Ian Ethan Maatsen menjadi salah satu pemain luar yang tengah disorot para pencinta sepak bola Indonesia akhir-akhir ini. Hal ini lantaran, Maatsen disebut-sebut memiliki garis keturunan Indonesia dan bisa saja dinaturalisasi menjadi WNI jika dia tertarik.
Semua itu semakin diperkuat dengan karier sepak bolanya yang cemerlang. Maatsen pernah memperkuat beberapa tim elite Eropa seperti Chelsea, Borussia Dortmund, dan Aston Villa. Ditambah saat ini ia tak kunjung dipanggil oleh Ronald Koeman untuk membela Timnas Belanda di UEFA Nations League 2024.
Profil Ian Maatsen
Ian Ethan Maatsen lahir pada 10 Maret 2002 di Vlaardingen, Belanda. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Edward Maatsen dan Wendy Schuitemaker. Ayahnya memiliki latar belakang di Angkatan Laut Belanda dan Kementerian Pertahanan, sementara ibunya berasal dari Suriname dengan garis keturunan Indonesia.
Karier sepak bola Ian Maatsen dimulai di akademi sepak bola lokal, SV CWO Vlaardingen, saat ia berusia tujuh tahun. Pada tahun 2009, ia pindah ke akademi Feyenoord, di mana ia mengembangkan keterampilannya selama hampir empat tahun.
Kemudian, Maatsen juga berlatih di akademi Sparta Rotterdam dan PSV Eindhoven, dua klub terkemuka di Belanda. Talenta Maatsen segera menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Pada 2018, Ian bergabung dengan akademi Chelsea setelah menunjukkan bakat yang mengesankan di level junior. Keputusan untuk pindah ke Inggris memberikan kesempatan bagi Maatsen untuk bersaing di salah satu liga terbaik di dunia.
Debutnya di tim utama Chelsea terjadi pada September 2019 dalam pertandingan EFL Cup, meskipun ia menyadari bahwa kesempatan bermain secara reguler di Chelsea membutuhkan waktu dan kesabaran.
Perjalanan Karier di Sepak Bola
Setelah debutnya, Maatsen tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain di Chelsea dan mulai menjalani masa pinjaman dengan beberapa klub di Inggris. Pada 2020, ia dipinjamkan ke Charlton Athletic, di mana ia mencetak gol pertamanya di liga.
Hal ini membangun kepercayaan dirinyanya dan membuka jalan untuk masa peminjaman lainnya yang lebih sukses. Selanjutnya, ia dipinjamkan ke Coventry City, di mana ia tampil hampir di setiap pertandingan.
Kemampuannya dalam bertahan dan menyerang menjadi sangat terlihat, dan ia berhasil menjadi salah satu pemain kunci di sana.
Puncak kesuksesan Maatsen terjadi ketika ia dipinjamkan ke Burnley pada musim 2022-2023. Di Burnley, ia berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan klub dalam meraih gelar juara EFL Championship dan kembali promosi ke Premier League.
Penampilannya mengesankan membuatnya masuk ke dalam Championship Team of the Season, pengakuan atas performanya yang luar biasa selama musim tersebut.
Pada Januari 2024, Maatsen memulai petualangan baru setelah bergabung dengan Borussia Dortmund. Pemain muda ini mendapatkan kesempatan untuk tampil di Bundesliga dan menunjukkan kemampuannya di tingkat yang lebih tinggi.
Di sana, ia tidak hanya terlibat dalam liga domestik, tetapi juga berpartisipasi dalam kompetisi Eropa, membantu Dortmund mencapai final Liga Champions.
Meskipun prestasi yang cemerlang di level klub, perjalanan Maatsen di timnas Belanda tidak semulus yang diharapkan. Sejak bergabung dengan tim nasional U-15 hingga U-21, ia selalu berusaha mendapatkan tempat di tim senior.
Namun, pelatih Ronald Koeman lebih memilih untuk menggunakan pemain berpengalaman lain di posisi yang sama, mengakibatkan Maatsen harus menunggu lebih lama untuk kesempatan tersebut.
Kekecewaan Maatsen semakin mendalam setelah ia tidak dipanggil untuk tim senior Belanda menjelang beberapa pertandingan penting, termasuk Nations League.
Keputusan ini memicu spekulasi bahwa Maatsen mungkin akan mempertimbangkan untuk berpindah kewarganegaraan dan membela Timnas Indonesia, mengingat garis keturunannya.
Peluang Ian Maatsen Bersama Timnas Indonesia
Dengan pencapaian dan pengalamannya di liga top Eropa, Maatsen memiliki potensi untuk dinaturalisasi dan bergabung dengan Timnas Indonesia. Proses ini akan memerlukan kerjasama antara PSSI dan pihak terkait, mengingat Maatsen telah berpartisipasi dengan tim nasional Belanda di level yang lebih muda.
Bila Maatsen memutuskan untuk bergabung, ia bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi Timnas Indonesia. Keberadaannya di lini pertahanan akan menjadi aset berharga, mengingat pengalaman internasional dan gaya bermainnya yang agresif. Ia dapat membantu meningkatkan kualitas tim dan membawa pengaruh positif dalam pelatihan dan perkembangan pemain lainnya.
Dukungan dari penggemar sepak bola Indonesia juga menjadi faktor penting. Banyak fans berharap bahwa keputusan Maatsen untuk membela Timnas Indonesia dapat terwujud.
Kehadirannya di dalam tim nasional tidak hanya akan meningkatkan kemampuan dan strategis permainan, tetapi juga akan menarik perhatian media, membawa visibilitas lebih besar bagi sepak bola Indonesia di pentas internasional.
Perjalanan Ian Maatsen layak untuk dicermati. Dengan bakat dan potensi yang dimiliki, ia dapat menjadi bagian integral dalam perkembangan sepak bola Indonesia dan menorehkan prestasi di tingkat global.
