Advertisement

Profil 11 Panelis Debat Pertama Capres-Cawapres Pilpres 2024

12 December 2023 21:29 WIB

thumbnail-article

Poster jadwal debat Capres pada Selasa, 12 Desember 2023. Sumber: YouTube KPU RI. .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Margareth Ratih. F

Debat kandidat peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang pertama digelar oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU pada Selasa malam, 12 Desember 2023.

Dalam pembukaan debat, moderator memperkenalkan 11 nama panelis yang mayoritas dari kalangan akademisi.

Nama-nama panelis debat capres di antaranya:  

  • Dr. Agus Riewanto (Dosen Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret Surakarta)
  • Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM periode 2017-2022 dan dosen FISIP Universitas Sumatera Utara).
  • Prof Al Makin (Rektor UIN Sunan Kalijaga) 
  • Prof Bayu Dwi Anggono, SH, MH (Dekan fakultas Hukum Universitas Jember). 
  • Dr. Gun Gun Heryanto MSi (Pakar Komunikasi Politik dan Dekan FIDKom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
  • Dr. Khairul Fahmi SH.MH (Ahli Hukum Fakultas Hukum Universitas Andalas). 
  • Prof Lita Tyesta (Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro). 
  • Dr Mada Sukmajati (Staf Pengajar di Departemen Politik dan Pemerintahan UGM)
  • Dr. Rudi Rohi (staf pengajar Ilmu politik Universitas Nusa Cendana Kupang) 
  • Prof Susi Dwi Harijanti (Guru Besar hukum tata negara Universitas Padjadjaran)

Dr. Agus Riewanto

Panelis pertama ada Dr. Agus Riewanto, seorang pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah pada 4 Agustus dari pasangan Daryanta dan Suwarti. Saat ini ia merupakan salah satu pengajar di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sebelum menjadi dosen, ia sempat menempuh pendidikan S1 dan lulus di dua kampus sekaligus, yakni dari Jurusan Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kemudian melanjutkan pendidikan magister di pascasarjana Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tak berhenti di situ, Agus Riewanto melanjutkan pendidikan ke program doktoral (S3) dan menyelesaikan pendidikan Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UNS pada tahun 2011 silam.

Selain tercatat sebagai seorang akademisi, Agus pernah menjadi  Tim Ahli Pemeriksa Sengketa Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2017 hingga sekarang. Agus juga menjadi konsultan hukum dan ahli di bidang Pemilu dan Pilkada. Ia kerap dihadirkan sebagai ahli hukum di Mahkamah Konstitusi, dan beberapa lembaga peradilan lain.

Ahmad Taufan Damanik

Ahmad Taufan Damanik cukup dikenal sebagai Ketua Komnas HAM periode 2017-2022. Sebelum memimpin lembaga itu, Taufan adalah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara dari tahun 1987 sampai 2016.

Pendidikan sarjana ia tempuh di Universitas Sumatera Utara dan lulus tahun 1987. Kemudian melanjutkan magisternya di University of Essex, Inggris dan lulus pada 2005.

Ahmad berpengalaman sebagai aktivis di organisasi HAM terutama berkaitan tentang isu anak. Taufan  juga pernah dipercaya sebagai Indonesia Representative of Child Rights to The Asean Commission on the Promotion and Protection on The Rights of Women and Children (ACWC) periode 2013-2016.

Prof Al Makin

Al Makin atau Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A merupakan rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  sejak 2020 hingga 2024. Ia juga sebagai pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dan Guru Besar Studi Agama.

Al Makin kelahiran 12 September 1972 di Bojonegoro, Jawa Timur. Selepas lulus dari Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) di Jember pada 1988, ia melanjutkan pendidikan ke IAIN Sunan Kalijaga dan lulus pada 1995.

Al Makin kemudian mengambil pendidikan di McGill University pada 1998-1999, lalu meneruskan studi ke Heidelberg University pada 2005-2008. Sebagai seorang akademisi, Prof. Al Makin telah menerbitkan banyak buku seperti Nabi-Nabi Nusantara: Kisah Lia Eden dan Lainnya (1997) dan Haji Omar Said Tjokroaminoto: Islam and Socialism Indonesia 1924/1963 (2016).

Ia juga pernah bekerja sebagai editor Jurnal Internasional Al Jami'ah (2011-2020) dan salah satu pendiri portal jurnal Kementerian Agama Moraref (Ministry of Religious Affairs Reference).

Prof. Bayu Dwi Anggono

Prof. Bayu Dwi Anggono lahir di Sidoarjo, 23 Juni 1981. Saat ini ia aktif mengajar sekaligus guru besar bidang Ilmu Perundang-undangan di Universitas Jember (Unej).  

Dilansir dari laman resmi Unej, Prof Bayu menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum dan menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (AP HTN-HAN).

Namanya cukup diperhitungkan dalam Bidang Ilmu Perundang-undangan. Bayu kerap menjadi narasumber atau ahli di PTUN dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si

Dr. Gun Gun Heryanto adalah pengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarief Hidayatullah Jakarta.

Gun Gun mengawali pendidikan sarjana atau S-1 di  IAIN–sekarang UIN–Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kemudian, ia melanjutkan studi master di Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan S3 di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Namanya cukup kondang sebagai analis politik kontemporer. Pemikirannya kerap menghiasi banyak media massa terutama terkait isu-isu politik kontemporer. Selain itu, dia juga  pernah menulis buku 10 Tokoh Transformatif di Indonesia. Dalam buku tersebut ia mencantumkan sosok Presiden Joko Widodo atau Jokowi , Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sampai Anies Baswedan sebagai tiga tokoh transformatif.

Dr. Khairul Fahmi SH.MH

Khairul Fahmi merupakan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum di Universitas Andalas (Unand) dengan jabatan fungsional sebagai Lektor Kepala. Ia lahir di Lubuk Aur, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 30 November 1981

Khairul menuntaskan gelar sarjana-nya di Unand pada 2004. Kemudian, dia meneruskan pendidikannya ke jenjang master di Unand dan lulus pada 2010. Setelah itu, Khairul melanjutkan pendidikan doktor-nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 2019.

Tak hanya sebagai pengajar, Khairul juga berprofesi sebagai advokat. Ia juga merupakan anggota KPU Kabupaten Agam pada 2007-2008 silam.

Prof. Lita Tyesta

Lita Tyesta Ady Listya Wardhani yang akrab disapa Lita Tyesta lahir di Purwokerto pada 26 September 1960. Ia merupakan dosen program studi Kenotariatan di Universitas Diponegoro (Undip).

Lita menyelesaikan Pendidikan S1-nya di Universitas Diponegoro pada tahun 1984. Setelah itu, ia kembali melanjutkan pendidikan untuk gelar magister di Universitas Diponegoro pada 1996. Pada 2013, Lita pun berhasil meraih gelar doktor dan kembali ke Universitas Diponegoro.

Lita resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar Undip Bidang Ilmu Perundang-undangan pada tahun 2023 ini tepatnya pada 9 September 2023. Pada pencapaian gelar tertinggi akademiknya itu dia raih dengan pidato ilmiah berjudul “Konstruksi Progresif Sistem Peraturan Perundang-undangan Daerah”.

Dr. Mada Sukmajati

Melansir laman resmi UGM, Mada Sukmajati merupakan pria kelahiran Madiun pada 25 April 1976. Saat ini ia merupakan dosen tetap sekaligus Ketua Program Studi Sarjana Ilmu Politik dan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM.

Pendidikan S1-nya dijalani di Jurusan Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM dan lulus pada 1999.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di National Graduate Institute for Policy Studies di Tokyo, Jepang. Tidak selesai di situ saja, kemudian ia melanjutkan pendidikan S3 nya  di Heidelberg University, Jerman pada 2011.

Selain sebagai pengajar, Mada juga pernah menjadi Ketua Tim Panitia Seleksi Anggota Panwas Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo untuk Pemilihan Walikota Yogyakarta dan Bupati Kulon Progo tahun 2017.

Dr. Rudi Rohi

Rudi Rohi saat ini menjadi pengajar atau dosen Ilmu Politik di Universitas Nusa Cendana. Selain itu juga memiliki Jabatan Fungsional Lektor di Undana. Pria kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 14 September ini menempuh pendidikan S1-nya di di Universitas Janabadra, Yogyakarta, hingga lulus pada 2004. Kemudian, ia melanjutkan studi magister atau S2 dan S3 di UGM. 

Prof. Susi Dwi Harijanti

Prof. Susi Dwi Harijanti S.H., L.L.M., Ph.D menjadi salah satu panelis perempuan di debat pertama capres cawapres pemilu 2024. Ia diketahui lahir pada 16 Januari 1966 di Malang, Jawa Timur dan saat ini menjadi salah satu Guru Besar Bidang Hukum di Universitas Padjadjaran atau Unpad.

Susi juga aktif di Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA). Selain itu, Susi juga Ketua Kelompok Kerja Reformasi Sektor Peraturan Perundang-undangan Tim Percepatan Reformasi Hukum yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md.

Rekam jejak pendidikannya, Susi menempuh pendidikan sarjana atau S1 di Fakultas Hukum Unpad pada 1990. Kemudian, ia meraih gelar master dan doktor dari Melbourne University Law School. 

Wawan Mas'udi Ph.D

Wawan Mas’udi saat ini menjabat Dekan Fisipol UGM dengan minat kajian pelayanan publik, politik identitas, dan multikulturalisme, desentralisasi, dan komparasi sistem pemerintahan.

Dalam riwayat pendidikannya, Wawan Mas'udi merupakan lulusan UGM Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM pada 2000 silam. 

Tidak sampai di situ, ia kemudian melanjutkan magister di Department of Political Science and Management, Study if Management, Agder University College, Norway pada 2006.

Sepuluh tahun kemudian tepatnya tahun 2016, Wawan berhasil menyandang gelar doktor (Ph.D) di Asia Institute, Faculty of Arts at the University of Melbourne, Australia. 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement