Advertisement

Selain Cabe Ini Makanan yang Bisa Sebabkan Diare Yang Perlu Dihindari

17 June 2026 11:55 WIB

thumbnail-article

Illustrasi-Diare Sumber: Freepik.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Diare menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleeh setiap orang, penyebabnya beragam, salah satunya makanan yang kita konsumsi, Misalnya, makanan yang terlalu asam, pedas, berlemak, kopi, dan alkohol.

Diare sindiri adalah kondisi tubuh yang mengeluarkan air besar encer atau mencret dengan frekuensi berkali-kali per hari.

Lalu, apa saja jenis makanan dan minuman tersebut? Simak berbagai jenis makanan dan minuman yang berpotensi menyebabkan kamu mengalami diare.

Makanan Penyebab Diare

Berikut ini adalah beberapa makanan penyebab diare selain cabe

Produk Susu

Makanan pertama penyebab diarea adalah susu segar, keju, yoghurt, dan olahan susu lain sering kali menjadi penyebab diare, terutama bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi enzim laktase dengan cukup untuk memecah laktosa, yaitu gula alami yang terkandung dalam susu. Akibatnya, laktosa tidak tercerna dengan baik dan masuk ke usus besar, menyebabkan fermentasi oleh bakteri usus yang menghasilkan gas, perut kembung, nyeri, dan diare.

Selain intoleransi laktosa, alergi susu juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan serupa. Pada alergi susu, sistem imun bereaksi terhadap protein susu, menyebabkan berbagai gejala termasuk diare, muntah, bahkan reaksi alergi yang lebih serius.

Untuk menghindari pemicu ini, penting bagi individu dengan kondisi tersebut untuk memilih alternatif susu yang lebih ramah pencernaan. Susu bebas laktosa yang kini banyak tersedia, serta susu nabati seperti susu kedelai, susu almond, atau susu oat, dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko diare tanpa mengurangi asupan nutrisi penting.

Makanan Berbumbu dan Berkafein

Makanan pedas merupakan salah satu penyebab utama terjadinya diare karena mengandung capsaicin. Zat capsaicin memberikan sensasi pedas dan panas pada cabai. Saat dikonsumsi dalam jumlah banyak, capsaicin dapat mengiritasi dinding lambung dan usus, mempercepat pengosongan lambung, serta meningkatkan gerak peristaltik usus. Kondisi ini mempercepat proses pencernaan sehingga tinja menjadi encer dan frekuensi buang air besar meningkat.

Selain itu, kafein yang terdapat dalam kopi, teh, coklat, dan minuman berenergi juga dikenal sebagai stimulan sistem pencernaan. Kafein dapat merangsang kontraksi otot usus, yang dapat mempercepat pengeluaran isi usus sehingga menyebabkan diare. Kombinasi konsumsi kafein dengan susu, terutama pada orang yang intoleran laktosa, dapat memperburuk kondisi diare karena efek laktosa tidak tercerna.

Oleh sebab itu, menghindari makanan pedas dalam jumlah yang berlebihan dan membatasi konsumsi kafein dapat membantu mengurangi risiko terjadinya diare, terutama bagi individu yang sensitif terhadap zat-zat tersebut.

Sayuran dan Buah

Beberapa jenis sayuran dan buah juga berpotensi menyebabkan diare, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih atau oleh individu dengan gangguan pencernaan tertentu. Sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan lainnya termasuk dalam kelompok sayuran silangan yang tinggi kandungan serat dan fruktan — karbohidrat rantai pendek yang sulit dicerna oleh tubuh. Sistem pencernaan yang kesulitan mengolah fruktan ini akan menyebabkan fermentasi berlebihan dalam usus, menghasilkan gas, kembung, dan diare.

Begitu pula dengan bawang putih dan bawang bombay, keduanya mengandung fruktan dalam jumlah signifikan. Selain memicu gas dan kembung, kandungan fruktan dapat mempercepat proses pencernaan yang akhirnya menimbulkan diare.

Selain sayuran, buah dengan kandungan fruktosa tinggi seperti apel, pir, dan mangga juga dapat menjadi pemicu diare. Fruktosa adalah gula alami yang pada sebagian orang sulit diserap, sehingga ketika masuk jumlah tinggi ke usus besar dapat menyebabkan fermentasi dan diare. Konsumsi buah ini sebaiknya dibatasi dan dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat menyesuaikan.

Makanan Kemasan

Makanan kemasan dan produk olahan modern sering mengandung bahan tambahan yang dapat mengiritasi sistem pencernaan serta memicu diare pada beberapa individu. Pemanis buatan seperti aspartam, sucralose, dan gula alkohol (alcohol sugar) seperti sorbitol, maltitol, dan xylitol, bukan hanya sukar dicerna, tetapi juga dapat menarik air ke dalam usus sehingga menyebabkan feses menjadi cair.

Selain itu, bahan pengental seperti guar gum dan xanthan gum yang banyak digunakan dalam produk makanan dan minuman juga berperan sebagai serat larut. Di sisi lain, jika dikonsumsi berlebihan, bahan ini dapat menyebabkan kembung dan diare karena efek serat yang bersifat osmotik.

Karagenan, yang berasal dari rumput laut dan banyak digunakan sebagai zat pengental pada produk susu nabati dan produk olahan lainnya, juga diketahui memiliki potensi efek pencahar. Karagenan dapat menarik cairan ke dalam usus sehingga mempercepat keluarnya feses.

Konsumsi vitamin C dalam jumlah berlebih juga bisa menimbulkan gangguan pencernaan. Vitamin C dosis tinggi mempercepat pengosongan lambung dan bisa memicu iritasi perut, kram, mual, dan diare. Untuk itu, sumber vitamin C sebaiknya diperoleh dari makanan alami dan dikonsumsi dalam dosis yang wajar.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement