9 Rekomendasi Brand Fashion Lokal Ramah Lingkungan untuk Lebaran

11 April 2023 18:04 WIB

Narasi TV

Produk brand ramah lingkungan. Dari kiri ke kanan, Sukkha Citta, Sejauh Mata Memandang, dan Kana Goods. (Sumber: Istimewa)

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Rizal Amril

Memakai fashion ramah lingkungan ketika Lebaran dapat menjadi alternatif merayakan hari suci dengan kesadaran lingkungan.

Jelang Lebaran, masyarakat Indonesia biasanya mulai sibuk mencari baju untuk dikenakan di momen hari raya. 

Dalam laporan “Embracing Ramadan 2022” yang dikeluarkan Populix, persentase alokasi anggaran masyarakat untuk membeli baju baru saat Lebaran sebesar 43 persen. 

Kebiasaan membeli baju baru berbanding lurus dengan perkembangan industri fast fashion baik dari segi produksi maupun penjualan. Padahal, industri fast fashion memiliki dampak buruk bagi lingkungan.

Fast fashion merupakan sebutan untuk industri tekstil yang memproduksi berbagai model pakaian dalam waktu singkat. 

Bahan baku yang digunakan oleh industri fast fashion umumnya berkualitas buruk dengan harga murah. Hal ini menyebabkan pakaian fast fashion cenderung tidak tahan lama. 

Fast fashion menjadi salah satu penyebab terbesar polusi limbah fashion yang berdampak buruk bagi lingkungan. 

Penggunaan bahan baku seperti pewarna tekstil yang murah menyebabkan pencemaran air dan tanah. Selain itu, pakaian bekas yang terbuang juga sulit terurai di alam.

Belakangan, merek pakaian ramah lingkungan mulai banyak bermunculan seiring berkembangnya tren gaya hidup sustainable

Dengan memanfaatkan kain perca sampai bahan daur ulang, jenama-jenama slow fashion ini memprioritaskan kualitas dibandingkan kuantitas.

Rekomendasi brand fashion ramah lingkungan untuk Lebaran

Selain ramah lingkungan, pakaian slow fashion juga tak kalah modis dari fast fashion, loh. Berikut ini 9 merek fashion lokal ramah lingkungan yang bisa kamu pertimbangkan untuk jadi outfit Lebaran.

1. Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang mengusung tema batik modern yang memikat hati kaum muda. 

Koleksi busananya memiliki motif yang minimalis dan tidak konvensional tetapi masih bercirikan Indonesia, seperti ayam jago yang sering dijumpai di mangkuk bakso. 

Pembuatan batik Sejauh Mata Memandang menggunakan teknik tradisional berupa batik tulis dan batik cap. 

Dalam proses produksinya, merek fashion yang didirikan oleh Chitra Subyakto ini juga menggandeng perajin lokal dari Jawa dan Bali, hingga Sumba. 

2. SukkhaCitta

Brand lokal ini awalnya hanya membuat produk kerajinan. Seiring berjalannya waktu, SukkhaCitta merambah ke dunia fashion berkelanjutan melalui busana-busana bertema etnik. 

Salah satu hal yang menonjol dari SukkhaCitta adalah pewarnaan pakaiannya yang menggunakan pewarna alami seperti buah-buahan. 

Tak hanya fokus pada produk, SukkhaCitta juga berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan. 

Setiap bahannya dibuat dengan teknik handmade oleh para pekerja perempuan di Jawa Tengah.

3. Pijak Bumi

Jika dua merek sebelumnya memiliki produk berupa pakaian, Pijak Bumi merupakan jenama lokal yang memproduksi alas kaki ramah lingkungan. 

Produk-produk Pijak Bumi menggunakan bahan baku organik dari tanaman seperti eceng gondok, sabut kelapa, dan kenaf.

Sebagian besar proses pembuatan produk Pijak Bumi tidak melibatkan mesin, melainkan dengan teknik handmade yang melibatkan perajin lokal. 

4. Imaji Studio

Busana-busana Imaji Studio terbuat dari kain tenun yang diwarnai dengan pewarna alami. 

Desainnya mengusung tema modern kontemporer dengan motif yang terinspirasi dari tanaman-tanaman lokal. 

Imaji Studio juga memanfaatkan kain-kain perca untuk dikreasikan menjadi berbagai kerajinan.

Imaji Studio menghadirkan ekosistem yang saling menguntungkan antara desainer, perajin, pencipta, pelaku bisnis, pekerja, dan kolaborator yang berusaha memberikan dampak positif terhadap Bumi. 

5. Cottonink

Cottonink merupakan merek lokal yang memproduksi beragam produk garmen seperti pakaian dan sepatu. Ciri khas produk Cottonink adalah warnanya yang cerah serta coraknya yang beragam. 

Cottonink bekerja sama dengan TENCEL, perusahaan yang memproduksi serat kain menggunakan bahan eco-friendly, untuk menghadirkan busana-busana ramah lingkungan dalam koleksi yang bertajuk “Pastel Whimsical”.  

6. Kana Goods

Kana Goods merupakan merek fashion lokal ramah lingkungan yang mengombinasikan elemen tradisional dan modern. 

Prinsip ramah lingkungan yang diterapkan oleh merek ini tampak dari bahan baku dan teknik produksi yang menggunakan cara-cara tradisional. 

Busana-busana Kana Goods menggunakan material alami seperti katun, linen, dan rami. Pewarna yang digunakan juga berasal dari alam seperti daun mangga, kayu mahoni, hingga kulit rambutan. 

Tak hanya itu, proses pewarnaannya juga menggunakan teknik celup tradisional.

7. Inen Signature

Ciri khas produk Inen Signature terlihat dari motifnya yang dibuat menggunakan teknik eco-print

Teknik ini menggunakan bahan alami seperti daun atau bunga untuk memberikan warna atau motif pada kain. 

Keunggulan busana yang diwarnai dengan teknik eco-print yaitu motif dan warna yang dihasilkan lebih unik dan memiliki nilai seni yang tinggi.

8. Aruna Creative

Aruna Creative menggunakan bahan baku alami untuk produk busananya, seperti kain katun, linen, dna tencel. 

Selain itu, merek ini juga memanfaatkan kain daur ulang atau perca untuk membuat pakaian baru dengan model yang unik. 

9. Lanivatti

Merek fashion lokal ramah lingkungan yang terakhir adalah Lanivatti. Merek ini lebih berfokus pada model pakaian resmi yang trendi. 

Material yang digunakan untuk busana Lanivatti adalah serat selulosa yang mudah terurai di alam. 

Itu dia 9 merek fashion lokal ramah lingkungan dan berkelanjutan yang bisa kamu pertimbangkan sebagai outfit di hari Lebaran nanti. 

Dengan mengenakan fashion berkelanjutan, kamu turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung kesejahteraan pekerja lokal.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR