Nama Billy Mambrasar sempat menjadi sorotan warganet terkait beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia diduga menjalani pendidikan S2 dengan beasiswa tersebut meski sudah punya gelar serta menunda studi dalam waktu lama. Berikut profil Billy Mambrasar, staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo.
Salah seorang warganet di X (Twitter) mengungkapkan kebingungan soal Billy Mambrasar. Ia disebut menjalani S2 di Harvard University menggunakan beasiswa LPDP.
Padahal, Billy telah memiliki gelar S2 lain. Hal tersebut dianggap melanggar aturan LPDP yang mana hanya memberikan beasiswa ke jenjang pendidikan yang belum ditempuh.
Baca Juga:Tiga Film Indonesia Raih Penghargaan di Bucheon International Fantastic Film Festival Korea
Billy lantas angkat bicara. Ia menegaskan bahwa gelar master di Harvard University diperoleh menggunakan beasiswa Tanoto Foundation. Kala itu, ia tengah menyelesaikan studi Pembangunan Manusia dan Psikologi pada Juni 2020 hingga Agustus 2022.
Namun, Billy kembali dipermasalahkan terkait lamanya menunda studi dengan beasiswa LPDP yang diperoleh pada 2017.
Ia dinilai menyalahi aturan LPDP karena menunda studi selama enam tahun setelah diangkat sebagai stafsus Presiden Joko Widodo pada akhir 2019.
Profil Billy Mambrasar
Gracia Billy Mambrasar atau akrab disapa Billy lahir pada 17 Desember 1988 di Serui, Kepulauan Yapen, Papua.
Namanya mulai dikenal ketika ditunjuk menjadi salah satu dari tujuh stafsus Joko Widodo. Ia menyebut ingin memajukan Indonesia dimulai dari Papua.
Ia berasal dari keluarga dengan ekonomi yang kurang memadai. Ayahnya adalah seorang guru, sementara ibunya berjualan kue dan makanan di pasar. Setiap hari, ibunya bangun pagi sekali untuk membuat kue dan menjajakannya ke pasar.
Billy juga turut membantu menjajakan kue buatan ibunya. Segala macam cara dilakukan agar kuenya laku tak tersisa. Sebab, jika kue tersebut tidak habis, maka tidak bisa dijual kembali keesokan harinya.
Keterbatasan ekonomi dan fasilitas belajar tidak menghalangi Billy untuk meraih impiannya. Ia berusaha untuk menjadi siswa berprestasi agar bisa mendapatkan beasiswa.
Terbukti, ia mendapatkan beasiswa menempuh pendidikan SMA di Jayapura. Kemudian mendapatkan beasiswa afirmasi dan Dana Otonomi Khusus dari pemerintah untuk melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari situ, ia meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dan Perminyakan.
Pasca lulus, Billy bekerja di sebuah perusahaan minyak dan gas asal Inggris. Namun, ia gelisah karena melihat banyaknya anak-anak Papua yang kurang beruntung. Ia pun mendirikan Yayasan Kitong Bisa untuk mendukung pendidikan anak-anak Papua tersebut.
Pada 2013, Billy kembali mengambil gelar Master of Business Administration di The Australian National University. Kemudian mengambil gelar Master of Science pada 2017. Kini, Billy tengah menyelesaikan studi doktoral di University of Pennsylvania.
