Prabowo dan Anies Rela ke Pengandaran, Apa yang Bikin Susi Pudjiastuti Jadi Magnet Politik?

28 Juli 2023 17:07 WIB

Narasi TV

Susi Pudjiastuti/ ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Penulis: Dzikri N. Hakim

Editor: Akbar Wijaya

Bakal calon presiden (bacapres) dari Gerindra Prabowo Subianto dan bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies R. Baswedan baru-baru ini melanggeng ke Pangandaran untuk menemui Menteri Kemaritiman, Kelautan, dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti.

Prabowo menemui Susi lebih dulu, yakni pada Senin (17/7/2023) lalu. Ia tiba di Pangandaran dengan pesawat Susi Air.

Kedatangan Prabowo di Pangandaran disambut warga dari kalangan nelayan, ibu-ibu, pelajar; serta mahasiswa dari Politeknik Kelautan dan Perikanan. Ia juga sempat diteriaki “Presiden” oleh massa yang menyambut.

Prabowo datang memenuhi undangan Susi untuk melepas 200 tukik dan bersih-bersih pantai Pangandaran. Didampingi Susi, Menteri Pertahanan itu juga menyerahkan bantuan sebanyak 20 unit mesin kapal kepada para nelayan Pangandaran.

Ia kemudian sempatkan mampir ke kediaman Susi untuk melakukan santap makanan. Kelakarnya, ia takut ditenggelamkan bila tak mencicipi hidangan yang dibuat Susi. Di akun instagramnya Prabowo memuji pemilik maskapai Susi Air itu sebagai salah satu perempuan tanah air yang hebat.

"Saya melihat Ibu Susi ini juga salah satu wanita hebat yang peduli terhadap nasib rakyat Indonesia," tulis Prabowo di Instagram.

Meski begitu, keduanya sempat menyangkal ada pembicaraan soal cawapres dalam perjumpaan mereka.

"Enggak ada lah, masa pak Prabowo sampai memutuskan begitu. Prabowo enggak cukup gila untuk ambil orang gila," kata Susi, Senin (17/7/2023).

Prabowo yang berjalan di samping Susi sontak tertawa, seraya meminta agar tidak ditanya soal politik.

"Jangan bahas politik terlalu banyak ya," pinta Prabowo.

"Iya, jangan korek-korek," timpal Susi.

Sepekan berselang, Senin (24/7/2023) giliran Anies Baswedan berkunjung ke Pangandaran untuk menemui Susi. Alasannya, karena perempuan dengan jargon “tenggelamkan” itu merupakan sahabatnya sejak lama.

Kesan sahabat juga kian tampak tatkala ia juga diketahui sempat bermalam di kediaman Susi di Pangandaran. Anies mengatakan, banyak obrolan yang dibahas dalam perjumpaannya dengan Susi. Termasuk soal politik.

Namun, ia menolak untuk menjawab saat ditanya mengenai apakah ada perbincangan soal cawapres dengan Susi.

"Jadi, berbicaranya santai dan bermacam-macam, ada yang serius, ada yang penuh dengan senda gurau, ada juga soal politik, ada juga soal sosial," ucap Anies di Villa Woody, Pangandaran, Selasa (25/7/2023).

Susi juga tak menampik adanya pembicaraan soal politik saat berjumpa Anies. 

"Berbincang banyak hal dengan Pak Anies Baswedan, mulai dari membuat minyak kemiri, simulator pesawat, pentingnya selalu membawa tumbler, keadaan nelayan di Pangandaran, sampai survival kit di rompi saya," kata Susi usai bertemu Anies, Selasa (25/7/2023).

“Soal politik sedikit. Terlalu banyak [pembicaraan], jadi lupa,” ungkapnya.

Pasca mendapat kunjungan dari Prabowo dan Anies, nama Susi kembali mencuat menjadi sorotan publik lantaran banyak pihak yang menyebut dirinya cocok untuk menjadi cawapres.

Magnet Politik Susi

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin menyebut Susi kehadiran Prabowo dan Anies menunjukan Susi memiliki magnet politik. Sebab selain pernah mengisi pos menteri, Susi memiliki beberapa daya tawar yang bisa dikapitalisasi sebagai suara.

“Karena dia tokoh perempuan, lalu juga kekuatan finansial punya, dia juga emak-emak, artinya pendukungnya juga banyak, begitu,” kata Ujang kepada Narasi, Rabu (26/7/2023).

Ujang menjelaskan, Susi juga memiliki pengaruh politik di Pangandaran. Sehingga, ia punya basis pendukung dengan jumlah banyak, terutama dari kalangan nelayan.

Menurutnya, Susi juga merupakan tokoh yang bisa dipandang sebagai representasi Jawa Barat.

“Kalau dilihat representasi Jawa Barat, iya. Representasi tokoh Jawa Barat yang ada di tingkat Nasional kan begitu. Jadi kalau kita lihat Jawa Barat punya tingkat pemilih tertinggi, iya,” ungkapnya.

Belum Cukup Dijadikan Cawapres

Namun demikian Ujang menilai kelebihan itu belum cukup untuk menjadi Susi sebagai cawapres.

“Tapi kalo scoop-nya Pangandaran saja tidak cukup dong, perlu diperluas dukungannya bagi seluruh rakyat Indonesia. Kan daerah pemilihannya di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Ujang juga menuturkan, masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki Susi bila ingin menjadi cawapres. Terutama, soal elektabilitas yang rendah.

“Elektabilitasnya [Susi] kan rendah, kurang, tidak cukup untuk bersaing menjadi cawapres. Itu harus dihitung,” tegas Ujang.

Ia juga menegaskan, bagaimanapun tingginya elektabilitas merupakan indikator utama bagi seseorang yang ingin menjadi cawapres.

Berdasarkan rekaman survei Indikator Politik Indonesia (IPI) pada 20-24 Juni 2023, nama Susi masuk dalam simulasi 22 nama cawapres semi terbuka. Elektabilitasnya berada di angka 0,8 persen dan bercokol di posisi ke-12.

Sementara pada simulasi 17 nama cawapres, Susi memiliki elektabilitas 1 persen dengan menempati posisi kesembilan dalam survei itu. Survei itu melibatkan 1.220 orang responden dengan toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen, serta tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Selain itu, dalam survei rilisan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada  April 2023. Susi menjadi satu dari 17 nama calon wakil presiden lainnya. Susi menempati posisi ke-11 dalam daftar itu, dengan elektabilitas sebesar 0,9 persen.

Survei tersebut melibatkan 1.220 orang responden. Dengan toleransi survei ini adalah kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dilirik Menjadi Timses

Ujang menilai ada potensi Susi akan ditawarkan sebagai bagian dari tim sukses Anies atau Prabowo.

“Kemungkinan jadi cawapres sulit, karena elektabilitas rendah. Jadi ya [kemungkinan] jadi tim sukses. Kalau jadi tim sukses kan paling tidak untuk memenangkan Pangandaran atau Jawa Barat kan itu,” kata Ujang.

Terlebih, menurutnya, hadirnya Susi sebagai tim sukses bisa membantu untuk raup suara di Jawa Barat yang notabene merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbesar.

“Apalagi dia ibu-ibu kan, tentu punya the power of emak-emak begitu,” ucapnya.

Menurut Ujang, dengan hadirnya Susi di kubu Anies atau Prabowo juga bisa menggeser arah dukungan di Pangandaran yang diketahui merupakan lumbung suara PDIP pada Pemilu 2019 lalu.

“Sekarang kalau misalkan Susi dukungnya Anies atau Prabowo, kan bisa aja ada pergeseran dukungan,” ujarnya.

Diketahui, Pangandaran dikenal sebagai kantong basis massa PDI Perjuangan pada pemilu 2019. Partai dengan logo banteng itu berhasil menguasai DPRD Pangandaran dengan raihan kursi sebanyak 15 dari 40 kursi.

Sedangkan untuk Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf Amin yang didukung PDI Perjuangan mendulang 164.073 suara atau sebanyak 62,86 persen.  Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mesti puas dengan capaian 96.943 suara atau sebanyak 37,14 persen.

Selain itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP. Pada akhir Mei 2023 lalu, sejumlah nelayan di Pangandaran mendeklarasikan diri mendukung pencalonan Ganjar Pranowo sebagai bakal capres dari PDIP. 

Acara tersebut berlangsung di Pantai Muaragatah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Terkait, Susi akan bergabung ke pihak mana nantinya, Ujang menyebut hal itu tergantung dinamika yang akan terjadi.

Menurutnya, Susi juga kemungkinan akan menilai, pihak manakah yang lebih potensial untuk menang. “Kan bisa jadi Bu Susi punya target jadi menteri. Atau nanti kalau jadi tim sukses nanti kalau menang kan bisa jadi ditawarin menteri, kan bisa-bisa saja,” ujarnya.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR