Advertisement

Rekam Jejak Mochamad Irfan Yusuf, Cucu Pendiri NU yang Kini Jadi Menteri Haji Pertama RI

09 September 2025 10:36 WIB

thumbnail-article

Mochamad Irfan Yusuf Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah di Istana Negara, Jakarta, Senin, 8 Septemebr 2025. Gus Irfan, sapaan akrabnya, resmi memimpin kementerian baru dalam sejarah Indonesia. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji.

"Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah," ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara membacakan keputusan di Istana Negara dan disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Mochamad Irfan Yusuf dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024—2029 pada 8 September 2025.

"Bahwa saya, akan setia kepada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya, kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian bunyi sumpah jabatan yang dipandu Kepala Negara dan diikuti oleh Gus Irfan.

Profil Mochamad Irfan Yusuf

Mochamad Irfan Yusuf Lahir di Jombang Jawa Timur pada 24 Juni 1962. Ia merupakan putra dari KH Yusuf Hasyim sekaligus cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Gus Irfan tumbuh dari keluarga besar Tebuireng. Lingkungan pesantren yang kuat membuatnya memiliki pengaruh besar di kalangan Nahdliyin.

Pendidikan dasar Gus Irfan ditempuh di Jombang hingga berhasil menamatkan sekolah di SMPP Jombang (sekarang SMAN 2 Jombang) pada 1981.

Setelah menamatkan jenjang SMA, Gus Irfan melanjutkan studi S1 di Universitas Brawijaya Malang dan lulus tahun 1985. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di universitas yang sama.

Sejak tahun 1989, Gus Irfan sudah dipercaya menjadi Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng, pesantren yang didirikan oleh kakeknya. Pengalamannya meluas ke bidang ekonomi, ketika ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng dari 1996 hingga 2016.

Kemudian, ia juga menjadi Pengasuh Pesantren Al Farros pada 2006. Pada 2013-2016 ia menjadi pengajar di AKPER Widyagama.

Pria berusia 62 tahun ini mulai muncul diranah publik saat Pilpres 2019. Saat itu ia dipanggil sebagai salah satu juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Aktivitasnya di LPNU serta ketertarikannya pada visi ekonomi keumatan yang diusung Sandiaga membuatnya dilibatkan dalam tim pemenangan.

Selain dikenal di kalangan ulama, Gus Irfan juga diketahui aktif di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Gerindra dan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keagamaan.

Saat Prabowo berhasil terpilih di Pilpres 2024, nama Gus Irfan juga masuk kedalam jajaran salah satu orang yang diundang Presiden Prabowo di kediamannya. Sejak saat itu Gus Irfan diberikan mandat untuk memimpin Kepala Badan Penyelenggara Haji dan Umrah di pemerintahan Prabowo-Gibran yang kini menjadi Kementerian Haji dan Umroh.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement