Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus, Menyentuh Hati dan Penuh Harapan

15 Agustus 2023 23:08 WIB

Narasi TV

Ilustrasi Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka HUT RI 17 Agustus di Istana Merdeka. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Salah satu rangkaian upacara 17 Agustus adalah pembacaan doa yang biasanya dibacakan di akhir acara. 

Doa upacara 17 Agustus digunakan sebagai penggambaran rasa syukur atas nikmat Tuhan akan karuniaNya dalam memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

Pembacaan doa pada upacara 17 Agustus juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang berjasa dalam kemerdekaan seperti para pejuang dan guru-guru di sekolah.

Contoh teks doa upacara 17 Agustus berikut ini dapat digunakan sebagai referensi untuk dibacakan pada upacara HUT RI ke-78 nanti.

Teks doa upacara 17 Agustus Gus Mus

Melansir dari NU Online, penyair dan ulama KH A Mustofa Bisri atau akrab disebut Gus Mus menuliskan doa berjudul kemerdekaan di laman akun Facebook pribadinya pada 16 Agustus 2014, berikut adalah doanya

Bismillahirrahmanirrahim.

Ya Allah ya Tuhan kami,

Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,

Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah,

Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan,

Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,

Demi nama-nama agungMu yang maha indah,

Demi sifat-sifat suciMu yang maha indah,

Demi ciptaan-ciptaanMu yang serba indah,

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugerahMu.

Keindahan merdeka dan kemerdekaan,

Keindahan hidup dan kehidupan,

Keindahan manusia dan kemanusiaan,

Keindahan kerja dan pekerjaan,

Keindahan sederhana dan kesederhanaan,

Keindahan kasih sayang dan saling menyayang,

Keindahan kebijaksanaan dan keadilan,

Keindahan rasa malu dan tahu diri,

Keindahan hak dan kerendahan hati,

Keindahan tanggung jawab dan harga diri.

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami kemampuan mensyukuri nikmat anugerahMu dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridhai.

Selamatkanlah jiwa-jiwa kami dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami.

Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bangsa kami ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami.

Kuatkanlah lahir batin kami untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati kemanusiaan dan kemerdekaan kami.

Merdekakanlah kami dari belenggu penjajahan apa saja selain penjajahanMu termasuk penjajahan diri kami sendiri.

Kokohkanlah jiwa raga kami untuk menjaga keindahan negeri kami.

Ya Malikal Mulki Ya Allah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa,

Jangan kuasakan atas kami–karena dosa-dosa kami–penguasa-penguasa yang tak takut kepadaMu dan tak mempunyai belas kasihan kepada kami.

Anugerahilah bangsa kami pemimpin yang hatinya penuh dengan keindahan cahaya kasih sayangMu sehingga kasih sayangnya melimpah ruah rakyatnya.

Jangan Engkau berikan kepada kami pemimpin yang merupakan isyarat kemurkaanMu atas bangsa kami.

Wahai Maha Cahaya di atas segala cahaya,

Pancarkanlah cahayaMu di mata dan pandangan kami,

Pancarkanlah cahayaMu di telinga dan pendengaran kami,

Pancarkanlah cahayaMu di mulut dan perkataan kami,

Pancarkanlah cahayaMu di hati dan keyakinan kami,

Pancarkanlah cahayaMu di pikiran dan sikap kami,

Pancarkanlah cahayaMu di kanan dan kiri kami,

Pancarkanlah cahayaMu di atas dan bawah kami,

Pancarkanlah cahayaMu di dalam diri kami,

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya,

Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya.

Agar kami dapat menangkap keindahan jalan lurusMu dan menurutinya dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya.

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya,

Agar kami dapat menangkap keindahan kebenaran dan mengikutinya dapat menangkap keburukan kebatilan dan menjauhinya.

Agar kami dapat menangkap keindahan kejujuran dan menyerapnya dapat menangkap keburukan kebohongan dan mewaspadainya.

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya,

Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan di batin kami.

Ya Maha Cahaya diatas segala cahaya,

Jangan biarkan sirik dan dengki,

hasut dan benci, 

ujub dan takabur,

serakah dan kejam,

kebencian dan dendam,

dusta dan kemunafikan,

gila dunia dan memuja diri,

lupa akhirat dan takut mati,

serta bayang-bayang hitam lainnya,

menutup pandangan mata-batin kami,

dari keindahan wajahMu.

menghalangi kami,

mendapatkan kasihMu,

menghambat sampai kami kepadaMu.

Ya Allah ya Tuhan yang Maha Pengampun,

Ampunilah dosa-dosa kami,

Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami,

Ya Allah ya Tuhan kami yang Maha Rahman dan Rahim,

Rahmatilah negeri dan bangsa kami,

Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami.

Amin.

Teks doa upacara 17 Agustus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Teks doa upacara 17 Agustus berikut ini dibaca oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas pada perhelatan upacara di Istana Merdeka pada 2022 lalu.

Bismillāhirrahmānirrahīm.

Alhamdulillāhirabbil ‘ālamin.

Allāhumma shalli ‘alā Sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muhammad.

Ya Allah, ya Tuhan kami,

Wahai Keindahan yang menciptakan sendiri segala yang indah,

Wahai Pencipta yang melimpahkan sendiri segala anugerah,

Wahai Maha Pemurah yang telah menganugerahi kami negeri sangat indah dan bangsa yang menyukai keindahan,

Ya Allah yang telah memberi kami kemerdekaan yang indah,

Demi nama-nama agungMu Yang Maha Indah,

Demi sifat-sifat suciMu Yang Maha Indah,

Demi ciptaan-ciptaanMu yang serba indah, 

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami dan bangsa kami, kepekaan menangkap dan mensyukuri keindahan anugrahMu.

Keindahan merdeka dan kemerdekaan,

Keindahan hidup dan kehidupan,

Keindahan manusia dan kemanusiaan,

Keindahan kerja dan pekerjaan,

Keindahan sederhana dan kesederhanaan,

Keindahan kasih sayang dan saling menyayang,

Keindahan kebijaksanaan dan keadilan,

Keindahan rasa malu dan tahu diri,

Keindahan hak dan kerendahan hati,

Keindahan tanggung jawab dan harga diri,

Anugerahilah kami, pemimpin-pemimpin kami dan bangsa kami,

Kemampuan mensyukuri nikmat anugerahmu dalam sikap-sikap indah yang Engkau ridhai,

Selamatkanlah jiwa-jiwa kami, dari noda-noda yang mencoreng keindahan martabat kami.

Pimpinlah kami, pemimpin-pemimpin kami dan bangsa kami ke jalan indah menuju cita-cita indah kemerdekaan kami.

Kuatkanlah lahir batin kami, untuk melawan godaan keindahan-keindahan imitasi, yang menyeret diri-diri kami dari keindahan sejati kemanusiaan dan kemerdekaan kami.

Merdekakan lah kami dari belenggu penjajahan apa saja selain Allah, termasuk diri kami sendiri.

Kokohkanlah jiwa raga kami untuk menjaga keindahan negeri kami,

Ya Nuuru, wahai Cahaya di atas segala cahaya,

Pancarkanlah cahayaMu di mata dan pandangan kami,

Pancarkanlah cahayaMu di telinga dan pendengaran kami,

Pancarkanlah cahayaMu di mulut dan perkataan kami,

Pancarkanlah cahayaMu di hati dan keyakinan kami,

Pancarkanlah cahayaMu di pikiran dan sikap kami,

Pancarkanlah cahayaMu di kanan dan kiri kami,

Pancarkanlah cahayaMu di atas dan bawah kami,

Pancarkanlah cahayaMu di dalam diri kami,

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya,

Agar kami dapat menangkap keindahan ciptaanMu dan meresapinya,

Dapat menangkap keindahan anugerahMu dan mensyukurinya,

Dapat menangkap keburukan jalan sesat setan dan menghindarinya,

Pancarkanlah cahayaMu, ya Maha Cahaya,

Agar kami dapat menangkap keindahan, kebenaran dan mengikutinya,

Dapat menangkap keburukkan, kebatilan dan menjauhinya,

Agar kami dapat menangkap keindahan, kejujuran dan menyelaminya,

Dapat menangkap keburukan, kebohongan dan mewaspadainya.

Pancarkan cahayaMu, ya Maha Cahaya,

Sirnakan dan jangan sisakan sekelumit pun kegelapan di batin kami,

Ya Allah, kami berdoa dengan menyebut nama-nama indahMu, seperti yang Engkau perintahkan,

Maka kabulkanlah doa kami, seperti yang Engkau janjikan.

Rabbanā ātinā fiddunya hasanah, wafil ākhirati hasanah, waqinā adzābannār.

Walhamdulillāhirabbil ‘alamin.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR