Advertisement

Setelah 5 Tahun, Garin Nugroho Kembali Raih Piala Citra FFI 2024 Sebagai Sutradara Terbaik

21 November 2024 10:46 WIB

thumbnail-article

Garin Nugroho mengangkat Piala Citra setelah memenangkan FFI dari kategori Sutradara Terbaik.(KOMPAS.com/Ady Prawira Riandi) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Garin Nugroho berhasil meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2024 sebagai Sutradara Terbaik dalam ajang yang diadakan di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, pada tanggal 20 November. Film yang mengantarkan Garin meraih penghargaan ini adalah "Samsara", yang merupakan film hitam-putih pertamanya.

Dalam wawancara seusai menerima penghargaan, Garin Nugroho menyatakan bahwa keberhasilan kali ini sangat berarti baginya. Dia menyebutkan rasa ketidakpastian terkait film bisu dan hitam-putih yang mengusung tema tradisi dan musik. Meskipun demikian, ia merasa bahwa nominasi adalah pencapaian bagi seluruh tim produksi.

"Sangat berarti karena saya tidak terlalu yakin film bisu, hitam-putih, dengan mengambil tema tradisi dan musik gabungan itu bisa meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik," tutur Garin, dikutip dari Antaranews.

Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan pertama untuk film hitam-putih dalam sejarah FFI. Garin menekankan pentingnya film ini dalam konteks perfilman Indonesia, terutama yang mengangkat nilai-nilai tradisional.

Selama sambutan di acara tersebut, Garin mengungkapkan rasa terima kasih kepada rekan-rekannya dan penonton atas dukungan yang diberikan. Ia mengharapkan film ini bisa memberi manfaat dan inspirasi bagi perkembangan perfilman di tanah air.

Garin Nugroho berhasil mengungguli beberapa sutradara ternama lain di kategori yang sama, termasuk Edwin dan Joko Anwar. Persaingan yang ketat ini menunjukkan bahwa industri film Indonesia sedang berkembang dengan pesat.

Garin sendiri tercatat telah meraih Piala Citra kategori skenario adaptasi terbaik untuk film bertajuk "Opera Jawa" di tahun 2006. Kemudian, 13 tahun berselang dia kembali meraih Piala Citra untuk kategori sutradara terbaik atas film "Kucumbu Tubuh Indahku".

Film "Samsara" Mencetak Sejarah

Film "Samsara" tidak hanya berhasil mengantarkan Garin meraih piala, tetapi juga mencetak sejarah sebagai film hitam-putih pertama yang meraih Piala Citra. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa karya seni tradisional masih memiliki relevansi dalam era modern.

Garin mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi oleh film bisu dari era 1920-an, termasuk karya klasik seperti film Charlie Chaplin. Selain itu, pertunjukan wayang kulit juga menjadi rujukan penting dalam penggarapan karya ini. Ia berharap karya ini bisa membawa penonton merasakan esensi storytelling yang kaya.

Film "Samsara" juga berhasil merebut beberapa penghargaan lain pada malam tersebut, termasuk pengarah sinematografi terbaik, penata musik terbaik, dan penata busana terbaik, menunjukkan kualitas produksi yang tinggi.

Sebelum malam penghargaan berlangsung, banyak pengamat dan kritikus film memberikan prediksi tentang pemenang. Namun, keberhasilan Garin dengan film "Samsara" menjadi kejutan menyenangkan bagi banyak pihak.

Proyek Garin Nugroho di Masa Depan

Saat ini, Garin sedang mempersiapkan produksi film musikal baru berjudul "Siapa Dia" yang mengangkat sejarah perfilman Indonesia dari era 1.0 hingga 4.0. Dia berharap film ini bisa terus memperkenalkan keindahan seni pertunjukan kepada generasi baru.

"Aku mungkin mau membikin sejarah film yang musikal, tapi tentang sejarah film dari era 1.0 sampai ke 4.0," ujar Garin saat ditemui di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (20/11/2024), dikutip dari Kompas.com.

Dalam proyek terbarunya, Garin turut menggandeng sejumlah artis muda seperti Nicholas Saputra dan Amanda Rawles. Kerjasama ini diharapkan bisa menjadi platform bagi generasi baru di industri film Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

"Akan ada sekitar sembilan perempuan yang berbeda-beda seperti misalnya penyanyinya Amanda Rawles kemudian Monita Tahalea, tapi mungkin ada sembilan dengan satu laki-laki bernama Nicholas Saputra," jelas Garin.

Dalam proyek ini, Nicholas Saputra sebagai pemeran utama akan dituntut untuk menari dan menyanyi, sebuah peran yang di luar ekspetasi penggemar aktor pria ini.

"Dengan bintang film Nicholas Saputra, menyanyi dan menari. Jadi bagi Anda yang kesengsem Nicholas tolong nonton," imbuh Garin Nugroho.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement