Seorang pria berkewarganegaraan Korea Selatan diamankan di unit apartemen yang menjadi lokasi jatuhnya petugas Imigrasi Jakbar, TF (23), dari lantai 19.
Warga negara (WN) Korsel berinisial KH itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Iya, tersangka," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Samian, Selasa (31/10/2023) seperti dilansir dari Kompas.com.
Saat ini, KH telah ditahan atas kasus pengancaman terhadap petugas sekuriti.
KH yang saat kejadian berada di unit apartemen bersama TF diketahui sempat mengancam petugas sekuriti dengan senjata setelah TF jatuh dari lantai 19.
"Di situ (mengancam) kepada sekuriti. Petugas sekuriti sudah tahu korban jatuhnya dari mana. Pada saat mau dicek ke dalam kamar, (sekuriti) diancam dengan senjata tajam oleh pelaku," terang Sarmian.
Untuk sementara, KH dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan.
Pernah dideportasi
WN Korsel berinisial KH yang berada di lokasi tewasnya TF rupanya pernah dideportasi.
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut KH pernah ditahan di rumah detensi Imigrasi Jakbar selama 3 tahun sebelum dideportasi karena pelanggaran keimigrasian.
Namun, KH kembali masuk ke Indonesia dalam keadaan sudah memiliki dokumen lengkap.
Dugaan pembunuhan
Hengki menyebut pihaknya kini tengah mendalami hubungan KH dengan TF, termasuk motif TF mendatangi apartemen tersebut sebelum ditemukan tewas terjatuh dari lantai 19.
"Sekarang sedang dalam penyelidikan apakah terkait dengan pembunuhan (homicide) atau bunuh diri atau kecelakaan dan sebagainya," katanya.
Hengki juga telah mengerahkan tim gabungan dari laboratorium forensik (labfor), kedokteran forensik, dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sebelumnya, seorang petugas imigrasi berinisial ditemukan tewas usai terjatuh dari lantai 19 apartemen di kawasan Ciledug, Tangerang.
Korban ditemukan tewas di lantai dasar apartemen pada Jumat (27/10/2023) sekitar pukul 02.30 WIB.
Tubuh korban pertama kali ditemukan oleh seorang petugas sekuriti yang mendengar suara pecahan kaca dan teriakan seseorang.
