17 Rekomendasi Film Studio Ghibli Terbaik yang Bisa Kamu Tonton

20 Mei 2024 21:05 WIB

Narasi TV

Foto Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli. REUTERS/Mario Anzuoni.

Penulis: Elok Nuriyatur Rosyidah

Editor: Rizal Amril

Film Studio Ghibli bukan nama yang asing bagi pecinta anime Jepang. Studio Ghibli adalah studio film asal Jepang yang telah memproduksi banyak sekali film animasi berkualitas. 

Ghibli juga satu-satunya yang bisa mengimbangi dominasi Walt Disney Studio untuk urusan animasi.

Ciri khas film produksi Ghibli adalah kisahnya yang menyentuh, penuh nilai kemanusiaan, tanpa melupakan imajinasi yang pas untuk anak-anak dan dewasa.

Pendiri dari Studio Ghibli adalah penulis dan sutradara legendaris, Hayao Miyazaki dan Isao Takahata, serta seorang produser film animasi Jepang, Toshio Suzuki.

Film-film produksi studio Ghibli banyak sekali yang meraih penghargaan di berbagai ajang awards bergengsi. Selain itu, film-film Studio Ghibli juga seringkali masuk jajaran box office karena kesuksesannya di pasaran.

Nah, berikut ini merupakan rekomendasi 10 film Studio Ghibli terbaik yang dapat disaksikan melalui Netflix.

1. Spirited Away (2001)

Film ini adalah film fantasi yang istimewa. Ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki, Spirited Away berhasil menyabet piala Oscar ke-75 sebagai film animasi terbaik.

Spirited Away berkisah tentang seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Chihiro Ogino, yang pindah ke lingkungan baru. 

Dalam perjalanan, secara tidak sengaja Chihiro memasuki dunia roh Kami (sebutan dewa dalam sistem kepercayaan masyarakat Jepang).

Di dalam dunia roh, penyihir jahat Yubaba menyihir orang tua Chihiro menjadi babi dan memaksa Chihiro bekerja di pemandian miliknya. Chihiro berusaha mencari jalan untuk membebaskan diri dan orang tuanya, dan kembali ke dunia nyata.

Uniknya, karakter Chihiro terinspirasi dari anak perempuan sahabat Miyazaki yang sering bermain ke rumahnya pada liburan musim panas.

2. My Neighbor Totoro (1988)

Salah satu film studio Ghibli terbaik yang paling disukai anak-anak dan dewasa adalah My Neighbor Totoro. Totoro juga menjadi ikon resmi untuk Studio Ghibli, seperti Mickey Mouse untuk Walt Disney.

Kisahnya dimulai saat seorang profesor pindah ke sebuah rumah di pedesaan, bersama dua anaknya, agar bisa lebih dekat menjenguk istrinya yang sedang dirawat di rumah sakit.

Saat anak-anak sang profesor mulai bermain dan mengeksplorasi rumah dan hutan di sekitar mereka, dua anak tersebut bertemu dengan makhluk-makhluk ajaib. 

Totoro sendiri dikisahkan sebagai sosok roh penunggu hutan yang ramah, imut, dan suka membantu.

Uniknya, karakter Totoro ini juga sering muncul sebagai cameo di beberapa film Ghibli lainnya. Karakter Totoro sangat populer sehingga masuk dalam daftar ikon pop culture dunia.

Hayao Miyazaki menulis dan menyutradarai animasi ini untuk menunjukkan bagaimana anak-anak mampu mengisi kesepian dan menghadapi rasa khawatir mereka dengan imajinasi dan semangat tinggi.

3. Kiki’s Delivery Service (1989)

Penyihir paling manis dan imut dalam dunia sinema ini mencuri hati penonton sejak film ini dirilis pada 1989. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki.

Kisah film ini diadaptasi Miyazaki dari buku karya Eiko Kadono yang terbit di tahun 1985. 

Kiki, tokoh utama dalam film ini, merupakan seorang penyihir pendatang baru di sebuah kota pinggir pantai. Ia menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuka jasa kurir.

Kiki pindah dan hidup sendiri sebagai bagian dari pelatihannya sebagai penyihir. Salah satu keahlian yang harus ia kuasai adalah mengendalikan sapunya.

Walau bisnis kurirnya sukses, Kiki masih memiliki beberapa keraguan akan kemampuan dirinya. Hal ini malah membuat kemampuan sihirnya tidak stabil. Kiki butuh kepercayaan diri yang besar agar bisa menjadi penyihir yang seutuhnya.

4. Grave of the Fireflies (1988)

Sebuah film perang semi-autobiografi karya Akiyuki Nosaka ini dirilis pada tahun 1967. Film ini berkisah tentang tragedi peperangan yang terjadi saat pecahnya Perang Dunia II.

