Advertisement

Partai di Spanyol Kecam Sikap Bungkam Eropa Soal Genosida Israel ke Warga Palestina

29 November 2023 18:19 WIB

thumbnail-article

Seorang warga Palestina berjalan di antara puing-puing saat mereka memeriksa rumah-rumah yang hancur akibat serangan Israel, di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas, di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Senin (27/11/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/rwa. .

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

 
Ione Belarra, Sekretaris Jenderal Partai Podemos di Spanyol mengkritik masyarakat internasional yang bungkam atas genosida yang dilakukan tentara Israel terhap rakyat Palestina.
 
Pemimpin partai berhaluan kiri di Spanyol itu sebelumnya menjabat menteri sosial.
 
Dalam acara pada Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina yang diselenggarakan Podemos, Selasa (28/11/2023) mengecam Eropayang tak memberikan tekanan sosial, politik, ekonomi, diplomatik dan hukum kepada Israel. 
 
Menurut Belarra sikap itu membuat Eropa tidak berhak menguliahi siapa pun mengenai hak asasi manusia. Dia menolak kebijakan "kolonial" Israel terhadap warga Palestina.
 
"Mengapa Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina tapi kebal dari hukum," tanya Belarra.
 
Belarra mengatakan genosida sistematik warga Palestina oleh Israel dimulai jauh sebelum 7 Oktober. Dia menegaskan genosida itu harus diakhiri.
 
Belarra menyeru pemerintah-pemerintah di Eropa agar berlaku adil, dengan menyatakan mereka seharusnya menjatuhkan sanksi kepada Israel seperti yang mereka terapkan kepada Rusia yang memerangi Ukraina.
 
"Pemerintah Eropa seharusnya tidak terlibat dalam genosida ini," sebut dia.
 
Dia menandaskan Israel "telah melakukan pembantaian yang tidak manusiawi dan masyarakat internasional tetap bungkam mengenai hal itu," Belarra menuduh media-media besar bertindak seolah-olah rakyat Palestina tidak punya nama atau keluarga saat melaporkan warga Israel yang mati.
 
Dia mengulang kembali seruannya memutus total hubungan diplomatik engan Israel. Israel melancarkan serangan militer besar-besaran di Jalur Gaza setelah Hamas menyerang mereka pada 7 Oktober.
 
15.000 warga Palestina terbunuh, termasuk 6.150 anak-anak dan 4.000 wanita, akibat serangan Israel itu. Sedangkan jumlah korban jiwa di pihak Israel mencapai 1.200 orang.
Sumber: Anadolu via Antara

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement