Swedia Pertimbangkan Larangan Penodaan Al-Qur'an

10 Juli 2023 16:07 WIB

Narasi TV

Aksi pembakaran Al-Qur'an di Swedia yang dijaga oleh polisi/ Reuters

Editor: Akbar Wijaya

Menteri Kehakiman Swedia Gunnar Strommer mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan aturan yang melarang penodaan Al-Qur'an menyusul sejumlah insiden pembakaran kitab suci umat Islam di negaranya.
 
Menurut surat kabar setempat Aftonbladet, Gunnar Strommer pada Kamis mengatakan pihak berwenang Swedia sedang meninjau perubahan aturan terkait upaya menghentikan penodaan Al-Qur'an.
 
Bulan lalu, seseorang bernama Salwan Monika membakar salinan Al Quran di bawah perlindungan polisi di depan Masjid Stockholm di Swedia.
 
Tindakan provokatif yang dilakukan pria itu terjadi bersamaan dengan perayaan Idul Adha, salah satu hari besar yang dirayakan umat Islam di seluruh dunia.
Insiden itu menimbulkan kecaman luas dari dunia Islam, di antaranya Turki, Yordania, Palestina, Arab Saudi, Maroko, Irak, Iran, Pakistan, Senegal, dan Mauritania.
 
Sebelumnya pada Januari, seorang politisi sayap kanan juga membakar salinan Al Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Swedia.
 
Menurut Strommer, tindakan semacam itu menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional Swedia karena menimbulkan kerusakan pada hubungan dengan negara-negara Islam dan memprovokasi serangan teroris terhadap negara itu.
 
"Atas alasan tersebut, sangat masuk akal untuk meninjau situasi hukumnya," kata Strommer.
 
Sumber: Antara

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR