Advertisement

Tips Hidup Minimalis ala Orang Jepang, Bikin Lebih Bahagia!

30 July 2024 16:37 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi gaya hidup minimalis orang Jepang. (Sumber: Freepik) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Rizal Amril

Masyarakat Jepang kerap diasosiasikan dengan budaya minimalis yang tecermin dalam sejumlah aspek kehidupan. Mulai dari desain dan tata letak rumah, pola makan, hingga padu padan busana orang Jepang menunjukkan kesederhanaan mereka dalam menjalani hidup. 

Minimalisme ala Jepang belakangan mendapatkan popularitas di luar negara asalnya. Tren ini antara lain dipicu oleh kemunculan sejumlah tokoh yang mengajarkan gaya hidup minimalis beserta cara-cara menerapkannya. 

Salah satu tokoh yang memperkenalkan gaya hidup minimalis yakni Fumio Sasaki melalui bukunya berjudul Goodbye Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang. 

Selain itu, ada juga Marie Kondo yang memopulerkan metode KonMari untuk mengeliminasi barang-barang yang sudah tidak memberikan ‘percikan kebahagiaan.

Konsep minimalisme ala orang Jepang sendiri berfokus pada upaya untuk mewujudkan kehidupan yang simpel, bersih dan rapi. Caranya yakni dengan hanya menggunakan barang-barang yang esensial dan menyingkirkan sisanya. 

Namun, perlu digarisbawahi perbedaan antara gaya hidup minimalis dengan gaya hidup hemat atau frugal. Seorang yang minimalis memilih untuk hanya mengonsumsi hal-hal yang dibutuhkannya. Sedangkan, orang yang hemat berupaya untuk mengeluarkan sesedikit mungkin uang dengan tidak membeli barang-barang yang tak berguna. 

Meski kedengarannya sederhana, gaya hidup minimalis ala orang Jepang tidak semudah itu untuk diterapkan. Perasaan dilema biasanya muncul ketika harus menyingkirkan hal-hal yang terlanjur dekat dengan keseharian, tetapi sebenarnya tidak begitu dibutuhkan. 

Akan tetapi, jika berhasil diterapkan, gaya hidup minimalis ala orang Jepang akan mengantarkan seseorang pada kebahagiaan yang mungkin belum pernah dirasakan sebelumnya. 

Lalu, bagaimana tipsnya agar sukses menjalankan gaya hidup minimalis ala orang Jepang?

Memilah barang-barang

Langkah awal untuk memulai gaya hidup minimalis adalah dengan memilah barang-barang yang dimiliki. Hal ini mencakup perabotan, pakaian, dan barang lainnya yang ada di rumah. 

Lakukan kategorisasi untuk barang yang sering digunakan, barang yang memiliki nilai sentimental, dan barang yang sudah jarang digunakan atau tak lagi dibutuhkan. 

Menata ulang ruangan

Setelah memilah barang dan menyingkirkan sebagian di antaranya, susun ulang ruangan agar terlihat lebih rapi. Gunakan perabot seminimal mungkin dengan pilihan model yang sederhana. 

Kurangi juga dekorasi yang berlebihan di ruangan untuk memberikan kesan yang lebih lega. 

Menjaga keseimbangan makanan

Gaya hidup minimalis turut mencakup aspek pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Orang Jepang cenderung memiliki pola makan yang sederhana dan seimbang.

Kurangi konsumsi makanan olahan, cepat saji, atau yang rendah nutrisi. Sebagai gantinya, perbanyak santapan yang berasal dari bahan-bahan segar dan bergizi. 

Detoks media sosial

Hidup minimalis belum lengkap jika masih diperbudak oleh media sosial dalam keseharian. Terlalu sering bermain medsos berpotensi menyebabkan kecanduan yang pada akhirnya akan menghabiskan banyak waktu yang berharga. 

Ketimbang bermain medsos, lakukan kegiatan lain yang melibatkan kesadaran dan memberikan perasaan tenang serta membawa manfaat. 

Jadikan kebiasaan

Terakhir, gaya hidup minimalis ala orang Jepang tak akan berhasil jika seluruh langkah di atas tak dilakukan secara konsisten. Jadikan konsep hidup minimalis sebagai kebiasaan, jangan hanya dilakukan sebatas ikut-ikutan. 

Jika diawali dengan niat dan keyakinan, gaya hidup minimalis pasti bisa dilakukan secara mudah dan menyenangkan.

Jadi, kapan mau mencoba gaya hidup minimalis ala orang Jepang?

Untuk Anda yang ingin tahu lebih lanjut tentang gaya hidup minimalis ala Jepang, bisa coba rekomendasi buku novel Goodbye, Things : Hidup Minimalis Ala Orang Jepang.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement