The Revenant adalah film yang bercerita tentang pemburu perintis perdagangan bulu di Amerika yang ditinggalkan oleh rekan-rekannya setelah diterkam seekor beruang.
Film yang rilis tahun 2015 ini berhasil mengantarkan aktor kawakan Leonardo DiCaprio meraih Piala Oscar pertamanya sebagai Best Leading Actor.
Penghargaan ini dinilai pantas diberikan kepada Leonardo setelah beberapa performa hebatnya gagal memenangkan Oscar.
Dalam pidatonya saat menerima Piala Oscar, Leonardo menyinggung kendala besar dalam produksi film The Revenant yang membuat kru harus memindahkan lokasi syuting dari Kanada ke Argentina akibat pemanasan global.
Menurutnya, film The Revenant adalah tentang hubungan manusia dengan alam. Mirisnya, proses produksi tahun 2015 ini justru terhambat karena menjadi tahun terpanas dalam sejarah.
"Kami harus memindahkan lokasi syuting ke ujung selatan dunia hanya untuk mencari salju. Krisis Iklim itu nyata dan itu terjadi saat ini dan menjadi ancaman paling nyata bagi manusia,” ujar Leonardo DiCaprio.
Ia pun mengajak para pemimpin di dunia untuk tidak hanya bicara tentang korporasi besar yang menghasilkan polusi.
Lebih dari itu, ia mengajak agar mereka juga bicara tentang masyarakat dunia yang terdampak karena suaranya tenggelam oleh politik dan kerakusan.
Film ini disutradarai oleh Alejandro G. Inarritu yang juga mampu meraih Oscar sebagai Best Achievement in Directing di Academy Award 2016.
Total, The Revenant berhasil meraih empat Piala Oscar dan mendominasi malam Academy Awards 2016.
The Revenant diangkat dari novel dan sejarah
The Revenant diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama yang rilis di tahun 2002 karya Michael Punke.
The Revenant sendiri mengambil latar Amerika Serikat di tahun 1820-an ketika Amerika Serikat sedang mengalami masa fur boom atau booming perdagangan bulu hewan.
Salah satu yang menjadi primadona industri tersebut adalah bulu berang-berang yang memang banyak ditemui di Amerika.
Populasi berang-berang di pesisir timur yang sudah berkurang membuat perusahaan dan pemodal mulai melirik ke arah barat, terutama setelah momen 'Louisiana Purchase' atau pembelian wilayah Louisiana oleh Amerika Serikat dari Perancis di tahun 1803.
Meski mendatangkan keuntungan besar, penjelajahan ke barat memiliki resiko besar karena harus menjelajahi sisi barat yang liar yang dipenuhi hewan buas seperti serigala dan beruang.
Selain binatang buas dan medan yang sulit dilalui, sisi barat juga dihuni oleh suku-suku asli Amerika.
Hubungan suku asli daratan Amerika dengan para kulit putih di masa itu tak jarang bermusuhan karena orang kulit putih dianggap merebut tanah milik leluhur suku asli Amerika.
Terlebih para pemburu kulit hewan sering melewati Sungai Mississippi yang menjadi batas dan memasuki wilayah suku asli Amerika.
Mengadopsi kisah Hugh Glass
Novel The Revenant juga mengangkat kisah Hugh Glass, seorang tokoh perintis dan pemburu kulit hewan yang terkenal karena mampu selamat dari serangan beruang dan berjalan ratusan kilometer untuk kembali.
Hugh Glass sendiri diperkirakan lahir di tahun 1783 dan meninggal di tahun 1833 akibat luka yang diderita dalam pertempuran menghadapi suku asli Amerika Serikat.
Kisah Hugh Glass sendiri sudah beberapa kali diangkat dalam artikel, novel, dan film.
Kisah balas dendamnya kepada dua rekannya, John Fitzgerald dan Jim Bridger yang meninggalkannya saat ia sekarat dan perjalanan menuju Fort Kiowa menjadi kisah yang diangkat dalam film The Revenant.
Sinopsis The Revenant
Film The Revenant dibuka dengan perjalanan Hugh Glass yang memandu kelompok pemburu kulit dan bulu binatang di bawah pimpinan Kapten Andrew Henry.
Di tengah kegiatan mereka, terjadi serangan dari suku Arikara. Serangan tersebut memaksa mereka untuk mundur dari lokasi mereka dan meninggalkan hasil buruan mereka.
Saat mencari tempat berkemah, Hugh diserang oleh seekor beruang hingga terluka parah.
John Fitzgerald dan Bridger yang ditugaskan menemani Hugh justru meninggalkan Hugh dan membunuh anak Hugh bernama Hawk.
Hugh kemudian berhasil pulih dari lukanya dan mencoba untuk kembali untuk membalas dendamnya kepada Bridger dan John Fitzgerald.
Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang pengungsi dari suku Pawnee yang membantu Hugh agar lebih cepat pulih.
Hugh juga bertemu dengan seorang wanita suku asli amerika yang diculik oleh pemburu Perancis yang ternyata ia adalah putri dari kepala suku Akira.
Film ini mendapatkan resepsi yang cukup apik dari penonton maupun kritikus dengan ganjaran rating 8.0 dari IMDb. Dilansir dari laman Rotten Tomatoes, The Revenant berhasil mendapat nilai 78 persen tomatometer dan 82 persen audience score.
Pecinta film Tanah Air dapat menyaksikan film ini melalui layanan streaming Prime Video dan Vidio.
