Pulau Sebesi Setelah Tsunami

Bahrudin dulu adalah pelaut andal dari Pulau Sebesi. Kini dia banting setir menjadi petani kebun paruh waktu setelah bencana tsunami menghantam Pulau Sebesi akhir 2018.

Perahu Bahrudin luluh lantak diterjang gelombang tsunami yang datang mendadak ke pulau yang dihuni hampir tiga ribu orang itu. 

Penghasilannya sehari-hari dari hasil melalut langsung ambyar seketika. Sekarang, Bahrudin dan keluarganya hanya bergantung dari penghasilan kebun yang tak sampai empat ratus ribu rupiah, dua pekan sekali.

Begitu juga nasib puluhan nelayan lainnya di pulau yang berjarak dua jam perjalanan laut dari Kalianda, bagian selatan Lampung, Sumatera. 

Tim Buka Mata yang mengunjungi Pulau Sebesi menemukan kalau puluhan nelayan belum mendapat bantuan pemerintah sejak tsunami mampir. Mereka kehilangan mata pencaharian.

Belum cukup sampai di situ, banyak warga Sebesi yang belum sembuh dari trauma bencana dan berdampak pada kehidupan mereka.

Bagaimana nasib mereka sesungguhnya? 

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER