Masyarakat Jawa Tengah tentu tidak asing dengan profil politisi bernama Taj Yasin. Mantan wakil gubernur Jawa Tengah 2018-2023 ini dipastikan kembali maju dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah mendampingi Ahmad Luthfi.
Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengusung Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen untuk berkontestasi dalam Pilkada 2024. Hal ini disampaikannya pada Jumat (23/8/2024) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Setelah itu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengeluarkan surat keputusan persetujuan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen untuk berlaga dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Mereka maju menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah.
Dipilihnya Taj Yasin Maimoen menepis kabar bahwa KIM Plus akan mengusung putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep untuk mendampingi Ahmad Luthfi. Rekomendasi ini disampaikan oleh Partai NasDem.
Lantas, siapakah Taj Yasin Maimoen? Simak profilnya berikut ini!
Profil Taj Yasin
Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin lahir pada 2 Juli 1983 di Rembang, Jawa Tengah. Ia adalah mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Kala itu, Gus Yasin mendampingi Ganjar Pranowo di periode kedua menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Taj Yasin dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati di lingkungannya. Ia menyelesaikan pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (setara SD), Tsanawiyah (setara SMP), hingga Aliyah (setara SMA) di Madrasah Ghozaliyah Syafi’iyah Sarang, Rembang.
Setelah lulus, anak KH. Maimoen Zubair ini melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Dakwah Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus, Suriah pada 2004-2008. Ia aktif mengikuti organisasi Pelajar Islam Indonesia cabang Suriah. Setelah lulus, Taj Yasin kembali ke Indonesia dan mengajar di pondok pesantren binaan ayahnya.
Perjalanan politik Taj Yasin
Karier politik Gus Yasin telah dimulai sejak menjadi anggota DPRD Jawa Tengah fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia menduduki Komisi E yang membidangi pengawasan kesejahteraan rakyat (kesra), agama, pendidikan, olahraga, dan pemuda.
Sebelum dilamar menjadi cawagub mantan Kapolda Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Gus Yasin telah berkontestasi dalam Pemilu 2023. Ia memeroleh 3.821.699 suara–tertinggi di Jawa Tengah–yang mengantarkannya pada kursi DPD RI.
Kesibukan berpolitik tak lantas membuat Taj Yasin berhenti beraktivitas sebagai guru pondok pesantren. Ia tetap meluangkan waktu untuk mengajar setiap Sabtu, baik secara tatap muka maupun video call. Rumah dinasnya juga rutin digunakan untuk pengajian yang diikuti para santri di Kota Semarang dan sekitarnya.
Kini, Taj Yasin kembali menjadi calon wakil gubernur Jawa Tengah dan meninggalkan kursinya di DPD RI. Kendati begitu, Taj Yasin belum mengumumkan rencana pengunduran dirinya tersebut.
