Veneer gigi merupakan prosedur estetika untuk memperbaiki penampilan gigi dan biasanya dijadikan solusi instan masalah gigi kuning.
Meskipun tidak berbahaya, gigi yang menguning bisa menghilangkan kepercayaan diri seseorang.
Gigi kuning disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kebiasaan merokok dan mengonsumsi kafein.
Veneer gigi dilakukan dengan cara merekatkan cangkang tipis ke permukaan gigi agar terlihat lebih baik.
Gigi yang retak atau berubah warna bisa kembali sempurna setelah melakukan prosedur ini.
Tidak heran di kalangan para artis prosedur veneer gigi ini cukup populer karena dinilai sangat cepat dan efisien dalam menunjang penampilan.
Risiko dan efek samping veneer gigi
Meskipun veneer gigi adalah cara yang mudah untuk mengimprovisasi penampilan gigi, ternyata prosedur ini juga memiliki risiko efek samping.
Berikut merupakan beberapa efek samping dari veneer gigi yang perlu diwaspadai:
1. Gigi lebih sensitif
Dalam proses pemasangan veneer gigi, enamel di permukaan gigi harus dikikis terlebih dahulu sehingga berpotensi membuat gigi menjadi lebih sesitif.
Gigi sensitif menyebabkan ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman panas dan digin.
2. Gigi tidak kuat mengigit dan mengunyah benda keras
Cangkang veneer gigi terbuat dari porselen sehingga lebih mudah retak dan bergeser.
Akibatnya, kita tidak bisa bebas mengigit atau mengunyah makanan dengan tekstur yang keras untuk menghindari keretakan pada veneer gigi.
3. Warna asli gigi jadi tidak merata
Pemasangan veneer gigi bisa mengalami perubahan warna hingga menimbulkan noda di tepian gigi yang disebabkan masalah kelembaban saat pemasangan veneer.
Agar tidak menyesal dan mendapatkan hasil maksimal, pastikan kamu memasang veneer di dokter gigi yang sudah berpengalaman.
4. Masalah saat pemasangan veneer
Meskipun jarang terjadi, masalah saat prosedur pemasangan veneer sedang berlangsung bisa saja terjadi.
Lapisan veneer bisa berlendir ataupun bertekstur kasar sehingga benang gigi masuk ke veneer.
Tapi akibatnya kamu akan kesulitan membersihkan gigi hingga menyebabkan gigi sakit dan gusi iritasi.
Pemasangan posisi veneer yang tidak sesuai juga dapat terjadi dan menimbulkan kerusakan gigi hingga terjadi pembusukan.
5. Warna veneer tidak bisa diperbaiki jika sudah terpasang
Warna veneer gigi bisa bertahan 5-10 tahun. Selama periode tersebut, dokter tidak bisa mengganti atau memperbaiki warna veneer gigi apabila sudah terpasang.
Untuk itu, kamu harus mendatangi dokter yang sudah profrsional dalam pemasangan veneer gigi.
Selain itu, kamu juga bisa melakukan beberapa hal ini agar warna veneer gigi tetap terjaga:
- Hindari konsumsi makanan dan minuman yang berwarna secara berlebihan,
- Membersihkan gigi secara rutin. Pastikan gigi dan gusi tidak ada sisa makanan,
- Rutin mengunjungi dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.
Nah, itu dia beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah melaksanakan prosedur veneer. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum kamu melakukan prosedur estetika yang populer ini.
