Derita ABK Indonesia Jadi Budak di Kapal Ikan Asing

Tim Buka Mata, Narasi Newsroom, mewawancarai Aji, seorang ABK Kapal ikan asing yang kini sedang berada di perairan Afrika. Ia mengisahkan, bagaimana perlakuan terhadap pelaut asal Indonesia ketika kapal pencari ikan tempat mereka bekerja sedang berlayar.

Upah layak, istirahat cukup, hingga makanan dan minum yang pantas dikonsumsi adalah kemewahan yang sulit didapat selama bekerja di kapal ikan asing. 

Aji bercerita kalau para ABK terbiasa minum air hasil sulingan air laut yang tak layak konsumsi. Upahnya juga tak lebih dari satu juta rupiah meski sudah bekerja selama empat bulan.

Mereka tidur dalam waktu singkat, sampai kerap mengalami kekerasan karena keterbatasan bahasa.

Kematian para ABK adalah hal yang biasa dilihat dan tak mengagetkan bagi para ABK. Mereka terpaksa melakukan pekerjaan ini, karena keterbatasan yang mereka miliki.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER