Pemberian susu kotak pada paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik dari khalayak. Kebanyakan susu kotak yang beredar di pasaran diketahui mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Program Makan Bergizi Gratis telah dilaksanakan di sejumlah daerah mulai Senin (6/1/2025). Meski disebut bakal menjadi salah satu komponen dalam menu, rupanya banyak sekolah yang tak memberikan susu kepada siswa.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati menyebut pemberian susu pada paket makan gratis hanya bersifat opsional. Menurutnya, susu bisa digantikan dengan menu lain yang memiliki kandungan protein, vitamin dan mineral yang sama.
Harus memenuhi kandungan gizi
Jika susu benar-benar diberikan, perlu dipastikan bahwa susu yang dipilih harus memenuhi standar gizi.
"Susu bisa dipilih yang tanpa rasa dan yang rendah lemak, agar tidak menambah jumlah gula yang masuk, tetapi tetap mendapat sumber protein yang baik," kata dokter ahli gizi dr Raissa E. Djuanda Sp. GK dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/1/2025).
Sementara itu, ahli gizi Tan Shot Yen menyebut menu susu pada Makan Bergizi Gratis bukanlah hal yang esensial. Menurutnya, susu hanya merupakan pelengkap yang cukup diberikan sesekali.
Apalagi, susu yang banyak beredar di pasaran merupakan susu kemasan dengan tambahan gula, perisa dan pewarna. Faktanya, kandungan susu pada susu kotak kebanyakan hanya sejumlah 30 persen.
Tan turut menyinggung soal potensi intoleransi laktosa yang mungkin dialami oleh sebagain siswa penerima program makan gratis.
"Lebih dari 80 persen penduduk kita intoleran laktosa. Artinya, ketika minum susu, mereka justru mengalami diare atau gangguan pencernaan," ujar Tan sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (9/1/2025).
Alternatif susu
Ada banyak bahan makanan yang bisa dijadikan alternatif pengganti susu pada menu Makan Bergizi Gratis.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional memberi imbauan untuk memberikan dua jenis protein jika tidak menyediakan susu pada menu.
Untuk menggantikan kalsium dan protein yang diperoleh dari susu, terdapat opsi seperti tempe, tahu, atau kacang-kacangan lainnya. Protein hewani lainnya seperti telur, ikan dan daging juga bisa dijadikan pertimbangan.
Jika menu yang diberikan telah memenuhi kebutuhan gizi, barulah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis dapat benar-benar merasakan manfaatnya.