Film Grave of the Fireflies ditulis dan disutradarai oleh Isao Takahata. Berlatar di kota Kobe, kisah film ini berkutat pada sepasang kakak-adik, Seita dan Setsuko, yang menjadi yatim piatu karena kematian orang tua mereka.

Berdua, mereka harus berjuang mencari perlindungan, selain berjuang melawan kelaparan dan wabah penyakit. Kisah pilu dan menyedihkan ini berhasil menampilkan kengerian akibat perang.

5. Howl’s Moving Castle (2004)

Hayao Miyazaki termasuk salah satu tokoh yang menentang keras invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 silam. Ia ingin mengekspresikan penolakan tersebut dalam karyanya.

Walau Howl’s Moving Castle diadaptasi dari buku karya pengarang Inggris, Diana Wynne Jones, di tahun 1986, namun Miyazaki membuat kisah tersebut menjadi berbeda untuk filmnya.

Jika pesan dalam bukunya tentang perbedaan status dan gender, film Howl’s Moving Castle lebih memusatkan cerita pada cinta, kesetiaan dan kehancuran yang disebabkan peperangan.

Latar kisahnya adalah di sebuah kerajaan khayal, di mana sihir dan teknologi canggih berpadu menjadi satu. Kerajaan tersebut sedang berperang dengan kerajaan lain.

Kisahnya sendiri adalah tentang seorang gadis bernama Sophie yang disihir menjadi perempuan tua akibat kutukan seorang penyihir. Sophie tua bertemu dengan penyihir laki-laki bernama Howl yang sedang memberontak terhadap raja.

6. Ponyo (2008)

Film Studio Ghibli terbaik lainnya adalah Ponyo. Film ini adalah adaptasi bebas dari dongeng klasik The Little Mermaid karya Hans Christian Andersen. 

Film Ponyo ini juga ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Ponyo adalah makhluk air yang melarikan diri dari kerajaan ayahnya untuk bertualang di darat. 

Ia ditemukan dan dibawa pulang oleh seorang anak laki-laki bernama Sosuke.

Ponyo menjalin persahabatan dengan Sosuke. Semakin erat persahabatan itu, semakin besar pula hasrat Ponyo untuk menjadi manusia.

7. Princess Mononoke (1997)

Film Princess Mononoke merupakan adaptasi komik manga berjudul sama karya Hotaru Okamoto dan Yuko Tone. Film ini ditulis ulang untuk diadaptasi Ghibli dan disutradarai oleh Isao Takahata.

Kisah dalam film ini berkutat pada Mononoke, seorang perempuan yang dibesarkan oleh serigala. Mononoke memiliki musuh bernama Lady Eboshi yang berusaha menggusur hutan tempat Mononoke tinggal.

Dalam perjalanannya, Mononoke bertemu dengan Ashitaka yang tengah mencari obat usai terjangkit penyakit menular misterius. Konflik antara Lady Eboshi dan Mononoke ternyata mengantarkan Ashitaka pada petualangan yang tak akan bisa ia lupakan.

Melalui film ini, kita dapat mendapatkan pesan tentang bagaimana eksploitasi berlebihan manusia atas hutan harus dihentikan.

8. Only Yesterday (1991)

Hal unik dari Only Yesterday adalah eksplorasi ide yang tidak biasa untuk animasi. Only Yesterday bercerita tentang seorang perempuan yang sedang melakukan perjalanan dan mencari jati diri.

Kisahnya yang realistis cocok untuk penonton dewasa, membuat Studio Ghibli juga memiliki pasar selain anak-anak. Only Yesterday adalah drama-romantis berbentuk animasi.

Berlatar tahun 1982, salah satu film terbaik produksi Studio Ghibli ini menceritakan tentang Taeko Okajima, gadis lajang berusia 27 tahun yang tinggal dan bekerja di Tokyo. Ia lalu berkunjung ke rumah iparnya di pedesaan untuk membantu panenan saffron sekaligus berlibur.

Taeko lalu dihadapkan dengan berbagai tantangan untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Banyak aspek yang dikupas dalam film ini seperti mengenal jati diri, percintaan, dan karir.

9. My Neighbors the Yamadas (1999)

Ghibli juga memiliki satu masterpiece bergenre komedi. My Neighbors the Yamadas sangat unik karena animasinya disajikan dengan gambar khas komik. 

Keunikan film ini juga terdapat pada cara pengisahannya yang menggunakan beberapa babak.

Ditulis dan disutradarai oleh Isao Takahata, animasi ini berdasarkan komik manga Nono-chan karya Hisaichi Ishii. Kisah dalam film ini berkutat pada kehidupan sehari-hari keluarga Yamada. 

Peran ayah, hubungan suami istri, tantangan sebagai orang tua, cinta pertama, persaingan antar saudara kandung dan lain-lain. Sangat mudah menikmatinya, karena dialami oleh semua keluarga.

10. When Marnie Was There (2014)

Film drama ini juga mirip dengan Only Yesterday dari segi tema. Kisahnya lebih cocok untuk penonton dewasa karena berupa drama psikologis.

When Marnie Was There ditulis dan disutradarai oleh Hiromasa Yonebayashi. Kisahnya sendiri diadaptasi dari novel karya Joan G. Robinson di tahun 1967.

Dibuka dengan pengenalan tokoh Anna Sasaki yang sedang menginap di rumah kerabatnya di wilayah Kushiro, Hokkaido. Pada suatu hari, Anna melewati sebuah rumah besar yang terbengkalai.

Di sana ia berkenalan dengan seorang gadis misterius bernama Marnie. Marnie meminta Anna untuk merahasiakan kehadirannya di sana.

Hubungannya dengan Marnie membuat Anna menjadi lebih tahu tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya. Ternyata ada banyak sekali rahasia dan kenyataan yang baru diketahui Anna.

Sebuah kisah yang sangat menyentuh tentang hubungan keluarga, kehilangan, depresi, dan pencarian jati diri. When Marnie Was There dinominasikan sebagai film animasi terbaik piala Oscar ke-88 silam.

Kehadiran Studio Ghibli di dalam industri perfilman sering dianggap sebagai penyeimbang dari dominasi Studio Walt Disney. Akan tetapi, kehadiran dua studio ini adalah penyumbang terbesar karya-karya animasi terbaik di dunia.

Studio Ghibli memiliki keistimewaan dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh animasi-animasi lain. Pesan-pesan dan nilai-nilai luhur yang disampaikan film-film Ghibli menambah kebijakan dan wawasan bagi penontonnya, baik anak-anak maupun dewasa.

11. Castle in the Sky (1986)

Petualangan seru ini mengikuti perjalanan Sheeta dan Pazu, dua anak muda yang mencari kota terapung legendaris Laputa. Dengan animasi yang detail dan cerita yang penuh aksi, Castle in the Sky akan membawa Anda ke dunia steampunk yang menarik.

12. The Wind Rises (2013):

Film biografi fiksi ini mengisahkan kehidupan Jiro Horikoshi, perancang pesawat tempur Jepang Mitsubishi A6M Zero. Dengan animasi yang indah dan cerita yang menyentuh, The Wind Rises mengeksplorasi tema cinta, impian, dan perang dengan cara yang unik.

13. Whisper of the Heart (1995)

Kisah cinta yang manis ini berpusat pada Shizuku, seorang gadis yang suka membaca, dan Seiji, seorang anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pembuat biola. Dengan animasi yang menawan dan cerita yang menginspirasi, Whisper of the Heart mengajarkan tentang pentingnya mengejar impian dan menemukan passion dalam hidup.

14. Nausicaä of the Valley of the Wind (1984)

Film epik ini menceritakan kisah Nausicaä, seorang putri yang berusaha melindungi lembahnya dari ancaman perang dan bencana alam. Dengan animasi yang indah dan cerita yang kompleks, Nausicaä of the Valley of the Wind mengajak penonton untuk merenungkan tentang pentingnya perdamaian, lingkungan, dan kepemimpinan.

15. Porco Rosso (1992)

Petualangan yang unik ini mengikuti kisah Porco Rosso, seorang pilot pesawat tempur Italia yang dikutuk menjadi babi. Dengan animasi yang menarik dan cerita yang penuh humor, Porco Rosso mengeksplorasi tema identitas, cinta, dan penebusan.

16. The Tale of the Princess Kaguya (2013)

Film yang terinspirasi dari cerita rakyat Jepang ini mengisahkan Kaguya, seorang putri yang lahir dari bambu dan tumbuh menjadi wanita cantik. Dengan animasi yang indah dan cerita yang menyentuh, The Tale of the Princess Kaguya mengeksplorasi tema cinta, kehilangan, dan makna hidup.

17. Pom Poko (1994)

Film yang unik ini menceritakan kisah sekelompok tanuki (rakun Jepang) yang menggunakan kemampuan berubah bentuk mereka untuk melindungi hutan dari pembangunan manusia. Dengan animasi yang lucu dan cerita yang menyentuh, Pom Poko mengajak penonton untuk menghargai alam dan memperjuangkan kelestarian lingkungan.



NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR