Rachmat Pambudy resmi dilantik menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Istana Merdeka pada Senin (21/10/2024).
Rachmat merupakan pakar dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dekat dengan Prabowo.
Sebelum diangkat jadi menteri, ia merupakan salah satu anggota tim pakar di balik kampanye Prabowo dalam Pilpres 2019 lalu.
Bagaimana profil dari Rachmat Pambudy yang membuatnya jadi Menteri PPN/Kepala Bappenas era Prabowo?
Profil Rachmat Pambudy
Rachmat Pambudy merupakan Guru Besar IPB yang lahir di Yogyakarta pada 23 Desember 1959.
Karier Rachmat sebagai akademisi ia bangun di bawah naungan IPB. Gelar sarjana, magister, maupun doktoralnya ia peroleh dari institut tersebut.
Gelar sarjana (S-1) diperoleh Rachmat dari Fakultas Peternakan IPB. Setelah lulus, ia melanjutkan studinya di kampus yang sama untuk meraih gelar magister di bidang Komunikasi Pembangunan. Sementara gelar doktoralnya ia dapatkan di bidang Penyuluhan Pembangunan dari kampus yang sama pula.
Sementara predikat guru besar didapatkan Rachmat pada 2022 melalui orasi ilmiah bertajuk “Transformasi dari Petani Menjadi Wiratani (Agripreneur): Strategi Kebangkitan Ekonomi Inklusif Indonesia”.
Sebagai akademisi, Rachmat ternyata cukup dekat dengan pemerintahan. Kedekatan tersebut bisa dilacak dari hubungannya dengan Letjen TNI (Purn.) Moerdiono.
Moerdiono merupakan merupakan mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) era Soeharto yang menjabat selama dua periode yakni dalam Kabinet Pembangunan V (1988–1993) dan Kabinet Pembangunan VI (1993–1998). Sementara Rachmat merupakan menantu dari Moerdiono.
Ketika Orde Baru tumbang dan Abdurrahman Wahid menjadi Presiden menggantikan BJ Habibie, Rachmat memulai kariernya sebagai birokrat dengan menjadi pejabat struktural di Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian kala itu, Bungaran Saragih.
Selain itu, ia juga menjadi anggota Dewan Pengawas Perum Bulog dan aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Prabowo.
Pasca Pilpres tahun 2009, namanya sempat diajukan oleh Prabowo sebagai menteri pertanian di Kabinet Indonesia Bersatu II kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun sayangnya, Rachmat Pambudy gagal masuk dalam kabinet karena Partai Gerindra memutuskan untuk tidak bergabung dengan pemerintahan SBY pada 2009-2014.
Ia juga merupakan Dewan Pakar Komite Pemantau dan Pengawasan Pertanian Indonesia (KP3I) ketika mendirikan komite tersebut pada 2016.
Rachmat juga pernah tercatat sebagai Ketua Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU).
Selain meniti karier yang berkaitan dengan lokus kepakarannya di bidang pertanian, Rachmat Pambudy juga terjun ke dunia korporasi dengan menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS) Tbk sejak 2018.
NSS sendiri adalah salah satu produsen minyak kelapa sawit terkemuka di Indonesia yang mengelola perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan Tengah.
