Islam memiliki banyak sekali kalimat indah seputar dzikir dan doa yang dapat diamalkan setiap hari. Misalnya saja Subhanallah, Masya Allah, Allahu Akbar, Samawa, Barakallah Fii Umrik, dan lain-lain. Bersama Shihab & Shihab, ragam kosakata keagamaan ini akan dibahas satu per satu selama bulan Ramadhan. Kali ini, mari simak arti dan makna mendalam tentang kata Insya Allah.
Tak dapat dipungkiri bahwa kita kerap kali mengucap Insya Allah apabila membuat janji dengan orang lain. Namun apakah penggunaannya sudah tepat? Apakah maknanya sudah dipahami secara benar? Berikut penjelasan Quraish Shihab tentang Insya Allah agar kita lebih memahami maknanya.
Secara harfiah Insya Allah berarti ‘jika Tuhan menghendaki’. Artinya memang kalimat ini sebaiknya diucapkan saat seseorang membuat janji. Baik janji yang sudah pasti ataupun yang belum pasti. Janji pada waktu yang dekat maupun pada waktu yang akan datang. Ini merupakan anjuran dari Allah SWT kepada umat-Nya bahwa kita tidak memiliki kendali sepenuhnya atas hidup kita.
“Di sini Tuhan mau mengajarkan ke kita, kalaupun sudah pasti tetap kamu harus berkata Insya Allah karena kamu tidak bisa menghimpun semua faktor yang dapat menghasilkan sesuatu (faktor eksternal),” jelas Quraish Shihab.
Allah SWT ingin umatnya selalu bersiap dengan segala hal yang akan terjadi dalam kehidupan. Ini penting agar manusia terus berusaha dan tidak mudah kecewa apabila rencananya ternyata tidak dikehendaki oleh Tuhan. Mengucap Insya Allah, artinya mengharuskan manusia optimis berpegang pada janjinya dan tetap mengendalikan kuasa Allah SWT.
Nah…tapi yang sering terjadi, penggunaan kata Insya Allah seolah-olah bermakna: saya tidak janji atau belum tentu bisa. Hal ini tidak dibenarkan dalam agama karena kalimat Insya Allah mengandung doa. Pada kalimat Insya Allah, seseorang diajarkan untuk ‘jangan pernah memastikan sesuatu, tanpa mengaitkannya dengan Allah SWT, sambil memohon bantuan dari-Nya.’
Sebegitu penting makna optimisme dan doa yang terkandung dalam kata Insya Allah sehingga saat membuat janji, jangankan umat manusia, nabi pun dilarang untuk membuat janji tanpa mengatakan Insya Allah, “Jangan sekali-kali kamu mengucapkan ‘itu besok’ kecuali dengan berkata Insya Allah,” tutur Quraish Shihab.
Mulai sekarang, jangan lupa ucapkan Insya Allah ya saat membuat janji apapun, tentunya tanpa bermaksud menjadikan Insya Allah sebagai alasan atau dalih untuk tidak menepati janji yang sudah dibuat.
Shihab & Shihab akan rutin membahas kosakata Islam setiap hari di Indosiar dan Vidio.com selama bulan Ramadhan. Pastikan tidak terlewat satu pembahasan pun, karena ada banyak hal yang dapat kita pelajari, Insya Allah.
Salam…
