Penyebab Kapal Tenggelam di Danau Toba

Kapal KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari pelabuhan Simanindo, Samosir menuju pelabuhan Tigaras kabupaten Simalungun Sumatra Utara. Dalam perjalanan, KM Sinar Bangun membawa 188 penumpang dan 88 sepeda motor. Kapal berukuran kecil ini dipaksa mengangkut melebihi kapasitas, dengan membawa ratusan penumpang dan puluhan sepeda motor, ditambah harus menerjang ombak besar dan angin kencang. Kapal pun tenggelam, 21 orang selamat, dan 3 orang meninggal dunia. 

Satu minggu setelah tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun, Tim Narasi TV menelusuri kondisi kapal kapal kayu pengangkut penumpang yang berlayar di Danau Toba. Faktanya mengejutkan, hampir semua kapal tidak memenuhi persyaratan pelayaran. Pelampung di dalam kapal tidak sesuai dengan manifes penumpang, kapal juga nekat mengangut motor dengan kapasitas besar. Kondisi diperparah dengan tidak adanya tiket yang diberikan kepada penumpang sebagai aturan wajib.

Tim Narasi TV juga mendapatkan pengakuan dari para ABK kapal terkait praktik pelanggaran yang sudah terjadi turun temurun itu. Praktik pungli dan tidak mengindahkan aturan yang berlaku sudah biasa terjadi di pelabuhan- pelabuhan kapal yang ada di Danau Toba. Tidak ada kata jera mungkin itulah gambaran prilaku pelayaran di Danau Toba, padahal sebelum kejadian tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun ini, warga Danau Toba juga pernah dikejutkan dengan tenggelamnya kapal serupa pada tahun 1997 yang menewaskan puluhan warga.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER