Advertisement

Profil Pendiri Warteg Kharisma Bahari yang Buka Ratusan Cabang di Indonesia

20 March 2023 15:26 WIB

thumbnail-article

alah satu cabang warteg Kharisma Bahari saat bekerja sama dengan Roughneck 1991 membagikan makanan gratis. Sumber: Antara. .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Margareth Ratih. F

Warteg atau Warung Tegal adalah tempat makan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Beragam menu makanan yang dijual dengan harga terjangkau membuat warteg memiliki banyak peminat. Salah satu warteg yang sudah memiliki ratusan cabang adalah Warteg Kharisma Bahari.

Warteg Kharisma Bahari pertama didirikan tahun 1996. Selama 27 tahun beroperasi, kini Warteg Kharisma Bahari atau dikenal dengan sebutan WKB ini sudah memiliki 800 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. WKB juga memiliki lebih dari 100 partner yang menjadi mitranya.

Hal ini tidak terlepas dari perjuangan Sayudi, pemilik sekaligus pendiri Warteg Kharisma Bahari. 

 

Profil pendiri Warteg Kharisma Bahari

Sayudi adalah pendiri Warteg Kharisma Bahari. Ia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara buah cinta pasangan H. Sobari dan Hj. Soliha.

Pendidikannya hanya sampai Sekolah Dasar (SD) saja. Setelah itu, Sayudi atau akrab disapa Yudi membantu orangtuanya bertani di rumahnya yaitu di Tegal.

Saat berumur 20 tahun, Sayudi bersama kakaknya memutuskan untuk bekerja di Jakarta. Ia mau melakukan apa saja demi mendapatkan uang. Tak heran jika keputusan tersebut termasuk nekat.

Sayudi pun menjalani pekerjaan sebagai pedagang asongan di samping warteg milik kakaknya. Pekerjaan tersebut membuat Sayudi harus selalu siaga apabila petugas sewaktu-waktu merazia pedagang asongan.

Tahun-tahun berlalu, Sayudi berpikir lebih baik berjualan di warteg seperti kakaknya daripada menjadi pedagang asongan. Ia kemudian membuka warteg pertamanya di Jakarta Selatan dengan nama “Modal Mertua (MM)”. 

Nama tersebut bukan tanpa alasan. Mertua Yudi meminjamkan modal untuk usaha Yudi dengan meminjamkan sertifikat rumahnya kepada bank.

Usaha Sayudi tidak berjalan baik-baik saja. Ia sempat gulung tikar dan memutuskan kembali menjadi pedagang asongan. Yudi memulai usaha wartegnya kembali dengan mengambil alih warteg temannya yang juga nyaris gulung tikar.

Yudi menjalankan usaha warteg tersebut kurang lebih selama 10 tahun. Setelah itu, Yudi memutuskan untuk membuka warteg sendiri bernama Warteg Kharisma Bahari. Di samping itu, Yudi juga mendirikan kemitraan bernama Warteg Kharisma Bahari Group.

 

Rencana kemitraan pun awalnya tidak disengaja. Yudi merasa cabang usaha yang dikelola karyawannya semakin berantakan dan minus. Dari situ, Yudi pun mengajak teman atau keluarga yang ingin membuka warteg dengan pembagian hasil 50-50.

Kini, Warteg Kharisma Bahari sudah tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Purwokerto, Kudus, dan Palembang.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement