Advertisement

UI Minta Maaf Lantaran Mengundang Pembicara Pro Zionis, Peter Berkowitz

25 August 2025 11:10 WIB

thumbnail-article

Peter Berkowitz. Sumber: Tangkapan layar YouTube Hoover Institution..

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Universitas Indonesia (UI) telah mengeluarkan permohonan maaf setelah mengundang Peter Berkowitz, seorang akademisi yang dianggap pro-Israel, dalam kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana 2025. Dalam pernyataannya, UI mengakui adanya kelalaian dalam memeriksa latar belakang pembicara tersebut.

Direktur Humas UI, Arie Afriansyah, menegaskan bahwa mereka kurang berhati-hati dalam melakukan background check terhadap berkewarganegaraan dan pandangan politik Berkowitz. UI juga menekankan bahwa dukungan mereka terhadap Palestina tidak akan berubah, meskipun menghadirkan Berkowitz sebagai pembicara.

“Kami tetap konsisten pada posisi kami untuk mendukung kemerdekaan Palestina sesuai dengan amanat konstitusi,” ujar Arie, menekankan bahwa UI berkomitmen pada nilai-nilai keadilan internasional.

Kritik atas undangan Peter Berkowitz

Undangan untuk Peter Berkowitz menjadi sorotan setelah beberapa akun di media sosial, terutama platform X, mengkritik pilihan UI. Banyak yang menyebut Berkowitz sebagai zionis dan penggugat genosida yang dilakukan Israel di Palestina. Kritik datang dari berbagai kalangan, menyuarakan ketidakpuasan terhadap UI yang tidak dianggap sensitif terhadap isu-isu kemanusiaan.

Kritik publik meningkat dengan cepat ketika informasi mengenai Berkowitz dan pandangan politiknya menyebar. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Perencanaan Kebijakan pada pemerintahan Donald Trump dan telah menulis sejumlah karya yang dianggap mendukung kebijakan Israel. Hal ini menjadi alasan utama mengapa banyak orang merasa keberatan dengan kehadirannya.

Klarifikasi dari UI mengenai maksud undangan

Dalam klarifikasinya, UI berpendapat bahwa tujuan mereka mengundang Berkowitz semata-mata untuk memberikan perspektif akademis. UI menjelaskan bahwa pemilihan Berkowitz dan Sigit P. Santosa (pembicara lainnya dalam kegiatan tersebut) didasarkan pada penilaian akademis bahwa mereka adalah figur terkemuka dalam bidangnya.

Arie menekankan bahwa undangan itu tidak dimaksudkan untuk tujuan politik. UI hanya berupaya memberikan wawasan dari akademisi berpengalaman dan terkemuka. Kendati demikian, UI mengakui pentingnya lebih berhati-hati dalam memilih pembicara di masa depan agar kejadian serupa tidak terulang.

Tindak lanjut dan perubahan kebijakan UI

Sebagai langkah tindak lanjut, UI berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola dan proses pemilihan pembicara. UI berjanji akan memastikan bahwa iklim kebebasan akademik tetap dijaga, namun tanpa mengabaikan sensitivitas isu-isu sosial dan kemanusiaan yang ada.

UI juga menegaskan kembali dukungan mereka untuk kemerdekaan Palestina dan akan terus berjuang melawan penjajahan sesuai dengan nilai-nilai konstitusi. Melalui insiden ini, UI berharap dapat belajar untuk lebih selektif dalam memilih mitra akademis di masa depan, agar dapat terhindar dari situasi kontroversial yang dapat merusak reputasi institusi.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement