Advertisement

Viral Video Lawas Miftah Maulana Hina Pelawak Senior Yati Pesek: Jejak Digital yang Tak Terhapus

06 December 2024 01:08 WIB

thumbnail-article

Antara .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Pendakwah Miftah Maulana kini masih tengah menjadi sorotan setelah menyampaikan ucapan yang dianggap merendahkan kepada Yati Pesek di sebuah acara panggung.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Miftah mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan banyak orang, termasuk Yati Pesek, seorang pelawak dan aktris senior yang telah lama berkiprah di dunia seni.

Di atas panggung, Miftah menyebut penampilan Yati Pesek dengan kalimat yang dinilai kasar dan menghina. Ia mengungkapkan rasa syukurnya bahwa Yati Pesek tidak cantik, dan jika sebaliknya, ia bisa saja menjadi pelacur.

Kalimat tersebut dengan cepat memicu gelombang kemarahan di kalangan penonton dan warganet. reaksi tidak menyenangkan dari Yati Pesek pun terlihat; ia tampak terkejut dan tidak nyaman dengan sindiran tersebut.

Yati Pesek tidak tinggal diam. Ia membalas dengan penuh nada kritik, menyatakan bahwa Miftah bukanlah ustaz atau kiai yang seharusnya memberikan contoh yang baik.

Pernyataan tersebut menunjukkan ketidakpuasan dan ketidaksetujuan Yati terhadap ucapan Miftah yang dianggapnya tidak pantas, terutama mengingat posisinya sebagai tokoh publik.

Video lawas tersebut segera viral di media sosial, memicu reaksi dari berbagai kalangan. Banyak netizen mengungkapkan kemarahan mereka terhadap Miftah, sementara beberapa mempertanyakan kualitas karakter dan pemahaman Miftah sebagai seorang pendakwah.

Reaksi itu tidak hanya dapat dilihat sebagai kritik terhadap ucapan Miftah, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat saat ini memberikan perhatian lebih pada integritas tokoh publik.

Mengenal Yati Pesek Yang Direndahkan Miftah Maulana

Yati Pesek sendiri merupakan sosok seniman yang telah mengukir banyak prestasi dalam dunia seni. Lahir pada 8 September 1952, Yati memulai kariernya sejak usia tujuh tahun. Perjalanan panjangnya di dunia seni memperlihatkan dedikasi dan komitmennya.

Sejak kecil, Yati Pesek aktif tampil dalam berbagai pertunjukan wayang kulit dan ketoprak. Ia bergabung dengan kelompok seni yang berbeda, yang menjadikannya salah satu seniman paling dikenali di Yogyakarta.

Pencapaiannya yang paling signifikan adalah penampilannya di Televisi Republik Indonesia pada tahun 1980, yang semakin mengukuhkan namanya di dunia hiburan.

Yati Pesek dikenal berkat akting, menyanyi, dan kemampuan melawaknya. Selama kariernya, ia telah membintangi berbagai film, termasuk "Serangan Fajar" pada tahun 1982. Pencapaian ini menunjukkan kemampuannya dan mengapa ia dihormati dalam industri seni.

Yati telah membintangi banyak film sukses seperti "Lawang Sewu," "Wakil Rakyat," dan "Mendung Tanpo Udan." Selain itu, Yati Pesek juga dikenal di panggung ketoprak, menjadikannya sosok yang dekat dengan penggemar seni tradisional Indonesia.

Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam aktor, tetapi juga sebagai pelawak yang menjadikan ketoprak humor sebgai bagian dari tradisi seni di Indonesia.

Jejak Digital yang Menyertai Miftah Maulana

Hasil tindakan Miftah di media sosial tidak hanya berdampak pada dirinya tetapi juga menciptakan jejak digital yang tidak terhapus. Pada dasarnya, setiap pernyataan atau tindakan tokoh publik akan selalu diabadikan di dunia digital.

Berikut adalah sederet kontroveri Miftah Maulana yang menghebohkan publik

Kontroversi Mengolok Penjual Es Teh

Video yang menunjukkan Miftah Maulana mengolok-olok seorang penjual es teh telah menjadi viral, menimbulkan banyak kritik dari berbagai kalangan. Dalam acara "Magelang Bersholawat" pada akhir November 2024 lalu.

Miftah tertangkap kamera bertanya kepada pedagang bernama Sunhaji dengan kata-kata kasar sambil diiringi tawa pengunjung lainnya.

Tindakannya yang terkesan menghina membuat publik merasa geram, terutama karena Miftah berprofesi sebagai tokoh agama.

Tindakan Menoyor Kepala Istri

Beberapa waktu sebelumnya, Miftah juga menuai perhatian publik saat video dirinya menoyor kepala istrinya viral di media sosial. Momen tersebut terjadi saat Miftah dan istrinya, Ning Astuti, menonton konser.

Video menunjukkan ia menggoyang-goyangkan kepala istrinya secara berulang sambil tertawa. Dia memberikan penjelasan bahwa hal tersebut merupakan bentuk candaan dan kasih sayangnya kepada sang istri.

Kritik datang dari masyarakat yang menilai perlakuannya terhadap istri di depan publik tidak patut dicontoh. Kritikan tersebut menyoroti pentingnya batasan dalam candaan, terutama yang melibatkan pasangan di hadapan orang banyak.

Bandingkan Speaker Masjid dengan Dangdutan

Miftah menuai kritik tajam saat ia membandingkan larangan penggunaan speaker masjid saat tadarus Al-Qur'an dengan penggunaan speaker acara dangdutan.

Dalam ceramahnya di Jawa Timur, pernyataan ini dianggap sangat tidak tepat dan tidak sensitif terhadap aturan yang telah ada.

Juru bicara Kementerian Agama memberikan respon cepat terhadap pernyataannya, menilai bahwa Miftah seharusnya memahami pedoman yang ada sebelum berkomentar.

Kritik tersebut menunjukkan betapa pentingnya pemahaman yang tepat tentang konteks dan regulasi dalam memberikan ceramah, terutama bagi seorang penceramah yang memiliki pengaruh besar di masyarakat.

Hina Pendakwah Lain

Pada tahun 2022, Miftah Maulana menghadapi masalah ketika salah satu pagelaran wayang yang diadakan di Pondok Pesantrennya berujung pada penghinaan terhadap pendakwah lain, yaitu Ustaz Khalid Basalamah.

Insiden ini menyebabkan Miftah terpaksa meminta maaf untuk meredakan ketegangan yang muncul dari situasi tersebut.

Permintaan maaf ini memberi gambaran tentang dampak reputasi yang bisa terkena akibat ucapan dan tindakan yang dianggap melanggar etika.

Efek dari insiden ini cukup signifikan, mempengaruhi pandangan masyarakat serta reputasi pribadi Miftah dan Pondok Pesantren Ora Aji, yang ia pimpin.

Hal ini menunjukkan pentingnya menjaga etika dalam berdakwah dan saling menghargai di antara sesama penceramah.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement