwa SKB CAT cenderung memberikan bobot yang lebih obyektif dan terstandarisasi, sementara SKB non-CAT memiliki karakteristik penilaian yang bersifat lebih subjektif.
