Advertisement

Profil Moon Jae In, Mantan Presiden Korea Selatan yang Menjadi Tersangka Kasus Suap

22 September 2024 07:00 WIB

thumbnail-article

Dokumentasi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memberikan pidato saat "Business Luncheon" dalam forum bisnis Indonesia-Korea Selatan di Jakarta, Kamis (9/11/2017). Sumber: ANTARA. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Mantan presiden Korea Selatan, Moon Jae In, dijadikan tersangka kasus suap. Kasus ini menjadi perhatian hingga dunia internasional. Lalu siapakah Moon Jae In dan kasus apa yang menjeratnya?

Moon Jae In adalah presiden Korea Selatan ke-17 yang menjabat pada tahun 2017 hingga tahun 2022. Ia lahir di sebuah kamp pengungsian di Gyeongsang Selatan, Pulau Geoje pada 24 Januari 1953.

Sebelum menjadi presiden, Moon Jae In menjabat sebagai pemimpin Partai Demokrat Korea yang beraliran liberal pada 2015-2016. Moon Jae In juga dikenal sebagai lawyer dan aktivis hak sipil Korea Selatan.

Moon Jae In baru saja tersandung skandal dan ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan suap untuk membantu menantunya mendapatkan posisi di salah satu maskapai penerbangan di Korea Selatan.

Moon Jae In memiliki latar belakang dari keluarga pengungsi yang lari dari Korea Utara menjelang serangan musim dingin Tiongkok tahun 1950 saat Perang Korea. Keluarga Moon Jae In termasuk diantara 100.000 warga sipil yang dievakuasi dari Hungnam Korea Utara selama Christmas Cargo menjelang berakhirnya pertempuran Waduk Chosin.

Masa muda dan perjalanan politik

Pada masa mudanya, Moon Jae In bergabung dengan Kyung Hee University di Seoul tepatnya pada 1972. Di sana ia aktif dalam pergerakan mahasiswa yang menentang rezim Otoriter Presiden Park Chung Hee. Ia bahkan ditahan dan dikeluarkan dari Kyung Hee University karena keterlibatannya dalam gerakan mahasiswa.

Pada 1975, ia bergabung dengan program wajib militer Korea Selatan. Pada saat pengabdiannya bersama militer Korea Selatan, terjadi insiden terbunuhnya dua tentara Amerika Serikat oleh militer Korea Utara.

Setelah pengabdian wajib militernya berakhir pada 1978, Moon Jae In kembali ke Kyung Hee dan mendapat gelar di bidang hukum. Ia kemudian berduet bersama Roh-Mo Hyun mendirikan kantor legal di Seoul, Korea Selatan.

Mereka berdua dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia (HAM) dan sering membela gerakan mahasiswa melawan presiden Chun Doo Hwan. Keduanya berpisah pada 1987 saat kembalinya demokrasi di Korea Selatan. Roh-Mo Hyun memilih terjun ke dunia politik

Politik dan masa presidensi

Pada tahun 2002, mantan kolega Moon Jae In, Roh-Mo Hyun terpilih menjadi Presiden Korea Selatan. Tentu saja Moon Jae In mendapatkan posisi di kabinet. Kariernya di bidang politik cukup cemerlang karena menjadi orang kepercayaan Presiden Roh.

Moon Jae In bahkan dikenal sebagai bayangan dari sang presiden. Meski menjadi orang kepercayaan presiden Roh, tetapi Moon Jae In memiliki tendensi untuk menghindari atensi dari publik.

Moon Jae In menjadi salah satu pendukung Roh ketika ia diguncang isu impeachment pada 2004. Moon Jae In menjadi bagian dari tim legal Roh dan mampu mempertahankan Roh yang saat itu mendapat dukungan yang cukup besar dari masyarakat.

Perjalanan Moon Jae In menjadi Presiden melalui jalan yang cukup berliku. Jalannya menjadi terbuka ketika Park Geun Hye, Presiden Korea Selatan kala itu dimakzulkan pada 2016. Moon Jae In menjadi calon terkuat setelah beberapa pesaingnya termasuk mantan sekjen PBB Ban Ki Moon memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Pemilu.

Era Presiden Moon Jae In yang dimulai pada 2017 diwarnai dengan naik turun hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Pada masa Presiden Moon, ketegangan muncul akibat Korea Utara melakukan percobaan misil ICBM yang turut menarik Amerika Serikat dalam ketegangan ini.

Uniknya presiden Moon justru seakan menolak campur tangan Amerika Serikat dan semakin dekat dengan Korea Utara hingga pada Asian Games Jakarta 2018 terdapat kontingen Korea Bersatu atau Unified Korea.

Masa kepemimpinan Presiden Moon juga harus menghadapi pandemi Covid-19 yang dihadapi dengan cara yang cukup kontroversial yaitu dengan melakukan mengawasi pergerakan masyarakat. 

Meski demikian, publik mengapresiasi kebijakan pemerintahan Moon Jae In sehingga pada akhir pemerintahannya Moon Jae In memiliki nilai kepuasan publik yang cukup tinggi yaitu 66 persen. Sebuah hal yang jarang terjadi di Korea Selatan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement