Presiden Joko Widodo (Jokowi) remi melantik Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Rosan menggantikan Bahlil Lahadalia yang kini menduduki jabatan baru sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Proses serah terima jabatan dari Bahlil ke Roslan berlangsung di Gedung Kementerian BKPM, Senin (19/8/2024).
Sebelumnya, Roslan menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendampingi Erick Thohir sejak tahun 2023.
Lalu, seperti apa profil dan sepak terjang Rosan Roeslani yang baru saja dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM?
Profil Rosan Roeslani
Rosan Perkasa Roeslani merupakan politisi dan pengusaha kelahiran Jakarta, 31 Desember 1968. Ia merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Usai kemenangan telak Prabowo-Gibran, Prabowo Subianto menugaskan Rosan Roeslani untuk mendirikan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), organisasi yang berfungsi menjembatani berbagai kepentingan dari lintas sektoral, lintas organisasi politik, lintas budaya, lintas agama, dan lain sebagainya.
Rosan merupakan lulusan Management, General Business, and Finance dari Oklahoma State University, Amerika Serikat pada tahun 1992. Lulus S-1, ia melanjutkan pendidikan master di bidang administrasi bisnis di Antwerpen Europe University, Belgia dan lulus pada tahun 1995.
Sekembalinya ke Indonesia, Rosan mulai berbisnis dengan mendirikan perusahaan konsultasi keuangan bernama PT Republik Indonesia Funding yang kemudian berganti nama menjadi Recapital Advisors.
Pada periode tahun 2015—2020, Rosan mulai bertransformasi dari pebisnis menjadi politisi dengan menduduki sejumlah jabatan di organisasi yang berhubungan dengan pemerintahan, salah satunya dengan menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
Setelah merampungkan tugasnya di KADIN, Presiden Jokowi mendapuk Rosan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat periode 2021—2023.
Pada tahun 2021, Rosan sempat menduduki peringkat ke-87 pada daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan total kekayaannya mencapai US$450 juta.
Adapun berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 21 September 2023, Roslan memiliki harta bersih sebesar Rp860,7 miliar.
