Dyah Roro Esti Widya Putri resmi dilantik Prabowo Subianto untuk jadi Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) dalam Kabinet Merah Putih. Dyah akan menjadi Wamendag untuk periode 2024-2029.
Sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih, Dyah Roro menjadi wakil menteri termuda dalam kabinet bikinan Prabowo tersebut. Ia dilantik jadi wakil menteri pada usia 31 tahun.
Status sebagai politikus muda memang melekat dalam diri Dyah Roro. Sebelum jadi wakil menteri termuda, ia juga merupakan salah-satu anggota DPR RI periode 2019-2024 termuda.
Dalam periode jabatan tersebut, nama Dyah Roro termasuk dalam 10 anggota DPR RI termuda setelah dilantik pada usia 26 tahun.
Lantas, bagaimana profil politikus dari Partai Golkar ini?
Profil Dyah Roro
Bernama lengkap Dyah Roro Esti Widya Putri, dia lahir pada 25 Mei 1993. Dia merupakan putri dari Satya Widya Yudha, politisi Golkar yang jadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019.
Mengikuti jejak ayahnya, Satya Widya Yudha, Dyah Roro pun bergabung menjadi politisi Partai Golkar dan berhasil jadi anggota DPR RI serupa ayahnya.
Tak hanya cemerlang di dunia politik, Dyah Roro juga memiliki pencapaian yang gemilang di dunia pendidikan.
Selain seorang politikus, Dyah Roro dikenal sebagai seorang ahli lingkungan dan aktivis yang tumbuh di lingkungan pendidikan internasional.
Dyah meniti pendidikan tingginya di bangku kuliah di Manchester University dalam bidang Ekonomi dan Sosiologi. Dia juga sudah menyelesaikan kursus pascasarjana di Universitas Harvard.
Penerima beasiswa LPDP PK-41 ini mendapat gelar M.Sc dari pendidikannya di Imperial College London dalam bidang Teknologi Lingkungan. Selama belajar dia fokus pada Manajemen Polusi.
Begitu menyelesaikan pendidikannya, bersama adiknya Satya Hangga Yudha, dia mendirikan Indonesian Energi dan Environmental Institute (IE2I).
IE2I adalah sebuah lembaga yang berdedikasi dalam meningkatkan kesadaran publik akan bahayanya perubahan iklim dan pemanasan global.
Lembaga IE2I berbasis di Jakarta. Dalam lembaga itu Dyah Roro menjabat sebagai Direktur Eksekutif IE2I pada tahun 2016 hingga 2019.
Terjun ke politik, Dyah Roro bergabung dengan partai yang sama dengan ayahnya.
Selama proses pencalonan, Dyah Roro menjadi calon legislatif DPR di daerah pemilihan Jawa Timur X, yakni mencakup kabupaten Gresik dan Lamongan.
Selama menjabat di Senayan, Dyah Roro telah menduduki beberapa posisi. Pada tahun 2022 dia didapuk menjadi Wakil Ketua Dewan Pembina Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan juga Ketua GKSB Peru-Indonesia serta Bendahara Umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Sementara di partainya, Golkar, dia aktif menjadi Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar.
Pada tahun 2024, Dyah Roro mendapat undangan dari pertemuan IMF-World Bank yang diadakan di Washington DC, Amerika Serikat. Dia menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan bergengsi tersebut. Dalam ceramahnya dia memaparkan betapa pentingnya mengembangkan sektor ekonomi hijau.
Mampu menunjukkan prestasinya di bidang politik dan sosial, pada tahun 2024, Dyah Roro dianugerahi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Award, sebuah penghargaan yang diberikan pada anggota dewan yang dirasa beretika tinggi dalam menjalankan tugas dan fungsinya, serta mampu menyuarakan aspirasi rakyat.
